Inilah potret diri Sudjojono dan Rose Pandanwangi bukan secara "close up" tapi seolah terdampar di tengah sebuah panorama yang ganjil dan penuh misteri. Sudjojono yang berjongkok dengan pipa cangklong bertengger di bibir, dan Rose yang bergaun putih berdiri, lukisan ini memperkuat kesan surealistis, aneh, mencekam sekaligus misterius. Dengan menonjolkan unsur jiwa ketok yang diwakili dalam sapuan garisnya yang bercitra tegas, lugas, dan mementingkan greget, Sudjojono menggambarkan batu karang dengan permukaan kasar dan tanah gersang dalam cahaya matahari senja dengan menambahkan efek bayangan pada benda-benda yang tertimpa sinar matahari.