Wayang Kontemporer Shadow Play

Oleh Kohei Kawamura (Jepang)

Kamis, 30 Maret 2017 Bentara Budaya Jakarta | 19.30 WIB

Workshop Shadow Performance   |   Pukul 17.00 - 18.00 WIB
Kawamura Koheisai's Shadow and Music Performance   |   Pukul 19.30 WIB


Koheisai Kawamura adalah musisi, pelukis dan pemain Wayang Kontemporer dari Jepang. Wayang kontemporernya  dikenal sebagai Shadow Performer dan memainkan sendiri alat musiknya.  Tehnik pencahayaan menjadi kekuatan pertunjukannya. Kohei-san panggilannya juga  membuat boneka serta topeng sendiri untuk permainan wayang kontemporernya. Dia belajar kesenian Bali dari tahun 1999 dan sempat belajar tentang wayang dari Mr. Larry Reed di San Fransisco.

Pertunjukan Kohei-san  terbilang unik. Tehnik pencahayaan dan gerakan tubuh utuh dirinya di belakang layar dengan backround cahaya menimbulkan adegan-adegan unik. Kohei-san menggunakan peralatan lebih minimalis dengan alat seadanya dan tehnik serta trik pencahayaan sedemikian rupa sehingga hasilnya di layar cukup memukau. Yang  lebih membedakan, tokohnya adalah figure dan tubuh Kohei-San sendiri. Pembawaan Kohei-san dalam prolog, monolog maupun dialog saat berceloteh dengan penonton amat sangat menggelitik dan menyegarkan. Ditambah bahasa Indonesia ala Jepangnya semakin menambah lucu pertunjukan.

Sang seniman berada di Indonesia selama setahun karena mendapat beasiswa dari pemerintah Jepang. Dia menjadi juara seni dan menggondol beasiswa The Gotoh Memorial Foundation di Jepang(2016). Pemenangnya bisa memilih Negara manapun untuk belajar seni selama setahun, Kohei-san memilih Indonesia untuk tempatnya memperdalam tentang seni wayang dan  tradisi Bali lainnya. Serta keliling kota-kota di Indonesia.

Di Indonesia Kohei-san sudah pentas di berbagai tempat diantaranya di Yogyakarta, Bali dan Kalimantan. Di Bentara Budaya Jakarta Kohei-san akan memberikan workshop tentang tehnik pencahayaan pada shadow performance yang dibawakannya. Workshop ini terbuka untuk umum dan tanpa biaya lalu akan dilanjutkan pentas nya  berjudul Pulau Walak Pulau Fiksi. Sesuai judul, bercerita dengan ringan tentang suatu pulau fiksi bernama Pulau Walak, sebuah pulau fiksi khayalan Kohei-san. Sang tokoh adalah diri sendiri yang kemudian berubah menjadi hewan. Terjadi dialog antara Kohei-san, hewan dan juga penonton  beserta nyanyian-nyain yang diciptakan sang seniman. Kohei-san memang sering melakukan pertunjukan interaktif dengan penonton.

agenda acara bulan ini
  • Komunitas Bentara

    Kegiatan rutin Komunitas Bentara Muda

  • Aku Indonesia

    Memaknai Hari Anak Nasional yang dirayakan setiap tanggal 23 Juli, Bentara Budaya Jakarta bekerjasama dengan berbagai komunitas anak menggelar Pekan Kreativitas Anak yang bertajuk “Aku Indonesia“. Agenda yang diselenggarakan selama 6 hari ini menampilkan pameran, pertunjukan, serta sarasehan yang masing-masing merespon kecintaan terhadap keindonesiaan dan kekayaan budaya negeri ini.

  • Penganugerahan Lomba Cipta Lagu Anak

    Sebagai rangkaian dari program Dendang Kencana tahun ini, Kompas Gramedia menyelenggarakan Lomba Cipta Lagu Anak se-Indonesia yang periode pendaftarannya ditutup pada 18 Juli 2017. Lomba yang ditujukan bagi para guru sekolah formal berbagai jenjang pendidikan ini dimaksudkan untuk menggali potensi penciptaan lagu yang sesuai bagi tumbuh-kembang anak serta dapat diterapkan dalam dunia edukasi kita.

  • OK Cafrinho Tugu dan OK Gambir Merdeka

    Bulan Juli merupakan bulan keempat di tahun 2017 untuk pementasan Bentara Keroncong di Bentara Budaya Jakarta sebagai apresiasi atas ragam musik nusantara. Acara ini berlangsung setiap bulan dengan menampilkan dua kelompok yang membawakan langgam keroncong klasik, yakni berupa langgam keroncong asli, langgam Jawa, langgam stamboel, maupun inovasi. Khusus kali ini, akan disertakan juga langgam progresif sebagai upaya memberi nuansa kekinian tanpa kehilangan ciri dari musik keroncong murni. Kali ini akan tampil dua orkes keroncong: OK Gambir Merdeka dan OK Cafrinho Tugu.