Sumber: Dok. Pribadi
Nasirun lahir di Cilacap pada 1 Oktober 1965. Tahun 1983 Nasirun hijrah ke Yogyakarta untuk mengambil sekolah seni. Berlatar Belakang pendidikan Seni Kriya Batik dan Seni Murni sekaligus, Nasirun piawai melakukan penjelajahan dan pengolahan ragam bentuk tradisi dan spiritualitas dalam karya lukis. Dia mengeksplorasi berbagai kearifan lokal, cerita wayang, dan dongeng mistik yang diwariskan oleh ibunya, serta spiritualitas tasawuf dalam Islam yang dilakoni oleh ayahnya untuk kemudian ia aplikasikan dengan konteks fenomena masa kini.
Refleksi dan kolaborasi pengetahuan serta praktik nilai tersebut melahirkan wujud karya seni kontemporer yang memunculkan nama Nasirun sebagai salah satu maestro seni rupa Indonesia. Nasirun terkenal sebagai perupa yang sangat produktif berkarya dan aktif berpameran di berbagai ruang sosial dan lintas geografis. Sejak periode kuliah di ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia) tahun 1987-1994 hingga sekarang, beliau telah menyelenggarakan ratusan pameran, baik di dalam maupun luar negeri. Pameran tunggalnya antara lain “Uwuh Seni” (Galeri Salihara, Jakarta, 2012), “Breath of Nasirun” (Mizuma Gallery Tokyo, Jepang, 2014), “RUN– Embracing Diversity” (Sportorium, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2016), “Wirid on Canvas” (Natan Galeri, Kotagede, Yogyakarta, 2018), “Menafsir Borobudur” (Latar Galeri, Lobby BTPN CBD Sinaya, Jakarta, 2020), pameran virtual “Membaca Tanda Zaman” (Live on Youtube, 2020), “Metajagad Nasirun” (Soboman Art, Yogyakarta, 2021), dan pameran tunggal terbarunya “Perayaan Persahabatan” (Museum OHD, Magelang, Juli 2023).
Sedangkan pameran bersama yang pernah Nasirun ikuti sebagian di antaranya “Pathos of the Fringes” (Jeonbuk Museum of Art, Korea Selatan, 2017), “Shah Alam Bienalle” (Malaysia, 2017), “Merayakan Optimisme” (Jogja National Museum, 2019), pameran virtual UI Art X (Universitas Indonesia, 2020), “Yogya Annual Art” (Sangkring Art Space, Yogyakarta, 2021), “Manifesto” (Galeri Nasional, Jakarta, 2022), “Bridge of Colour” (Thailand, 2022), “Bias Borneo” (Taman Budaya Kalimantan Selatan, 2022),“Wiwitan Poso”(Kiniko, Polda DIY, 2023),“Hidup”(Langgeng Art Foundation, Yogyakarta 2023), “Symphony” Kaligrafi oleh UIN Sunan Kalijaga (Taman Budaya Yogyakarta, 2023), “Kita Berteman Sudah Lama” (Bentara Budaya Yogyakarta, 2023), “MEMOAR 24/101” (Universitas Nahdlatul Ulama, Yogyakarta, 2024), pameran MayinArt (Singapore, 2024), dan masih banyak lainnya. Beberapa penghargaan yang pernah diraih oleh Nasirun meliputi Penghargaan Sketsa dan Seni Lukis terbaik, ISI Yogyakarta, Penghargaan McDonald Award pada Lustrum ISI ke-X, dan Penghargaan Philip Morris Award pada 1997.
(Biodata diambil dari Katalog Pameran Seni Rupa "Ruang Tafakur," Bentara Budaya Jakarta, 27 Februari - 13 Maret 2026)