Warta Bentara

1 . 2 . 3 . 4 . 5
  • Ambyarnya Kaum Patah Hati

    Kepergian Didi Kempot pada 5 Mei 2020 membekaskan kenangan akan lagu-lagu cinta yang ambyar. Lagu cinta memang menjadi menu utama sepanjang sejarah musik pop, dangdut, keroncong, sampai campursari. Didi Kempot bermain di ranah itu. Entah itu cinta yang bikin bungah, atau bikin hati ambyar, lagu Didi tetap membahagiakan pendengarnya....

  • Jurnalisme dan Bentara Budaya

    Jurnalisme tak terpisahkan dari Bentara Budaya yang dilahirkan oleh koran Kompas pada tahun 1982 di Yogyakarta. Ketika itu Sindhunata yang pertama kali memunculkan ide Bentara Budaya, dan mengusulkan pada Jakob Oetama selaku pimpinan Kompas. Lahirnya Bentara Budaya memang tidak direncanakan secara terkonsep dari awal. Kala itu Sindhunata melihat ada ruangan di Toko Buku Gramedia, Jalan Jenderal Sudirman, yang kosong dan hendak disewakan. Tebersit gagasan untuk memanfaatkan ruangan tersebut sebagai tempat berekspresi seni, terutama karya seni yang terpinggirkan. Maka sejak itu berfungsilah ruangan tersebut sebagai ruangan Bentara Budaya....

  • FINALIS TRIENNIAL SENI GRAFIS INDONESIA VI - 2018

    Pada 11 Maret 2019 bertempat di Bentara Budaya Jakarta, telah dilakukan penilaian dan pemilihan terhadap 50 karya asli semifinalis.

    Dewan juri telah berhasil menetapkan 30 finalis dari 307 karya yang masuk. 30 finalis ini berhak mengikuti penjurian tahap ketiga....

  • SEMIFINALIS TRIENNIAL SENI GRAFIS INDONESIA VI - 2018

    Pada hari Kamis, 13 Desember 2018 bertempat di Bentara Budaya Jakarta, telah dilakukan penilaian dan pemilihan terhadap ratusan karya seni grafis yang dikirim dari berbagai negara.

    Dewan juri telah berhasil menetapkan 50 semifinalis dari 307 karya yang masuk. 50 semifinalis ini berhak mengikuti penjurian tahap kedua....

  • Pengumuman Lomba Cipta Lagu Anak Dendang Kencana 2017

    Kompas Gramedia menyelenggarakan Lomba Cipta Lagu Anak se-Indonesia yang periode pendaftarannya ditutup pada 18 Juli 2017. Lomba yang ditujukan bagi para guru sekolah formal berbagai jenjang pendidikan ini dimaksudkan untuk menggali potensi penciptaan lagu yang sesuai bagi tumbuh-kembang anak serta dapat diterapkan dalam dunia edukasi kita....

  • Workshop Musik dan Vokal

    ...

  • Lomba Cipta Lagu Anak - Dendang Kencana 2017

    Ketentuan Lomba Cipta Lagu Anak - Dendang Kencana 2017...

  • Workshop Cipta Lagu Anak

    DENDANG KENCANA, menilik arti katanya Dendang yang berarti nyanyian riang dan Kencana yang berarti emas, AT Mahmud, sang pemberi nama Dendang Kencana, bermaksud menyampaikan pesan bahwa ungkapan perasaan yang jujur, senang dan gembira dimiliki oleh anak-anak yang bersuara emas, melalui nyanyian. Nama ini dijadikan nama program yang dijalankan oleh Kompas Gramedia pada tahun 1990 hingga 1996....

1 . 2 . 3 . 4 . 5

Peristiwa Budaya

1 . 2
  • Wayang Nunggak Semi

    Nunggak semi kiranya adalah tema yang tepat untuk menggambarkan perjalanan seni Subandi Giyanto sampai pada pameran tunggalnya di Bentara BudayaYogyakarta bulan Mei ini. Dalam khazanah Jawa, nunggak semi adalah kebijakan untuk terus mengembangkan kebudayaan, tanpa menghilangkan akar dari kebudayaan itu sendiri. Tunggak adalah batang pohon yang telah ditebang. Meski sudah ditebang, tunggak itu terus bersemi tiada henti. Seharusnya kebudayaan juga demikian. Kebudayaan akan mati, jika tidak berkembang. Namun kebudayaan juga akan menghilang pula, bila tidak bisa dipulangkan kepada akar atau tunggaknya. Sambil berkembang, sekaligus menyandarkan dirinya pada tunggaknya, kebudayaan akan bersemi dengan indah.
    Kebudayaan yang baik, indah dan luhur pastilah kebudayaan yang nunggak semi. Nunggak semi macam itulah yang bukan hanya diugemi, diyakini, tapi juga dijalankan oleh Subandi. Subandi adalah seniman modern yang setia pada wayang. Sejak kecil, ia sudah bergulat dengan wayang. Semasa dewasa, ketika ia sudah mencecap pengetahuan seni modern, ia tetap mengembangkan seninya bersama dengan wayang. Dan wayang bukan hanya keseniaannya tapi juga menjadi wahana, di mana ia dan keluarganya menggantungkan hidup dan nafkahnya. Pada hidup dan seni Subandi, wayang itu terus menerus me-nunggaksemi....

  • Semarang dalam Karya Nh. Dini

    Sebagai bagian dari upaya mengenang sastrawan Nh. Dini yang berpulang pada 4 Desember 2018, Bentara Budaya menggelar serangkaian obituari di 4 kota, yakni diawali di Jakarta, Solo, Denpasar, dan ditutup di Semarang, kota kelahiran sang pengarang.

    Acara ini bukan hanya diniatkan demi mengingat sosok Nh. Dini melainkan juga untuk turut mendekatkan karya-karyanya terhadap khalayak luas, khususnya para pembaca muda. Sepanjang hidupnya, Nh. Dini telah menulis puluhan buku yang telah mewarnai perjalanan kesusastraan di Indonesia. Beberapa judul yang dikenal dan dipujikan antara lain Pada Sebuah Kapal (novel, terbit pertama kali 1972), La Barka (novel, terbit pertama kali 1975), Padang Ilalang di Belakang Rumah (novel, terbit pertama kali 1978), Keberangkatan (novel, terbit pertama kali 1987) dan sebagainya. Khusus untuk kegiatan di Semarang, topik diskusi yang diangkat adalah Semarang dalam Karya NH Dini....

  • PRESS RELEASE: DENDANG KENCANA 2017

    Ingatkah Anda pada era tahun 70-90an saat kanal hiburan televisi satu-satunya di Indonesia, TVRI, sering sekali menyiarkan acara untuk anak-anak? Mulai dari jenis acara drama, kuis, hiburan dan pengetahuan untuk anak hingga penayangan klip lagu anak-anak. Pada masa itu, kita kenal banyak sekali lagu anak-anak yang populer seperti Naik Delman, Balonku, Topi Saya Bundar, Dua Mata Saya, Lihat Kebunku, Tik-tik Bunyi Hujan, Ambilkan Bulan, Anak Gembala, Libur Tlah Tiba, Amelia, dan masih banyak lagi....

  • Darsi, dan Nasib Wayang Orang Sriwedari

    Darsi Pudyorini, legenda Wayang Orang Sriwedari meninggal dunia hari Minggu, 15 Mei 2016 dalam usia 83 tahun. Meninggalnya Darsi seakan menambah kelam kisah Wayang Orang Sriwedari yang pementasan cenderung sepi dari penonton. Selain itu status tanah Sriwedari kini masih bermasalah....

  • Kho Ping Hoo, Penulis Solo yang Terpinggirkan

    Tanggal 17 Agustus adalah hari kelahiran Kho Ping Hoo. Ia dikenal sebagai ikon pengarang cerita silat Indonesia dengan karya-karya yang sangat digemari berdekade-dekade, hingga kini. Tapi, Kho Ping Hoo juga menyimpan tragedi dalam kesastraan Indonesia. Ada kesan Kho Ping Hoo laksana aib yang harus ditutupi kesastraan Indonesia karena berbagai faktor yang membuatnya termarginalkan di dunia sastra. Kho Ping Hoo “dijajah“ oleh teori-teori dan politik kesastraan yang berakibat dia tak masuk dalam lingkup sastrawan....

  • Goyang Dombreng di Bentara Budaya Yogyakarta

    Pada masa lalu, jenis permainan ayunan, misalnya dari kayu, banyak diproduksi, meskipin sekarang tak lagi mudah ditemukan. Berangkat dari permainan yang bergerak tersebut, para perupa Yogya mengeksplorasi permainan ayunan itu dalam karya seni rupa, yang disebut sebagai seni rupa gerak....

  • GM Sudarta Rasa Kemanusiaan dari Klaten

    Semakin bertambah usia, semakin produktiflah GM Sudarta. Kartunis kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 20 September 1945, ini akan mengadakan pameran lukisan di Bentara Budaya Jakarta, 12-21 Agustus mendatang. Bulan berikutnya ia berencana meluncurkan kumpulan cerpen....

  • Bentara Budaya Bali Putar Film Sidney Lumet

    Program sinema Bentara Budaya Bali (BBB) bakal kembali menghadirkan film-film karya sutradara kenamaan Amerika, Sidney Lumet, yang dibintangi oleh Al Pacino, pada Jumat-Sabtu, 17-18 Juni 2011....

1 . 2