Workshop, Diskusi dan Pemutaran Film

SERANGKAIAN ANTI CORRUPTION FILM FESTIVAL 2018

Jumat, 03 Agustus 2018 Bentara Budaya Bali | 16.00 WITA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI kembali bekerjasama dengan Bentara Budaya Bali dan Udayana Science Club menyelenggarakan Movie Day, sebelumnya telah berlangsung tahun 2014 dan 2015 dalam bentuk program tayang film, diskusi serta workshop pendampingan program pembuatan film Antikorupsi. Adapun program ini merupakan bagian dari rangkaian Anti Corruption Film Festival (ACFFEST 2018), yang diselenggarakan disejumlah kota di Indonesia, termasuk Bali.

Tampil sebagai narasumber kali ini yakni Yosep Anggi Noen, yang akan berbagi perihal bagaimana membuat Ide Cerita Film, serta hadir pula salah satu komisioner KPK. Selain itu akan ditayangkan pula beberapa film terpilih hasil kompetisi sebelumnya. 

Adapun ACFFest juga membuka kesempatan bagi filmmaker pelajar, mahasiswa, komunitas, organisasi film untuk mengirimkan film dengan tema Anti Korupsi, dimana 7 proposal terpilih akan mendapatkan dana bantuan produksi, kesempatan mengikuti Movie Camp, serta fasilitas online editing. Kompetisi Ide Cerita ini terbuka hingga 20 Agustus 2018. 
 
Festival Film Anti Korupsi (Anti Coruption Film Festival – ACFFEST) 2018 merupakan wadah bagi filmmaker baik pelajar, komunitas, dan masyarakat umum untuk menyebarluaskan film mereka yang mengandung nilai-nilai anti korupsi. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat pada perilaku anti-korupsi, menanamkan perilaku anti korupsi, mendorong partisipasi masyarakat untuk turut serta dalam pemberantasan korupsi, serta dalam rangka membangun kampanye gerakan anti-korupsi melalui media film. 

ACFFest 2018 mengetengahkan sejumlah program, antara lain Movie Day, Film Idea Competition, Movie Camp, Film Production, sert Launching Film ACFFest. Selain di Bali, roadshow Movie Day ACFFest juga diselenggarakan di Banjarmasin (28 Juli 2018) dan Yogyakarta (26 Juli 2018). 

Anggi Noen lahir di sebuah desa di Jogjakarta bernama Kali Duren. Mulai membuat film pendek bersama teman-teman sekolahnya sampai menyelesaikan studinya di Jurusan Komunikasi Universitas Gadjah Mada. Tahun 2007 menjadi salah satu pembuat film yang diundang ke Asian Film Academy. Ia membuat beberapa film pendek termasuk It’s Not Raining Outside dan berhasil diputar di International Film Festival Rotterdam. Film panjang pertamanya Vakansi Yang Janggal dan Penyakit Lainnya masuk sesi kompetisi di Locarno Film Festival dan mendapatkan Special Mention Award di Vancouver International Film Festival 2013. Dalam karyanya yang berjudul Film Istirahatlah Kata-Kata meraih penghargaan film terbaik dalam ajang Bangkok ASEAN Film Festival (BAFF) 2017

agenda acara bulan ini
  • Sinema Bentara #KhususMisbar

    Setelah bulan lalu mengedepankan film-film dengan tokoh orang biasa di tengah kecamuk perang dan konflik, Sinema Bentara bulan Desember ini menghadirkan film-film cerita panjang dan pendek peraih berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri yang merujuk kisah anak-anak yang mengalami pahit getir kehidupan sedini masa mudanya; tidak memiliki ibu, saudara atau ayah oleh berbagai alasan. Anak-anak “korban“ situasi tertentu ini melihat hidup dan kehidupannya boleh dikata berbeda dengan anak-anak keluarga umumnya.

  • JAIS DARGA NAMAKU

    Bila menyimak buku “Jais Darga Namaku“, seketika kita tergoda, apakah ini sebuah autobiografi, sekadar memoar yang disajikan dengan gaya novel, ataukah sebuah roman, bauran antara fakta dan fiksi yang mengisahkan secara utuh menyeluruh perihal sosok terpilih? Buku ini mengetengahkan latar belakang kehidupan keluarga menak Sunda, dunia anak muda Kota Bandung 1970-an, hingga bisnis seni rupa di Paris, London, Amsterdam, New York, Singapura, dan Hongkong, buku ini mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan Indonesia dengan seluruh ambisinya. Ambisi yang membuatnya dikenal sebagai Jais Darga atau Madam Darga, seorang art dealer internasional di Paris. Ambisi yang membuat Jais terus mengembara ke banyak negeri jauh, sehingga ia tak bisa lagi membedakan apakah ia sedang “pergi“ atau “pulang“.