Puluhan Karya Adhi Kusumo Terpajang Dalam Pameran Foto "Art Begins At 40"

Pengunjung saat melihat beberapa karya dari Adhi Kusumo dalam pameran tunggalnya di Bentara Budaya Yogyakarta. 

Rabu, 11 Januari 2017 12:32

Laporan Reporter Tribun Jogja, Septiandri Mandariana


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seniman foto asal Kediri, yang sempat mengenyam bangku pendidikan seni di Yogyakarta, Adhi Kusumo menggelar pameran foto tunggalnya bertajuk "Art Begins At 40" di Bentara Budaya Yogyakarta.

Pameran tunggal dari seniman berusia 40 tahun ini diselenggarakan pada 11 hingga 17 Januari 2017 mendatang dengan menampilkan sebanyak 20 karya foto, yang proses penggarapan karyanya sendiri membutuhkan waktu hingga dua tahun lamanya.

Ke-20 karya foto dari seniman dari Adhi ini memperlihatkan sebanyak 20 wajah seniman-seniman kontemporer asal Yogyakarta, yang dianggapnya tidak hanya sibuk dengan kegiatan mereka dalam berkesenian, namun juga memiliki andil yang besar terhadap lingkungan sekitarnya.

Beberapa wajah seniman itu di antaranya ada Agus Baqul, Akiq AW, Anggar Prasetyo, Bob Sick, Budi "Swiss" Kustarto, Budi Ubrux, Eko Nugroho, Gunawan Marianto, Heri Pemad, I Made Toris, Jamaluddin Latif dan masih banyak lagi.

Ditemui Tribun Jogja, Selasa (10/1/2017) malam kemarin saat pembukaan pameran tunggalnya, Adhi menceritakan bahwa dirinya tidak hanya sekedar memotret para seniman hebat itu, namun juga melakukan proses pendekatan kepada masing-masing senimannya, juga menggali serta mengenali sisi-sisi kehidupannya.
"Karena tidak semuanya saya kenal secara langsung. Ada yang baru kenal ketika saya menceritakan tentang projek saya ini. Tidak mudah, ada yang sulit untuk difoto, ada yang sulit ditemui dan ada juga yang sulit untuk didekati," ujarnya.

Lanjutnya, tema "Art Begins At 40" ini bisa dikatakan sebagai sebuah perayaan bagi dirinya yang menginjak usia kepala empat.

Selain itu, di usianya tersebut bisa disebutkan sebagai kematangannya dalam berkesenian.

"Dengan pameran ini, saya berharap audience akan lebih mengenal para seniman kontemporer di Yogyakarta, tak hanya lewat karya seninya, namun juga bisa melihat wajah aslinya dan bisa menyelami karakter masing-masing seniman yang disadari atau tidak, dan juga mempunyai hubungan linear yang kuat dengan karya yang dihasilkannya," tambahnya. (tribunjogja.com)



Penulis: abm
Editor: dik
Sumber: Tribun Jogja