Pameran berlangsung: 2 – 9 Februari 2017, pukul 09.00 – 21.00 WIB
Pada awal tahun 1931, tepatnya 17 Januari, majalah mingguan Sin Po yang terbit di Jakarta pertama kali memuat komik strip yang diberi nama ‘PUT ON’, tidak ada nama atau inisial ilustratornya, yang lebih mengherankan lagi tidak ada nomor halaman pada majalah Sin Po tahun 1931 tersebut. Serial komik strip ini kemudian terbit setiap hari Kamis, demikian berjalan terus sampai akhirnya majalah Sin Po ini ditutup pada masa penjajahan Jepang. Kemudian, pada tahun 1947 tokoh Put On ini muncul kembali di majalah Pantja Warna yang merupakan penerus majalah Sin Po dengan perusahaan yang sama. Sampai saat itu pun illustrator dari tokoh Put On masih belum terbuka.
Baru tahun 1957 ternyata ilustratornya bernama Kho Wan Gie yang diulas oleh Hao P’eng Yu dalam majalah Panca Warna edisi khusus memperingati 10 tahun majalah Panca Warna. Pada ulasan tersebut diterangkan bagaimana sifat pemalu tetapi penuh humor dari pelukis Put On tersebut sehingga tidak ada nama Kho Wan Gie menyertai karya-karyanya. Dan ada yang menarik bahwa judul komik strip Put On ini bukanlah berasal dari bahasa China, tetapi ternyata berasal dari bahasa Inggris yang dicetuskan oleh Ang Jan Goan,bukannya oleh Kho Wan Gie.
Kalau kita cermati komik strip Put On ini, ternyata banyak mengandung kritik sosial yang digambar secara humor dan lucu, sehingga tidak menyinggung perasaan orang yang dikritiknya. Nama Put On kemudian bisa mempunyai arti si Sial atau si Tolol. Jadi sebagian besar cerita dari komik strip ini adalah riwayat dari si Put On yang selalu mengalami kesialan yang menyertainya selama hidupnya sampai akhirnya dia tidak pernah kawin. Kesehariannya dia jalani hidupnya bersama Encim Piang Nyong, Ne ibunya, temannya si A Kiong, si A Liuk, si Oh Tek, dan gadis pujaannya si Dortji. Banyak cerita lucu, konyol, dan menggemaskan pada serial Put On ini.
Bentara Budaya Yogyakarta pernah memamerkan komik strip Put On ini tahun 2011, tetapi tampil bersama-sama dengan tokoh-tokoh perupa Tionghoa yang lain seperti SiauTik Kwee dan lain-lainnya. Kali ini Bentara Budaya Yogyakarta menampilkan karya Kho Wan Gieini secara tunggal. Kami kemudian menampilkan komik strip ini dengan judul “ PUT ON Reborn“ yang artinyaPut On lahirkembali. Untukitu, kami menambahkan pewarnaan dalam komik tersebut agar supaya lebih berwarna tanpa mengubah ilustrasi aslinya.Kami percayakan colouring atau pewarnaan ini kepada Ronang Pratama untuk pameran ini. Pada pameran ini kami menampilkan 37 komik strip Put On karya Kho Wan Gie.
Put On atau ‘si Gelisah‘ adalah judul komik strip karya komikus Kho Wan Gie yang diterbitkan oleh majalah Sin Po mulai tahun 1931 yang kemudian ditutup dan berganti nama menjadi majalah Panca Warna sekitar tahun 1950. Kho Wan Gie lahir di Indramayu 1908 danmeninggal tahun 1983. Dia adalah komikus sejati, seumur hidupnya dicurahkan untuk membuat komik. Selain serial Put On di zaman kemerdekaan, dia membuat komik Nona Agogo dengan nama samaran Sopoiku. (Hermanu - Kurator Bentara Budaya Yogyakarta)