UTUSAN SOSIAL : KILAT DARURAT!

Pameran Apresiasi Perupa Muda Indonesia 2019

Jumat, 23 Agustus 2019 Bentara Budaya Bali | pukul 18.00 WIB

Pembukaan: Jumat, 23 Agustus 2019, pukul 18.00 WITA
Diskusi Seni Rupa: Sabtu, 24 Agustus 2019, pukul 18.00-21.00 WITA
Pameran berlangsung : 24 - 30 Agustus 2019, pukul 10.00-18.00 WITA

Sebuah pameran bertajuk “Utusan Sosial: Kilat Darurat!“ diselenggarakan di Bentara Budaya Bali, buah kerja sama dengan Subdit Seni Rupa Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI. Program unggulan Apresiasi Perupa Muda Indonesia 2019 ini memberikan kesempatan dan membidik Generasi Z Indonesia sebagai ‘cikal bakal’ perupa masa depan, untuk turut berkontribusi bagi kemajuan Indonesia melalui seni rupa yang lintas batas ini.

Sedini digagas dan direncanakan oleh Direktorat Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud RI, khususnya Subdit Seni Rupa, eksibisi ini diniatkan bukan semata mengedepankan capaian estetik atau keindahan, melainkan juga sebentuk seruan penyadaran atau upaya berbagi pesan kepedulian. Tak hanya mencerminkan sigap tanggap para kreator muda sewaktu menggali tematik, namun mencerminkan kreativitas yang lintas batas seturut medium pilihan mereka yang terbukti beragam. Karya-karya yang dihadirkan berupa lukisan, grafis, patung, seni instalasi, aneka kolase art object, scanography, video art, serta ragam seni multimedia lainnya, termasuk kolaborasi sejumlah muralis dan graffiti artist. 

Pameran ini melibatkan 50 perupa muda terpilih, berusia antara 15-25 tahun, yang lolos seleksi dari total 267 pendaftar melalui Open Call.  Bukan hanya dari pusat-pusat kesenian seperti Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Surabaya, dan Bali, melainkan juga dari seluruh Indonesia, semisal Aceh Singkil, Lampung, Bengkulu, Medan, Palembang, Pariaman, Payakumbuh, Surakarta, Jombang, Banten, Gresik, Makassar, Gorontalo, Balikpapan, Pontianak, Tuban, Sulawesi Tengah, Salatiga, Pemalang, Ngawi, Pasuruan, Sidoarjo, Klaten, Cilacap, Lamongan, Jepara, Muara Enim, Rembang, Pati, Sragen, Palu, Pamekasan, Kampar, dan lain-lain. 

Tema utama ‘Utusan Sosial: Kilat Darurat!’ disikapi secara kritis dan kreatif oleh para perupa muda ini. Karya-karya yang lolos seleksi, sejurus dicermati memang berangkat dari problematik lingkungan sekitar yang dirasa kontekstual dengan dua sub tema yaitu Darurat Sosial dan Darurat Alam. Tidak semata menyoal berbagai hal yang terkait dampak negatif digitalisasi atau kemajuan teknologi informasi yang niscaya tak sepenuhnya membawa berkah atau kebaikan, melainkan tak sedikit dari mereka yang meraih kesadaran bahwa generasi muda dapat berperan sebagai pembawa pesan yang kritis, konstruktif, kreatif, dan positif. Peran pembawa pesan ini mengemuka baik secara simbolis maupun harfiah dengan siratan pesan perihal pentingnya menyadari bahwa masyarakat Indonesia adalah majemuk atau pluralis, beragaman latar kultur dan sosialnya.