Dalam gambaran Soerono, pantai tidaklah selalu putih pasir, biru langit, atau bening riak gelombang. Pantai bisa pula tampil sebagai tempat yang bercitra wingit, angker. Di sana langit tampak tak beda dengan gulungan ombak yang menggelantung di atas batas cakrawala. Dataran seakan menawarkan warna menawan, kuning keemasan. Namun, di sana pula bermukim perbukitan tak bertuan dalam wujud bayangan hitam menyeramkan. Bahkan, dari dekat arah mata memandang, hijau rerumputan dan kesegaran kali air tawar tak sedikitpun menawarkan kehidupan. Suasana pantai yang benar-benar sunyi dan mati seiring dengan kesendirian hidup Soerono.