Jubing dikenal sebagai gitaris fingerstyle, yang menarikan jari-jemarinya pada gitar akustik berdawai nilon yang mampu menciptakan sebuah konser kecil. Ia memang pintar menghadirkan sebuah suasana melalui beragam teknik bermain gitar yang dinamis dan terbilang rumit. Penampilannya kali ini adalah peluncuran albumnya yang keempat untuk solo gitar berjudul “Kaki Langit” diambil dari salah satu komposisi ciptaannya pada album ini. Kaki Langit, atau horizon, menggambarkan perjalanan melintasi sebuah jalan raya yang membelah padang luas yang kosong, yang terlihat hanyalah kaki langit atau cakrawala. Menurut Jubing, album ini berbeda dengan tiga album sebelumnya. Pertama, semua karya baik komposisi asli maupun aransemen sepenuhnya baru. Kedua, ia ingin bermain suling rekorder pada dua lagu. Namun gagasan utamanya tetap yaitu menyajikan musik dari sebuah gitar akustik nilon. Hanya tiga dari 15 trek yang diisi permainan lebih dari satu gitar. Tiga lagu ditampilkan untuk menghormati tiga pencipta lagu legendaries yaitu Is Haryanto, Gesang dan AT Mahmud yang meninggal pada 2010. Jubing menampilkan lagu “Rek Ayo Rek” yang riang jenaka, “Bengawan Solo” yang diubah berirama swing, dan “Gembira Berkumpul” yang meriah dengan imbuhan perkusi gitar, suling dan vocal oleh Reda Gaudiamo. Jubing juga menampilkan lagu karya Lennon/McCartney (Blackbird), Bee Gees (Emotion), Queen (We Are the Champion) dan musik Barok karya Pachelbel (Canon). Notasi musik bisa dilihat di www.jubing.net. Video di www.youtube.com/user/jubingfantasy.