RITUAL SAMBUT GERHANA MATAHARI TOTAL

By Reza K. Darmawan

Soloevent.id  –  Untuk mengubah persepsi masyarakat demi menyambut datangnya gerhana matahari total yang berlangsung 9 Maret 2016 mendatang, Bentara Budaya Balai Soedjatmoko Solo menggelar sebuah hajatan budaya bertajuk Kala Hayu: Perkawinan Alam Raya, Minggu (6/3/2016) di Car Free Day Solo. Acara ini mengajak masyarakat untuk mensyukuri dan bersuka cita atas datangnya gerhana matahari total.

Menurut Kurator Bentara Budaya Balai Soedjatmoko, Hari Budiono, Kala Hayu: Perkawinan Alam Raya dihelat saat car free day agar bisa menjangkau masyarakat luas, sehingga misi yang diusung bisa terlaksana. “Jika kami adakan tanggal 9 Maret, belum tentu masyarakat yang menonton bisa sebanyak ini,“ katanya saat ditemui awak media.
Kala Hayu: Perkawinan Alam Raya diawali dengan proses kirab dari Loji Gandrung menuju Bentara Budaya Balai Soedjatmoko. Delapan komunitas/kelompok terlibat dalam prosesi ini, di antaranya Kelompok Nini Thowong dan Loro Blonyo, Komunitas Tari Topeng Ireng Kridho Mudho, Padepokan Brajabuwana, Komunitas Anak Bawang, dan lain-lain.

Sesampainya di garis finish, mereka melebur dalam ritus “Kala Hayu Surya Sembah“, yang di antaranya menampilkan tari ritual “Kebo Awu Bumi Sembah“ dari Suprapto Suryodarmo dan kawan-kawan; ritual pembuatan keris “Kiai Singkir Plastik“ oleh Ki Daliman; pertunjukan Wayang Tandur oleh Agus Bima Prayitno.

Usai ritual, para peserta bergerak menuju Jl. Slamet Riyadi untuk melakukan tumpengan. Setelah didoakan, peserta bersama masyarakat bersama-sama makan bareng nasi kuning dan jajanan pasar dalam prosesi “Kembul Bujana“.
Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan, gerhana matahari adalah fenomena alam yang tidak perlu ditakuti. “Masyarakat Solo saya imbau agar bergembira dan tidak perlu khawatir terhadap gerhana matahari total.,“ tuturnya.