09 Agustus 2011 / berita
Semakin bertambah usia, semakin produktiflah GM Sudarta. Kartunis kelahiran Klaten, Jawa Tengah, 20 September 1945, ini akan mengadakan pameran lukisan di Bentara Budaya Jakarta, 12-21 Agustus mendatang. Bulan berikutnya ia berencana meluncurkan kumpulan cerpen.
17 Juni 2011 / berita
Program sinema Bentara Budaya Bali (BBB) bakal kembali menghadirkan film-film karya sutradara kenamaan Amerika, Sidney Lumet, yang dibintangi oleh Al Pacino, pada Jumat-Sabtu, 17-18 Juni 2011.
18 April 2011 / ulasan
...seringkali posisi penyair atau penulis sastra lainnya dipolitisi oleh beberapa hal. Hal pertama sejauh mana dia membangun jaringan dengan orang lain, hal ke dua sejauh mana isu yang diangkat dalam tulisannya, sedang hal yang berikutnya adalah masalah yang sedang hangat yaitu, apa jenis kelamin penulis tersebut?
15 April 2011 / berita
Emiria Soenassa tidak hanya meninggalkan lukisan, tetapi juga mitos tentang kehidupannya yang misterius. Kini 46 tahun sesudah kepergiannya, lukisan dan kisah hidup Emiria ditampilkan kembali dalam pameran bertajuk "Masa Lalu Selalu Aktual".
15 April 2011 / berita
Wanita Sulawesi, an oil on canvas by Emiria Soenassa, from the collection of Iskandar Waworuntu.: Courtesy of Bentara Budaya Jakarta Emerging as a liberated female artist from an era dominated by men seeking a national style but whose themes and imagination were limited to Java, Emiria Soenassa became the first and only artist who, in the quest for a new nation, had the imagination to depict a modern, united Indonesia in its multifaceted diversity.
15 April 2011 / berita
EMIRIA Soenassa adalah sebuah nama dari masa silam. Ia hidup pada 1891-1964. Ia menorehkan namanya pada 1940-an di sejumlah lukisannya hingga dikenal sebagai pelopor perupa perempuan Indonesia. Pada masanya, dia cukup dekat dengan sosok S. Soedjojono karena aktivitasnya di kelompok Persagi (Persatoean Achli Gambar). Nama itu bangkit kembali melalui lukisan-lukisannya yang disimpan dan dirawat dua kolektornya, dr Oei Hong Djien dan Iskandar. Dan, lebih-lebih selama sepekan (22-30 Oktober 2010) sejumlah 28 lukisan Emiria dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta.
09 April 2011 / berita
Manajemen ruang seni merupakan persoalan yang tidak pernah selesai untuk dibicarakan. Yogyakarta yang menjadi kota seniman, merasa tidak pernah cukup dalam hal pemenuhan kebutuhan terhadap ruang seni. Jumlah seniman dengan ruang yang ada tidaklah sebanding. Beberapa memang telah bermunculan seperti Sangkring Art Space, Jogja Gallery, Langgeng. Namun, belajar dari beberapa ruang seni terdahulu, maka tata kelola ruang seni menjadi isu yang selalu menarik untuk dipelajari.Pada acara Bincang Seni yang digelar oleh Bentara Budaya Yogyakarta, 2 April 2011, hadir dua narasumber perempuan yang telah cukup lama mengelola ruang seni, ialah Dyan Anggraini mantan Direktur Taman Budaya Yogyakarta, dan Mella Jaarsma pengelola dan pemilik Rumah Seni Cemeti. Melalui moderator Anggi Minarni, bincang seni ini dihadiri sekitar 70 pengunjung, dan menjadi sangat menarik karena tantangan bagi kedua perempuan tangguh ini sangat berbeda.
31 Maret 2011 / berita
Perkembangan sastra modern Indonesia tidak lepas dari peran kesusastraan Melayu yang dimulai dari kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sastrawan di sana memberi sumbangan penting sastra yang terus diwariskan.Peran sastra Melayu itu dibahas dalam buku Dermaga Sastra Indonesia, Kepengarangan Tanjungpinang dari Raja Ali Haji sampai Suryatati A Manan. Buku itu diluncurkan di Bentara Budaya Jakarta Selasa (29/3) malam dan dibahas oleh Budi Darma, sastrawan dan Guru Besar Universitas Negeri Surabaya; serta Abdul Hadi WM, sastrawan dan Guru Besar Universitas Paramadina.
02 Maret 2011 / berita
Patut dipertanyakan mengapa setelah era Orde Baru yang represif tidak bermunculan karya – karya fiksi realis yang dengan tersurat menyuarakan isu – isu social di masyarakat. Meski demikian, sastra di setiap zaman, termasuk saat ini, tetap dipandang terlahir dari kompleksitas situasi yang terus menerus berkembang secara dinamis dan tentu saja tak tertolak bagi kehidupan kita. Itulah yang diungkapkan oleh DR. Nyoman Darma Putra, dosen Fakultas Sastra Universitas Udayana, pada acara Diskusi Buku ‘Awas Kucing Hilang’ karya Rayni Massardi di Bentara Budaya Bali, Senin 28 Februari 2011 yang lalu. Sebelum dialog budaya berlangsung, penyair terkini Bali yakni Eka Pranita Dewi membacakan salah satu cerpen dalam buku ini sebagai pembuka.
02 Maret 2011 / ulasan
Dalam setahun terakhir, kerajinan keramik Singkawang, Kalimantan Barat, terpuruk karena tidak bisa bersaing dengan produk sejenis dari China. Padahal, kerajinan Keramik Singkawang pernah menjadi produk ekspor ke Malaysia dan Filipina.