16 Januari 2012
Perupa tak boleh kehabisan bengal untuk menjajal kemungkinan baru, mencari, dan mencari. Sebanyak 69 perupa di Yogyakarta menjadikan kencrung, alat musik khas keroncong, menjadimedium karya mereka. Tidak hanya menjadi penjelajahan rupa, kenakalan itu juga menjadi penjelajahan bunyi. [lihat lebih lengkap]
16 Oktober 2011
Sebuah lemari (mungkin) berjenis kelamin perempuan. Ruang di dalamnyatempat menyimpan segala rahasia. Mungkin ada pakaian, perhiasan, dan benda-benda kenangan yang sangat pribadi. Itulah ruang di mana sebagian kehidupan kita seolah dibekukan. Karya berjudul Living Legends ini menjadi salah satu karya yang dipamerkan dalam pameran ”Seven Recipes Dialoque”, 13-23 Oktober 2011, di Bentara Budaya Jakarta (BBJ). [lihat lebih lengkap]
18 September 2011
Kamis (15/9) malam hujan mengguyur Jakarta. Itulah hujan pertama setelah kemarau. Konser Sa’Unine String Orchestra, sebuah kelompok musik yang bermarkas di Yogyakarta, yang sedianya digelar di halaman Bentara BudayaJakarta (BBJ), terpaksa dipindah ke ruang galeri. Pemindahan yang mendadak akibat cuaca berhujan, itu sedikit menunda konser bertajuk ”Ngamen Tamasya 2011”. Perangkat 45 musisi yang memainkan berbagai alat gesek seperti violin, viola, cello, contra bass, dan beberapa alat lainnya pun mesti diboyong ke dalam ruangan. Bangku penonton diganti karpet lesehan di dalam ruangan. Hasilnya suasana ”ngamen” musik kamar justrumenguat. [lihat lebih lengkap]
28 Agustus 2011
Cukup mengucap kata Oom Pasikom berulang beberapa kali, Anda akan mendapatkan kata kebalikannya, Kompas. Dirgahayu Indonesia. Tikus-tikus bergentayangan di karpet merah yang membentang, naik sampai ke singgasana, bergelayutan sampai kesandaran. Pada sandaran singgasana terdapat lambang Garuda, yang terkesan kecil dan ringkih. Setidaknya kalau dibandingkan tikus-tikus yang besar, gagah, gemuk—orang menyebut tikus warok.Itulah karya instalasi GM Sudarta, karikaturis Harian Kompas, dikenal sebagai Oom Pasikom. Judulnya ”Corruptio Optimi Pesima” (pembusukan moral dari orang yang tertinggi kedudukannya). Dibuat dari bahan resin dengan ketelatenan menangani sampai pada detail bentuk, tikus-tikus itu kelihatan sangat realistis, seperti tikus beneran. Ketika pembukaan pameran, Dewi Motik yang ikut membuka selubung karya instalasi ini—sebelum pembukaanpameran karya tersebut diselubungi kain— menjerit kencang. Kaget oleh tikus berbahan resin yang ditabur di mana-mana. Instalasi ini berikut karya-karya GM Sudarta yang lain, lukisan dan kartun, dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), 12-21 Agustus lalu. Pameran menurut rencana akan dilanjutkan di Balai Sujatmoko, Solo, 4-10 Oktober mendatang. [lihat lebih lengkap]
15 Agustus 2011
Apa kabar Indonesia? Negara tetap mengisyaratkan kemakmuran dankewibawaan dengan gelaran karpet merah dan kursi kekuasaan.Sayangnya, di kursi itu tengah duduk seekor tikus. Dan, 19 tikus lainnya bertebaran di karpet yang bersih di bawahnya.Karya instalasi perupa GM Sudarta, lebih dikenal sebagai kartunis, yang digelar di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), 12-21 Agustus 2011, ini belumsempat diberi judul... [lihat lebih lengkap]
09 Agustus 2011
Pameran Ilustrasi Cerpen Kompas 2010 tahun ini terdiri atas 50 karya (dari 50 seniman) yang tampil berdesakan di dinding ruang galeri Bentara Budaya Jakarta (BBJ). Meskipun begitu, bukan berarti bahwa tradisi pameran yang sudah berlangsung sejak 2003 ini sekadar memajang ilustrasi. Memang, pada mulanya status semua karya itu adalah ”ilustrasi”-visualisasi dari cerpen yang dimuat saban hari Minggu di Kompas. Alih-alih, yang kita jumpai di situ justru adalah ”karya seni”. [lihat lebih lengkap]
20 Mei 2011
Adalah Barata Seno, melalui perenungan panjang mencuatkan daya kreeativitas hingga terlahir karya- karya busana berbahan baku kayu, seperti pakaian dalam wanita, kebaya, rompi, baju, tanktop, selen-dang, sepatu, dan sebagainya. Tentu saja, puluhan busana yang dipamerkan selama sepekan di Balai Soedjatmoko Solo, sejak Rabu malam, tak lebih sebagai pajangan penghias rumah. [lihat lebih lengkap]
18 Mei 2011
Barata Sena, kelahiran 22 Maret 1969, sejauh pengamatan saya, adalah seniman kriya yang belakangan ini menunjukkan kreativitas menonjol lewat karya-karyanya yang mengambil media kayu. Oleh karena itu, saya tertegun ketika tiba-tiba yang ia ajukan kepada saya justru dominan “karya” yang sama sekali lain. Bukan berupa karya seni rupa yang kasat mata, melainkan filsafat; hasil pemikiran dan perenungannya yang mendalam -- tidak hanya berupa argumentasi menyangkut karya-karya dia. [lihat lebih lengkap]
11 Mei 2011
Nyoman Sani dalam pembukaan pameran tunggalnya kali ini, The Adventure of My Soul (Petualangan Jiwaku), di Bentara Budaya Bali (BBB) menyuguhkan sebentuk total art, mengeksplorasi perempuan sebagai sosok simbolis sekaligus sehari-hari. Pada pembukaan itu, Jumat 29 April 2011" perupa Sani (36), kelahiran Sanur, berhasil menjadikan tubuh-tubuh perempuan dua dimensi, yang awalnya terbingkai dalam kanvas dan potret serta cenderung simbolis, seketika menjadi sosok-sosok yang sungguh hidup, dari sekadar obyek tontonan yang berjarak beralih jadi subyek atau pibadi-pribadi yang bebas meluapkan ekspresinya. [lihat lebih lengkap]
19 April 2011
nteraksi pengalaman personal dan pengalaman sosial mematahkan mitos tentang perempuan. Perempuan tidak lahir, tetapi ’menjadi’. Dekonstruksi makna perempuan yang diperjuangkan secara militan oleh filsuf dan feminis seperti Simone de Beauvoir, Toril Moi, Betty Friedan, juga RA Kartini sampai titik tertentu, mewujud dalam 29 karya 13 perempuan perupa itu yang dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), 14-23 April 2011. [lihat lebih lengkap]
09 Agustus 2011 17 Juni 2011 18 April 2011 15 April 2011 15 April 2011
|