YOUNG JAZZ CATS

Parkiran Jazz

Kamis, 21 Februari 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Parkiran jazz telah cukup lama mewarnai dunia musik di kota solo. Dan di tahun 2019 ini, parkiran Jazz akan memasuki usia ke delapannya, semenjak pertama kali ditampilkan pada bulan maret 2011 lalu. Melalui kerjasama intens antara Balai Soedjatmoko dan Solo Jazz Society, berbagai edisi Parkiran jazz telah ditampilkan dengan memunculkan musisi-musisi Kota Solo (dan luar kota tentunya) yang antusias, berbakat dan tentunya menaruh minat lebih di dalam, bermusik dan mengekspresikan diri lewat Jazz. Hal ini tentunya  berkaitan dengan visi misi awal Sojazz yang bertujuan untuk memberikan edukasi musik, khsususnya jazz bagi generasi muda dan tentunya didukung penuh oleh Balai Soejatmoko yang menjadi ruang public sekaligus penyelenggara Parkiran Jazz, untuk mengimplementasikan hal tersebut dalam bentuk penyajian musik.

Sebagai wadah kreatif dan komunitas musik dan melihat visi awal bahwa Sojazz concern terhadap pengembangan musisi muda, maka di dalam edisi Parkiran Jazz Februari 2019 yang akan dihelat pada tanggal 21 Februari ini, maka Sojazz akan mengusung tema “Young Jazz Cats“, di mana akan merepresentasikan musisi dan talenta-talenta muda yang tertarik dan mulai mengekspresikan diri dengan menyajikan musik jazz. “Cats“ sendiri di dalam terminology musik jazz adalah sebuah kata yang mulai digunakan pada tahun 1920 an di Amerika, yang merujuk pada musisi jazz itu sendiri, dikarenakan musisi jazz diumpamakan seperti layaknya kucing, yang aktif di malam hari, berkumpul bermusik dengan rekan sejawat, dikenal amat percaya diri, banyak akal, dan cenderung menyendiri.  “Young Jazz Cats “ sendiri di dalam konsep event kali ini lebih merujuk kepada para musisi jazz muda yang sedang berkembang dan membentuk dirinya di dalam bermain musik. 

Dengan adanya pementasan seperti ini, serta pendidikan para generasi muda di dalam komunitas, diharapkan, ke depannya makin banyak generasi penerus yang membuat scene  musik jazz di Kota Solo dan di Indonesia semakin berwarna, kreatif dan kaya akan hal-hal yang baru, serta tentunya mampu mengembangkan musik jazz dan musik secara umum itu sendiri.