|
|

31 Agustus 2010
Program konversi energi yang dilancarkan pemerintah lewat penggantian minyak tanah dengan gas elpiji, namun belakangan berubah jadi momok yang menebar teror di kalangan rakyat kecil, telah menginspirasi kalangan kartunis. Tabung gas ukuran 3 kg berwarna merah putih dengan sumbu yang menyala, diberi judul “Konversi Bom”.Itu adalah cara kartunis Nassirun menyampaikan kritiknya. Seperti juga Agoes Jumianto yang melukiskan tabung gas bergambar peta Indonesia dengan sumbu menyala yang mengorbit di angkasa. Atau Basnendar yang melukiskan ular penggoda Adam dan Hawa tampak tercengang karena buah apel itu kini berganti jadi tabung gas. Ada pula ide Agung: tabung gas dilindungi helm SNI.Karya-karya di atas tampil dalam pameran kartun bertajuk “Jogja-Kartunhadining-Art” di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY), 14-22 Agustus 2010. Agak berbeda dari biasanya, yaitu kartun hitam-putih, kartun-kartun yang dipamerkan kali ini berwarna dan digambar di atas kanvas. Karena itu, pameran ini berlabel “kartun kanvas”. [lihat lebih lengkap]
04 Agustus 2010
Di forum pameran kerajinan, foto, dan pergelaran ”Indramayu dari Dekat”, yang digelar di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), 4-8 Agustus 2010, keuletan, kegigihan, kesederhanaan, sekaligus ketangguhan penari topeng Indramayu yang mendunia itu bisa dinikmati masyarakat Ibu Kota. [lihat lebih lengkap]
31 Juli 2010
Pertunjukan tanpa penonton; Empty Theatre, kata Krisna Murti. Dan pada akhirnya pertunjukan itu bukan hanya nirpenonton, juga tanpa tontonan. Sembilan tokoh wayang orang yang hadir dan bermain mendadak berpusing cepat dan berubah menjadi berjuta noktah dan lenyap. Atau, di adegan lain, Bagong, Kresna, dan Srikandi yang hadir di layar tiba-tiba meledak berkeping-keping dan hilang. Seperti sebuah bom tersimpan dalam tubuh masing-masing dan meledak bersama-sama.Itulah suguhan karya instalasi vi deo Krisna Murti di Bentara Budaya Jakarta pekan lalu. Berbagai tafsir bisa muncul. Mungkin Krisna berbicara tentang proses semesta yang tak mungkin ditolak: yang ada akan tiada. Lalu, ketika semesta pun lenyap, apa yang tinggal? Apa pula makna keabadian? Apa pula yang disebut "ada"? [lihat lebih lengkap]
31 Juli 2010
Lahir dari pasangan Saut H Sitompul dan Arta Ida Hutabarat, kita bisa menebak latar budaya AT Sitompul. Dengan tradisi yang kuat dan dipegang teguh, lelaki asal Pematangsiantar 25 September 1977 ini nekat untuk tinggal di Yogya dan memilih profesi sebagai seniman. [lihat lebih lengkap]
17 Juni 2010
Jangan dikira rinai hujan membubarkan antusias ratusan anak muda untuk lebur dengan musik Bondan Prakoso & Fade 2 Black (F2B). Musik dengan syair-syair berirama cepat alias rap, hip rock, rock ballad, funk, soul, reggae, bahkan keroncong sekalipun, membuat darah muda mereka membara. Gairahnya bergelora.Tampil di panggung terbuka halaman Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Rabu (16/6) malam, Bondan dan F2B yang beranggotakan Tito, Ari, dan Eza, lewat lagu-lagunya mencoba mengobarkan semangat anak muda. [lihat lebih lengkap]
29 Mei 2010
Tidak seperti kelompok musik lain, yang sudah bisa diketahui dengan jelas genrenya. Malire, kelompok seni yang memadukan musik Nusantara dan tradisi Barat, Kamis (27/5) malam di halaman Rumah Kudus Bentara Budaya Jakarta, menawarkan warna musik yang beda. [lihat lebih lengkap]
17 Mei 2010
”Ah, ini sekadar reka-rekaan saja, kayak di film-film Indonesia jenis film mistik dan horor itu, lho. Ratu Kidul menyamar jadi manusia. Jalan-jalan ke mal, belanja macem-macem. Lalu pulang lagi ke kerajaannya di kedalaman Laut Selatan,” ungkap Wara tentang karyanya yang dipajang dalam pameran seni rupa ”Ratu Kidul dan Dunia Mitos Kita” di Balai Soedjatmoko, Solo, 24-30 April 2010. [lihat lebih lengkap]
07 Mei 2010
Saking menarik dan mengundang rasa penasaran, sembilan komposisi lagu yang dibawakan Kulkul Band pada Bentara Pentas Musik, Kamis (6/5) malam di halaman Bentara Budaya Jakarta (BBJ), seperti tak cukup. Setelah diakhiri komposisi ”Welcome to Bali”, ratusan penonton masih berseru minta lagu lagi. Mereka tak hendak bubar sebelum ada komposisi lagu tambahan. [lihat lebih lengkap]
07 Mei 2010
Upaya Bentara Budaya Yogyakarta memamerkan gambar Umbul yang diberi tajuk Thong-thong Shot pada 1-9 Mei 2010 ini, tentu saja membuat posisi gambar umbul tersebut menjadi bernilai lebih dari sekadar media untuk bermain-main. Tampaknya, dalam konteks tertentu ada sisi nilai berharga dari kesan kehadiran gambar umbul yang kerap dianggap remeh-temeh. [lihat lebih lengkap]
04 Mei 2010
Aneka produk keramik Pejaten, khususnya dari Tantri, Durya, dan Kuturan, itu akan kembali dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Jalan Palmerah Selatan, 4-9 Mei 2010. Ini adalah pameran ketiga produk keramik Pejaten oleh BBJ setelah tahun 1987 dan 2005. [lihat lebih lengkap]
31 Agustus 2010 02 Agustus 2010 25 Mei 2010 19 April 2010 19 April 2010
|
|
|
|