Pameran Lukisan
“Wajah Anak Dalam Lintasan Waktu”
Pambukaan pameran: Kamis, 11 Juni 2026 pukul 16.00 WIB oleh Prof. Dr. Abudl Mu’ti, M.Ed.
(Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia)
Pameran berlangung: 15 Juni – 31 Juli 2026 pukul 10.00 – 17.00 WIB (Hari Sabtu, Minggu, Libur Nasional Tutup)
Tempat: Bentara Budaya Art Gallery, Menara Kompas Lt. 8, Jl. Palmeran Selatan No. 21 Jakarta Pusat
Anak Dalam Lintasan Waktu
Pameran koleksi Bentara Budaya kali ini bertajuk Anak dalam Lintasan Waktu. Dari 33 karya yang terpasang di Bentara Budaya Art Gallery ini, kita melihat bagaimana anak-anak dari masa ke masa berada di tengah gelombang yang dimainkan tangan-tangan sejarah; Oleh tangan-tangan kekuasaan. Mereka terombang-ambing oleh situasi di sekitarnya. Meski demikian, ada satu kehebatan anak yaitu mereka tidak kehilangan semangat hidup; Selalu ada energi gembira, pada situasi sekeras apapun yang melingkupi mereka.
Dalam “Gerilya” karya S.Sudjojono, seorang anak balita di masa revolusi berada di antara para pejuang bersenjata. Di zaman pembangunan, anak-anak bermain mobil-mobilan dari kayu di ibu kota, seperti dalam lukisan Dede Eri Supria “Anak-anak Ibu Kota” (1985). Anak-anak polos, dengan pandangan mata tak berdosanya melihat ekomoni negerinya anjlok, menukik tajam dalam karya Yuswantoro Adi dalam “Menukik”. Di zaman edan anak-anak diperjualbelikan sebagai “Komoditi Ekspor” karya Sigit Raharjo.
Anak-anak rakyat kelas bawah ikut berjuang dengan sang ibu dalam karya Hendra Gunawan “Bakul Wayang”. Bayi itu menyusu sang ibu di samping panggung yang menjadi penghidupan sang ibu. Bocah kecil juga harus ikut keliling kota mengamen seperti digambarkan Wardojo dalam “Siteran”
Anak Melukis
Bersamaan dengan pameran koleksi “Anak dalam Lintasan Waktu”, Bentara Budaya juga menggelar pameran lukisan karya anak-anak. Pameran diikuti 20 peserta dari usia 6 hingga 16 tahun. Mereka mengirimkan lukisan dengan tema bebas. Dari perbedaan usia, tampak peserta menggambar apa yang mereka tahu; Ada yang menggambar menggambar apa yang mereka lihat. Ada juga menggambar apa yang mereka rasakan. Lewat menggambar mereka bercerita tentang apa saja. Tentang dunia di sekitarnya, juga tentang khayalan, dan Impian-impian mereka.
Peserta berusia 15 tahun menggambar lingkungan sekitar rumah. Ada sederetan rumah dengan jalan lurus. Meski tidak tampak satu orang pun pada gambar itu, akan tetapi ia menyertakan catatan: “Aku suka lingkunganku yg damai tidak banyak ibu-ibu ghibah. Semua senang di dalam rumah…”
Karya-karya peserta dalam rentang usia 6-16 tahun di pameran ini, tampak medium gambar menjadi medium komunikasi. Bahkan, ada yang menggunakan medium lukisan untuk menyinggung situasi. Katakanlah menyampaikan kritik sosial ala anak tentang tetangga yang suka menggosip.
Semoga mereka dapat terus bergembira bereksplorasi melepaskan emosi lewat menggambar. Biarlah jiwa mereka merdeka dalam menggambar.
Seniman Peserta Pameran
Lukisan koleksi Bentara Budaya:
Agus Handoko, Agus Salim, Argo Nunggal, Budiyana, Dede Eri Supria, Didik Suardi, Faisal, Guntur Songgolangit Suryo W, Gusti Sholihin, Hadi Soesanto, Hendra Gunawan, Herri Soedjarwanto, Huang Fong, Indros, Ipe Ma’aruf, Ivan Yulianto, Juni Wulandari, Ketut Nama, Koentjaraningrat, M. Daryono, Nabila Nisa Hafidzh (Nisa), Rangga Jalu Pamungkas, S. Sudjojono, Sigit Raharjo, Soenarto Pr., Sri K. Hidayat, Subroto Sm.
Seniman anak:
Alissa Herliyanti, Astrid Olivia Fitriyani Tama, Cut Putri Nur Syifa, Frandhie Kireina Adining, Jennifer Sharon, Kirani Halimah Nursyifa, Lembayung Jingga Ramadhan, Lovely Jemmy Charter, Muhammad Rakha Firjatullah, Putri Ramadhaniar Sanjaya, Rafael Demetrio Banyubiru, Raphael Jason Immanuel, Sakha Farras Martin, Sansa Ashviya Al Rasyid, Shelina Mahika Surya, Lembayung Jingga Ramadan, Kilau Biru Bulan.
Frans Sartono & Efix Mulyadi
Kurator Bentara Budaya