Pameran Lukisan Koleksi Bentara Budaya
“Wajah Anak Dalam Lintasan Waktu”
Pambukaan pameran: Kamis, 11 Juni 2026 pukul 16.00 WIB oleh Prof. Dr. Abudl Mu’ti, M.Ed.
(Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia)
Pameran berlangung: 12 Juni – 17 Juli 2026 pukul 10.00 – 17.00 WIB (Hari Sabtu, Minggu, Libur Nasional Tutup)
Tempat: Bentara Budaya Art Gallery, Menara Kompas Lt. 8, Jl. Palmeran Selatan No. 21 Jakarta Pusat
Anak dalam Lintasan Waktu
Pameran koleksi Bentara Budaya kali ini bertajuk Anak dalam Lintasan Waktu. Dari 33 karya yang terpasang di Bentara Budaya Art Gallery ini, kita melihat bagaimana anak-anak dari masa ke masa berada di tengah gelombang yang dimainkan tangan-tangan sejarah; oleh tangan-tangan kekuasaan. Mereka terombang-ambing oleh situasi di sekitarnya. Meski demikian, ada satu kehebatan anak yaitu mereka tidak kehilangan semangat hidup; selalu ada energi gembira, pada situasi sekeras apapun yang melingkupi mereka.
Dalam “Gerilya” karya S. Sudjojono, seorang anak balita di masa revolusi berada di antara para pejuang bersenjata. Di zaman pembangunan, anak-anak bermain mobil-mobilan dari kayu di ibu kota, seperti dalam lukisan Dede Eri Supria “Anak-anak Ibu Kota” (1985). Anak-anak polos dengan pandangan mata tak berdosanya melihat ekonomi negerinya anjlok dan menukik tajam dalam karya Yuswantoro Adi dalam “Menukik”. Di zaman edan anak-anak diperjualbelikan sebagai “Komoditi Ekspor” karya Sigit Raharjo.
Anak-anak rakyat kelas bawah ikut berjuang dengan sang ibu dalam karya Hendra Gunawan “Bakul Wayang”. Bayi itu menyusu sang ibu di samping panggung yang menjadi penghidupan sang ibu. Bocah kecil juga harus ikut keliling kota mengamen seperti digambarkan Wardojo dalam “Siteran”.
Anak Melukis
Bersamaan dengan pameran koleksi “Anak dalam Lintasan Waktu”, Bentara Budaya juga menggelar pameran lukisan karya anak. Pameran diikuti peserta mulai dari usia 6 tahunan hingga 16 tahunan. Mereka mengirimkan lukisan dengan tema bebas. Dari perbedaan usia, tampak peserta menggambar apa yang mereka tahu; ada yang menggambar apa yang mereka lihat. Ada juga menggambar apa yang mereka rasakan. Lewat menggambar mereka bercerita tentang apa saja. Tentang dunia di sekitarnya, juga tentang khayalan, dan impian-impian mereka.
Peserta berusia 15 tahun menggambar lingkungan sekitar rumah. Ada sederetan rumah dengan jalan lurus. Meski tidak tampak satu orang pun pada gambar itu, akan tetapi ia menyertakan catatan: “Aku suka lingkunganku yang damai; tidak banyak ibu-ibu yang menggosip. Semua senang di dalam rumah…”
Karya-karya peserta dalam rentang usia 6-16 tahun di pameran ini, tampak medium gambar menjadi medium komunikasi. Bahkan, ada yang menggunakan medium lukisan untuk menyinggung situasi. Katakanlah menyampaikan kritik sosial ala anak tentang tetangga yang suka menggosip.
Semoga mereka dapat terus bergembira bereksplorasi melepaskan emosi lewat menggambar. Biarlah jiwa mereka merdeka dalam menggambar…
Frans Sartono & Efix Mulyadi
Kurator Bentara Budaya
Lukisan Koleksi Bentara Budaya:
Agus Handoko, Agus Salim, Argo Nunggal, Budiyana, Dede Eri Supria, Didik Suardi, Faisal, Guntur Songgolangit Suryo W., Gusti Solihin, Hadi Soesanto, Hendra Gunawan, Herri Soedjarwanto, Indros, Ipe Ma’aruf, Ivan Yulianto, Juni Wulandari, Ketut Nama, Koentjaraningrat, M. Daryono, Nabila Nisa Hafidzh (Nisa), Rangga Jalu Pamungkas, S. Sudjojono, Sigit Raharjo, Soenarto Pr., Sri K. Hidayat, Subroto Sm., Sudarso, Sugiono, Tijo Ism., Trubus Soedarsono, Wardojo, Yuli Kodo, Yuswantoro Adi.
Seniman Anak:
Agatha Lynnelle Tandean, Alissa Herliyanti, Annisa Faiha Mudhiyah, Astrid Olivia Fitriyani Tama, Chelsea Mufida Salsabila Rangan, Fabain Sharen, Gwenny Keinaa Paembonan, Jennifer Sharon, Kirani Halimah Nursyifa, Kilau Birubulan, Lembayung Jingga Ramadhan, Loveley Jemmy Charter, Nabila Sanchia Rahman, Putri Ramadhaniar Sanjaya, Rafael Demetrio Banyubiru, Sansa Ashviya Al Rasyid, Shelina Mahika Surya.