Lukisan
1940-1960    |     1960-1980    |     1980-2000    |     Lukisan Bali
Periode 1940-1960
Foto lukisan
Affandi
Pelabuhan Hongkong, 1970, 106 x 100 cm, Cat minyak di atas kanvas

Goresan Affandi memang unik. Ia memang percaya betul pada kelangsungan penyaluran emosi pada saat melukis. Untuk alasan yang sama, ia sering melukis langsung di lokasi, bukan di studio. Maka, tak heran peran kuas menjadi sangat berkurang dalam kanvas lukisannya. Percampuran warnapun cenderung menjadi bercak-bercak warna yang tidak merata, dengan bekas tekanan, gosokan jari, atau bahkan telapak tangan dan, tentu saja torehan pasta cat yang membentuk garis terang dan tebal sebagai hasil plototan langsung dari tabungnya (tubisme). Dengan semua itu, Affandi hampir selalu berhasil menghadirkan suasana penuh gerak dalam lukisan-lukisannya. Pencitraan serupa juga terlihat dalam lukisan Pelabuhan Hongkong ini. Dibuat pada tahun 1970, lukisan ini masuk dalam deretan karya-karya Affandi pada periode puncak kariernya, ketika ia sangat produktif dan secara kreatif menghadirkan tema-tema realismenya yang khas.

  • Gerilya, 1990, 250 x 40 cm, Cat minyak di atas kanvas
  • Berjemur di Matahari, 1990, 120 x 80 cm, Cat minyak di atas kanvas
  • Anak-anak Sasak, 1990, 69 x 48, 5 cm, Cat minyak di atas kanvas
  • Cap Go Meh, 1990, 89 x 79 cm, Cat minyak di atas kanvas
  • Nenek dari Peliatan, 1987, 100 x 100 cm, Charcoal di atas kanvas
  • Pesta Nikah II, 1987, 37 x 51 cm, Cat air di atas kertas
  • Bakul Yogya, 1986, 77 x 108 cm, Cat minyak di atas triplek
  • Bukit Gersang, 1982, 96 x 72 cm, Cat minyak di atas kanvas
  • Dapur, 1981, 96 x 145 cm, Cat minyak di atas kanvas
  • Potret Diri, 1981, 65 x 50 cm, Cat minyak di atas kanvas
halaman :   1  2   3   4 
Affiliasi:
Dewan Kesenian Jakarta Galeri Nasional KELOLA Indonesia Art News
Copyright © 2005 - 2008 Bentara Budaya. All rights Reserved.