TRIENNIAL SENI GRAFIS INDONESIA VI - 2018

KOMPETISI INTERNASIONAL BENTARA BUDAYA

Delapan belas tahun lalu, tepatnya pada  Oktober 2000 Bentara Budaya menggelar pameran “Setengah Abad Seni Grafis“. Pameran tersebut dirancang sebagai  motivator bagi perkembangan seni cetak grafis di Indonesia. Tiga tahun kemudian yaitu pada 2003  Bentara Budaya menyelenggarakan  Triennial Seni Grafis Indonesia 2003. Dan secara konsisten, kompetisi tiga tahunan ini berlangsung hingga tahun 2018 ini yaitu lewat Triennial Seni Grafis Indonesia VI – 2018.  Seluruh upaya tersebut merupakan bentuk komitmen Bentara Budaya dalam  mendukung perkembangan seni grafis dan seni cetak grafis, khususnya di Indonesia.

Sejak Triennial Seni Grafis Indonesia V – 2015, Bentara Budaya memperluas jangkauan dengan menjadikan perhelatan tersebut berskala internasional.  Peserta datang dari sejumlah negara seperti antara lain Argentina, Australia, Belgia, Brazil, Bulgaria, China,   Italia, India, Jepang, Jerman, Kanada,  Kroasia, Kolombia, Mesir, Peru, dan Serbia.  Ikut sertanya  peserta internasional  tersebut diharapkan akan  membangkitkan daya saing dan kualitas para pegrafis Indonesia. Selanjutnya diharapkan pula pegrafis kita   mau dan mampu berkiprah di ranah internasional seni grafis. Selain juga  sebagai bentuk sumbangan dalam  mendinamisasi keberagaman seni grafis dunia.

Pada setiap penyelenggaraan triennial, Bentara Budaya melibatkan juri yang berkompeten  di bidang seni grafis. Pada triennial yang pertama, misalnya, dilibatkan T Sutanto, G Sidharta Soegijo, S Prinka, Bambang Budjono, serta  kurator dari Bentara Budaya Efix Mulyadi, dan Ipong Purnama Sidhi, dengan  Enin Supriyanto sebagai ketua dewan juri.
Pada triennial 2018 ini dewan juri terdiri dari Dwi Marianto yang adalah penulis, perupa dan dosen,   Edi Sunaryo (Dosen dan Perupa), Devy Ferdianto (Pegrafis dan Kepala Divisi Seni Cetak di Ganara Art Centre), Theresia Agustina Sitompul (Dosen, Perupa dan Pegiat Studio Grafis Minggiran, Yogyakarta). Bertindak sebagai ketua adalah  Ipong Purnama Sidhi, perupa dan kurator Bentara Budaya. Keterlibatan tokoh-tokoh tersebut diharapkan akan memicu perkembangan kualitas karya para pegrafis di Indonesia. Juga diharapkan akan  dapat memperlebar cakrawala apresiasi para penikmat seni di negeri ini.
Bersama para penggiat seni grafis lain di Indonesia, Bentara Budaya berharap Triennial Seni Grafis Indonesia VI – 2018 ini  akan mendorong  perkembangan dan mutu seni grafis Indonesia.