Soerono

Bernama lengkap RM Soerono Hendronoto. Berbeda dengan kakaknya, seniman Sapto Hoedoyo, yang lebih mengembangkan seni komersial, Soerono adalah sosok pelukis idealis. Utusan Adam Malik pun pernah ditolak ketika hendak membeli lukisannya. Menurut anak ketiganya, Saptuti, hampir sepanjang hidup pelukis kelahiran Cilacap 22 Agustus 1914 ini, dihabiskan untuk melukis. Menurut putri bungsunya, Peksi Brita, karena alasan agar bisa hidup hanya untuk melukis, pada tahun 1970-an, selama 10 tahun lebih, Soerono menyepi dengan hidup menyendiri di Celuk dan di kawasan pantai Kuta, Bali. Pun ketika penyakit stroke menyerangnya tahun 1980, Soerono terus berkarya walau hanya mampu melukis dengan tangan kirinya.

Kegiatan melukis baru berhenti setelah dua pekan usai merayakan ulangtahunnya yang ke-86. Kala itu Soerono lumpuh dan hanya mampu tidur telentang di kamarnya. Dan sekitar dua bulan sejak kelumpuhannya, pelukis yang juga pernah menjadi perancang Oeang Repoebliek Indonesia (ORI) ini meninggal dunia, Selasa, 3 Oktober 2000.