Goresan Affandi memang unik. Ia memang percaya betul pada kelangsungan penyaluran emosi pada saat melukis. Untuk alasan yang sama, ia sering melukis langsung di lokasi, bukan di studio. Maka, tak heran peran kuas menjadi sangat berkurang dalam kanvas lukisannya. Percampuran warnapun cenderung menjadi bercak-bercak warna yang tidak merata, dengan bekas tekanan, gosokan jari, atau bahkan telapak tangan dan, tentu saja torehan pasta cat yang membentuk garis terang dan tebal sebagai hasil plototan langsung dari tabungnya (tubisme). Dengan semua itu, Affandi hampir selalu berhasil menghadirkan suasana penuh gerak dalam lukisan-lukisannya. Pencitraan serupa juga terlihat dalam lukisan Pelabuhan Hongkong ini. Dibuat pada tahun 1970, lukisan ini masuk dalam deretan karya-karya Affandi pada periode puncak kariernya, ketika ia sangat produktif dan secara kreatif menghadirkan tema-tema realismenya yang khas.