AC Andre Tanama Solo Exhibition
“STILL: Silent/World”
Penulis: Seno Gumira Ajidarma
Pembukaan: Kamis, 12 Februari 2026, pukul 17.00 WIB
Pameran berlangsung: 13 Februari-12 Maret 2026, pukul 10.00-17.00 WIB (Sabtu-minggu dan hari Libur Nasional tutup)
Tempat: Bentara Budaya Art Gallery, Menara Kompas Lt. 8. Jl Palmerah Selatan No. 21 Jakarta 10270
Gwen Silent: Suara Sang Hening
Gwen bisa tampak sebagai sosok perempuan kecil, lembut, tanpa indra mulut, dengan mata terkatup. Namun, dalam perjalanan selanjutnya, Gwen hadir dengan mata yang melek, bahkan terbuka lebar—tetap tanpa mulut.
Gwen Silent, demikian nama lengkapnya, bagi AC Andre Tanama adalah fragmen keheningan. Dalam setiap karya tersimpan ingatan—ingatan rasa, ingatan pengalaman hidup. Bukan hanya milik sang seniman, melainkan milik kita semua. Di dalam tumpukan kenangan itu terdapat perlakuan orang terhadap kita, persepsi dan sikap yang diarahkan pada diri kita, juga pergulatan hidup sejak masa kanak-kanak hingga dewasa. Gwen Silent juga memuat kepingan-kepingan refleksi batin yang lahir dari proses perenungan.
Karya-karya dalam pameran ini bisa dialami sebagai ruang untuk diam sejenak. Pengunjung diharapkan dapat merasakan, mengalami, dan tinggal bersama karya tanpa perlu tergesa-gesa menarik kesimpulan. Judul Still: Silent/World merupakan penegasan bahwa Gwen Silent masih ada, meski sempat dikira hilang. Silent/World juga menjadi sikap untuk memilih tidak tergesa. Silent tidak dimaknai sebagai kekosongan, melainkan sebagai suwung, sebagai ruang hening tempat makna tumbuh secara perlahan.
Proses berkarya Andre biasanya berawal dengan mendengarkan. Ia mendengarkan mediumnya, mendengarkan rasa, serta memberi ruang bagi apa yang barangkali ingin muncul. Bagi Andre, proses itu bukan soal cepat atau lambat, melainkan tentang hadir sepenuhnya.
Dalam laku kesenimanannya, Andre pernah mempertanyakan dirinya, bahkan menggugat praktik keseniannya: apakah ia sungguh telah benar-benar berkarya? Pergulatan batin dan pikiran itu berlangsung selama sepuluh tahun, dari 2013 hingga 2023. Ketika ia seperti terlahir kembali, Gwen pun hadir dengan mata terbuka.
Gwen Silent adalah fragmen keheningan yang memuat rasa-rasa yang ia alami. Karya-karya Andre menjadi ruang yang terbuka untuk siapa saja. Di dalamnya terdapat dinamika yang terus bergerak, termasuk masa hiatus selama satu dekade. Apa yang semula terasa sebagai jawaban, ternyata masih dapat berkembang dan kembali dipertanyakan.
Bagi Andre, muara proses seninya itu adalah rasa syukur. Rasa inilah yang terus ia upayakan untuk dituangkan dalam karya. Apa pun latar belakang pengalaman tersebut, semuanya bermuara pada syukur. Bahkan apa yang dahulu terasa pahit dan menyiksa, bertumbuh menjadi rasa syukur. Mata Gwen Silent pun mulai terbuka. Pengalaman sepahit apa pun membuat Andre kian terbuka pada dunia dan terhadap realitas.
Gwen Silent yang membuka mata adalah Gwen yang telah mampu menerima, memaafkan, dan memaknai apa yang dulu pahit dan menyakitkan. Hitam tidak sepenuhnya hitam, dan putih tidak sepenuhnya putih. Ia memahami bahwa ada hal-hal yang tak dapat segera terjawab. Meski Andre kini menghadirkan Gwen dengan mata terbuka, ia tetap melukis Gwen dengan mata terpejam. Namun, diproses dan dimaknai dengan rasa yang berbeda. Mungkin karena Andre sendiri telah berubah. Ia meyakini bahwa karyanya tak mungkin berubah jika dirinya tidak berubah. Ia juga percaya bahwa semua karena Sang Pencipta menyertainya.
Frans Sartono
Bentara Budaya
Baca juga: Berkontemplasi Bersama Gwen
Baca juga: Gwen: Suara Sang Sunyi
Baca juga: Dari Cara Kerja Tanama
Baca juga: STILL: Silent/World