Workshop Musik dan Vokal

Dendang Kencana



Program Dendang Kencana 2017 yang diselenggarakan Kompas Gramedia kini bergulir ke tahapan selanjutnya, yakni Workshop Musik, Vokal, dan Gerak yang diselenggarakan di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Kegiatan ini diselenggarakan bagi Guru TK dan SD dengan tujuan memberikan kiat kepada guru-guru musik di TK dan SD agar memiliki teknik pengajaran paduan suara anak yang baik dan benar.

“Keharmonisan antara musik, vokal, dan gerak merupakan elemen penting demi eloknya penampilan sebuah paduan suara. Terlebih lagi bagi paduan suara anak, yang karakter vokalnya terbilang khas dan gerak tubuh yang cenderung dinamis, tentu membutuhkan teknik-teknik latihan yang tepat agar keselarasan tersebut dapat terwujud,“ ujar Dinartisti, Manajer Operasional Bentara Budaya yang juga Ketua Panitia Dendang Kencana 2017. 

Kegiatan ini diselenggarakan di Denpasar (5 Agustus 2017), Jakarta (11 Agustus 2017), Surabaya (26 Agustus 2017), dan Yogyakarta (27 Agustus 2017). Sebagai pemateri adalah Aning Katamsi dan Sonia Nadya Simanjuntak yang akan membagikan pengalamannya dalam melatih kelompok paduan suara. Bahasan workshop antara lain seputar teori dasar musik, teori vokal, serta pendalaman mengenai kiat melatih gerak dan ekspresi. Pada sesi akhir workshop, para peserta diarahkan melakukan praktik latihan paduan suara dengan bimbingan dari kedua narasumber tersebut. 

Lebih lanjut, workshop ini juga menjadi bekal bagi para guru dalam mempersiapkan keikutsertaannya pada Lomba Paduan Suara Anak Dendang Kencana 2017 yang diselenggarakan pada Oktober dan November tahun ini. Adapun Dendang Kencana yang secara khusus bertujuan menggaungkan kembali kecintaan terhadap lagu anak Indonesia ini mengagendakan 4 kegiatan, antara lain Workshop Cipta Lagu Anak di Jakarta, Yogyakarta, Solo, Denpasar dan Surabaya (April – Mei 2017); Lomba Cipta Lagu Anak se-Indonesia yang berhasil memilih 20 lagu anak kategori TK dan SD; Workshop Musik, Vokal dan Gerak; serta ditutup dengan Lomba Paduan Suara Anak kategori TK dan SD. 

Sekilas tentang Pemateri

Aning Katamsi sempat mendalami musik di Yayasan Pendidikan Musik (YPM) yang diasuh oleh Catherina W. Leimena, serta menimba ilmu di Conservatorio de Musica “Giuseppe Verdi“, Milan, Italia dengan bimbingan dari Lee Alison Sibley dan master class dari Ruth Drucker, Andrea Ehrenreich, Adib Fazah dan Rudolf Jansen. Aning juga belajar piano di bawah asuhan Susiana A. Wibowo dan salah satu maestro musik klasik Indonesia, Iravati M. Sudiarso. Selain tampil dalam resital tunggal, Aning juga sering berkolaborasi dengan berbagai orkestra di Tanah Air, seperti Orkes Simfoni Jakarta, Twilite Orchestra, Nusantara Symphony Orchestra, dan Jakarta Chamber Orchestra. Pada 2007, Aning tampil di Jepang sebagai solois dalam Mass in Es (Weber) bersama Batavia Madrigal Singers dengan konduktor Avip Priatna yang bekerja sama dengan Orchestra Ensemble Kanazawa. Dua tahun berselang, tepatnya Oktober 2009, ia mendapat kehormatan untuk berpartisipasi dalam ajang Ambassador Concert Series di Praha, Republik Ceko. 

Sedangkan Sonia Nadya Simanjuntak menekuni musik di Yayasan Pendidikan Musik dan Terpsichore School of Ballet di Jakarta. Pada 1992, dia bergabung dalam kelompok paduan suara anak di bawah arahan Aida Swenson Simanjuntak. Kini dia dikenal sebagai pengarah musik, pelatih vokal, koreografer dan penyanyi solo di berbagai orkestra. Sonia juga mempelajari pedagogi vokal dari Nancy Telfer dan Jing Ling Tam, pengembangan vokal bersama Prof. Dr. William Lock, serta pengarah musik dari Fernando Malvaruis serta David Hughes. Sejak 2009, dia menjadi dirigen di Cantate Domino Choir dan Paduan Suara Pangudi Luhur di Jakarta dan sempat terpilih sebagai salah satu delegasi budaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk pentas di Eropa Timur (2012). Partisipasinya dalam aneka festival antara lain: World Symposium Choral Music di Copenhagen, Incheon Choral Festival, Musica Sacra di Jerman dan Argentina, Polyfollia di Perancis, Festival 500 di Kanada, serta European Choir Games-Festival Project di Graz.

Sekilas Program Dendang Kencana

Dendang Kencana memiliki arti kata Dendang yang berarti nyanyian riang dan  Kencana yang berarti emas, AT Mahmud, sang pemberi nama Dendang Kencana, bermaksud menyampaikan pesan bahwa ungkapan perasaan yang jujur, senang dan gembira dimiliki oleh anak-anak yang bersuara emas, melalui nyanyian. Nama ini dijadikan nama program yang dijalankan oleh Kompas Gramedia pada tahun 1990 hingga 1996.

Dendang Kencana awal mulanya digagas oleh Penerbit Grasindo yang pada saat itu menerbitkan buku kumpulan lagu karya almarhum AT Mahmud, Daljono dan Ibu Sud. Untuk menyebarluaskan lagu anak-anak karya para pendidik, maka diadakanlah lomba paduan suara tingkat TK dan SD. Dalam perkembangannya kegiatan ini kemudian menjadi program kegiatan Kompas Gramedia yang diperuntukkan bagi guru dan siswa TK – SD.  

Saat itu animo sekolah yang berpartisipasi cukup banyak, bahkan event ini menjadi satu kerinduan bagi pihak sekolah untuk berlomba mengikuti kompetisi tersebut. Pada penyelenggaraan Dendang Kencana IV, kegiatan dilengkapi dengan workshop musik dan vokal untuk guru TK dan SD sebagai bekal saat mereka melatih kelompok paduan suara di sekolahnya. Dendang Kencana bukan semata sebagai ajang lomba namun juga memberikan pengetahuan mendasar bagaimana cara bernyanyi yang baik, cara beradaptasi dengan teman satu kelompok, menahan emosi untuk tidak mendominasi suara, dan bagaimana sama-sama belajar menjadikan suara harmoni.

“Paduan Suara juga merupakan sarana pendidikan. Banyak unsur positif bisa dipetik dari kegiatan paduan suara, terutama pendidikan pribadi sebagai anggota sosial yang diwujudkan dalam kelompok itu. Itu sebabnya, berbagai keberhasilan yang diraih oleh paduan suara, umumnya mencerminkan rasa tanggungjawab bersama dan disiplin yang mereka lakukan. Apalagi dalam paduan suara, amat diperlukan ketepatan dan ketetapan, baik dalam kehadiran saat berlatih, maupun pada saat akan tampil di depan umum“. -Sambutan Jakob Oetama, pendiri Kompas Gramedia,  26 Agustus 1996.


SYARAT PESERTA
1. Guru Vokal/Pelatih Paduan Suara Sekolah PAUD/TK/SD
2. Mengisi formulir pendaftaran
3. Kontribusi peserta Rp50.000,- di transfer ke rekening:
BCA atas nama Yayasan Bentara Rakyat 0123007163
4. Formulir pendaftaran dan bukti transfer dikirimkan melalui email: bbj@bentarabudaya.com