WEEKEND PHOTOSTORY

Pameran & Diskusi

Kamis, 10 Januari 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Pembukaan Pameran :
Kamis, 10 Januari 2019 | Pukul 19.30 WIB,
Pameran Berlangsung :
11 – 16 Januari 2019 | Pukul 09.00-21.00 WIB

Berangkat dari suatu ketertarikan untuk berbagi pengetahuan tentang fotografi khususnya foto cerita kepada masyarakat umum dan agar foto cerita dapat lebih dikenal oleh pencinta fotografi dan memiliki kesetaraan dengan genre fotografi  lain yang berkembang saat ini.

Kelas foto cerita Weekend photostory pertama dibuka di Klaten, Jawa Tengah pada bulan Mei 2018 dengan metode pertemuan kelas pada minggu pertama dan kedua di hari Sabtu, Minggu. 

Hingga akhir tahun 2018 telah merampungkan enam angkatan yang diselenggarakan pada setiap kota dan kabupaten wilayah Jateng –DIY, kota-kota yang pernah disinggahi diantaranya, Klaten, Sleman, Surakarta, Karanganyar dan Kotagede.

Di setiap kelas yang disinggahi, Weekend Photostory selalu melibatkan mentor setempat untuk bekerjasama membimbing peserta yang mengikuti kelas intestif dalam membuat foto cerita.

Dan pada setiap akhir kelas yang digelar 4 sampai 5 peserta akan mempresentasikan karya- karya foto ceritanya selama mengikuti workshop dengan mengundang audiens untuk umum.

Sebagai pendokumentasian, karya - karya peserta akan dicetak dalam bentuk buku kolektif yang akan dibagikan kepada masing masing peserta. 

agenda acara bulan ini
  • Keroncong Bale

    OK.Pandawa, yang mempunyai arti PANutan DAri WArga, dinyatakan berdiri tanggal 23 Oktober 2013,yang sebelumnya adalah salah satu grup dari 10 grup peserta program pelatihan anak jalanan dari Dinas Sosial Kota Surakarta tahun 2013.

  • Bincang Buku Puisi karya Halim Bahriz

    HALIM BAHRIZ, penulis kelahiran Lumajang yang juga menempa diri di Jember, Jawa Timur. Kedekatannya dengan puisi memula dari kegemarannya terhadap seni pertunjukan. Akhir tahun 2017, dua naskah teaternya diganjar Rawayan Awards oleh Dewan Kesenian Jakarta. Sejudul featurenya memenangi kategori umum sayembara penulisan The 4th Asean Literary Festival.

  • PERTEMUAN DUA HATI

    Nh. Dini lahir di Semarang, 29 Februari 1936 dan sepanjang hidupnya telah menulis berbagai novel, cerita pendek, serta juga puisi. Pengalaman menulis diasahnya sejak masih di bangku sekolah dengan mengisi kolom di majalah dinding, di samping juga secara teratur menulis sajak dan cerita pendek. Pada tahun 1952 sajak Nh. Dini dimuat dalam majalah Budaja dan Gadjah Mada di Yogyakarta, termasuk juga cerpen-cerpennya yang makin sering mengisi halaman-halaman sastra di Majalah Kisah dan Mimbar Indonesia.

  • SESILIRAN

    Silir diambil dari bahasa Jawa yang berarti “Sejuk“. Sifat ini dimiliki oleh angin, angin yang berhembus memberikan nafas untuk siapa saja yang berharap padanya. Tidak dapat dilihat namun bisa dirasakan dampaknya.

  • FRAGMEN KEBINGUNGAN-KEBINGUNGAN KITA

    Kehidupan kita kini barangkali hamparan kebingungan-kebingungan. Muda dan jadi mahasiswa sejak mula tak cuma karib dengan hal-hal akademis berlabel jaminan masa depan terang benderang. Sepertinya tak utuh jadi kaum kampus kalau tak terlibat keseruan-kekisruhan asmara. Mahasiswa meloloskan diri. Menjadi pekerja tak ubahnya sebentuk pemenjaraan diri, tak jarang perlu menahan atau memendam dalam-dalam naluri kreativitas diri demi kepuasan pemilik modal.