Pameran Seni Print Kain CAP BIRU SANTUNG
Pembukaan pameran: Minggu, 15 Februari 2026 pukul 19.00 WIB
Pameran berlangsung: 16-28 Februari 2026 pukul 10.00-21.00 WIB
Tempat: Bentara Budaya Yogyakarta, Jl. Suroto No. 2, Kotabaru, Yogyakarta
Seni Budaya Cina masuk ke Asia Tenggara sejak awal abad ke-4 Masehi, termasuk ke Indonesia. Pengaruh seni budaya Cina yang berakulturasi dengan budaya Nusantara cukup banyak, mulai dari bahasa, seni, makanan, dan lain-lain. Menyambut Tahun Baru Imlek 2026 dengan shio Kuda Api, kami menampilkan Seni Foto Print Kain Cap Biru, salah salah satu hasil kesenian kuno dari Cina tengah.
Tutup Celup
Tutup celup atau resist adalah teknik kuno dalam mewarnai kain yang telah dikenal sejak zaman Firaun di Mesir dan tersebar ke Asia, termasuk Cina. Teknik ini pada prinsipnya berupa kain ditutup dengan lilin atau lem hingga mengering, sebelum kemudian dicelup atau diwarnai. Proses selanjutnya, lilin penutup dilarutkan dengan air panas sehingga motif kainnya nampak. Proses batik juga menggunakan Teknik tutup celup, hanya bedanya malam atau lilin dipanaskan dengan api, dan menggunakan canting untuk membatiknya. Sedangkan dalam pembuatan Kain Cap Biru, mula-mula pola dibuat mengikuti lubang-lubang pada karton yang telah dipalit dengan minyak Tung atau getah buah kesemek.
Karton ini kemudian diletakkan di atas kain putih, setelah itu dipalit dengan semacam kanji dari kapur dan tepung. Selanjutnya kanji itu ditekan dengan pisau pahat supaya masuk ke dalam lubang-lubang lukisan dan melekat di atas kain putih. Setelah kanji kering, kain itu dicelup ke dalam nila dan diangin-anginkan. Kemudian kanji itu dibuang (direbus) dan kain putih tersebut menjadi bergambar.
Gambar-gambar kain cap biru yang kami pamerkan ini berasal dari berbagai daerah di Tiongkok tengah, antara lain Provinsi Hunan, Zhejiang, Jiangsu, Hubei, Sensie, Hebei, Shandong, Ciangsi, dan Anhui. Kami memilih daerah Santung atau Shandong mewakili produsen kain cap biru ini karena kata “santung” lebih familier pada masyarakat Indonesia dengan produk kain santung yang banyak dipakai sebagai bahan pakaian.
Selain mengenalkan budaya Tionghoa dengan pameran Kain Cap Biru, sebenarnya kami ingin teknik dan cara pembuatan kain cap biru ini diadopsi oleh seniman-seniman batik atau perajin kain untuk mengembangkan dan memperkaya teknik pembuatan batik atau cap batik. Karena bahan- bahan pembuatan kain cap ini lebih ramah lingkungan, seperti bahan capnya dari karton dan lem kanji serta pewarnanya alami bukan dari pewarna kimia. Kita berkewajiban untuk menjaga lingkungan untuk kelangsungan generasi yang akan datang.
Yogyakarta 29 Januari 2026
Hermanu (Kurator Bentara Budaya)