Informasi yang anda cari tidak ditemukan.

Silahkan periksa kembali alamat URL anda, atau gunakan daftar di bawah kanan untuk melihat agenda acara kami bulan ini.

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Seperti disebutkan dalam akun Jazz Mben Senen yang menyebutkan bahwa “Jazz Mben Senen“ adalah suatu kegiatan yang berfungsi sebagai sarana apresiasi para pecinta kesenian, untuk berkesenian, bercanda, dan berkomunikasi ala jazz,

  • TANDA MATA III & IV

    Pameran koleksi Bentara Budaya di Galeri SISI kali ini menghadirkan untuk ketiga kalinya karya-karya perupa yang pernah berpameran di Bentara Budaya Yogyakarta, bertajuk TANDA MATA.

    Galeri SISI Bentara Budaya Jakarta dengan senang hati berbagi pandangan mata dengan memamerkan sebagian kecil karya-karya yang pernah dipamerkan dalam pameran TANDA MATA di Bentara Budaya Yogyakarta.

    Dalam periode kedua, dihadirkan TANDA MATA IV, menampilkan karya Slamet Riyanto, Pracoyo, I Nengah Wirakesuma, Tisna, Arif Eko Saputro, Gunawan, Y. Eka Suprihadi, Acep Zamzam Noor, Wiwik Sri Wulandari, Yulis Armita, Daru Sukamto, Agus Heru Prasetyo, Bambang Kusdirgonugroho, Agung Hanafi, Dadang Imawan, Wahyu Dwi J, I Made Arya Dwita, Zamrud SN, Ay Tjoe Christin, Kurniasari, Agus Yulianto, Meilina Mirasari, dan Putu Winasa.

  • Sinema Bentara #KhususMisbar

    Setelah bulan lalu mengedepankan film-film dengan tokoh orang biasa di tengah kecamuk perang dan konflik, Sinema Bentara bulan Desember ini menghadirkan film-film cerita panjang dan pendek peraih berbagai penghargaan dari dalam dan luar negeri yang merujuk kisah anak-anak yang mengalami pahit getir kehidupan sedini masa mudanya; tidak memiliki ibu, saudara atau ayah oleh berbagai alasan. Anak-anak “korban“ situasi tertentu ini melihat hidup dan kehidupannya boleh dikata berbeda dengan anak-anak keluarga umumnya.

  • Orkes Keroncong Winada, Solo

    Orkes Keroncong Winada ini yang sudah berjalan 3 tahun, sedikit banyak sudah berbartisipasi dalam kegitan masyarakat, Beraneka macam bentuk kegitan yang telah dimasuki seperti acara keagamaan, Hajatan, Pemerintahan, Kampung dan Gelar Budaya yang bersifat Formal dan Non Formal.

  • Pameran Fotografi Djaduk Ferianto

    “Meretas bunyi“ artinya membedah bunyi yang muncul, mencari asal mula suara yang tercipta, mendedah bagaimana hal-hal yang sulit dijelaskan bisa menjadi musik. Meretas bunyi juga bisa berarti sebuah upaya untuk menjelaskan bagaimana sesuatu yang semula tidak berwujud menjadi bunyi yang sederhana, serta mudah didengarkan. Djaduk Ferianto sedang berupaya melakukan itu semua dalam pameran ini. Ia mengajak siapapun yang hadir untuk mengalami proses retasan itu. Proses yang pada akhirnya tidak hanya tentang bunyi, tetapi tentang hidup itu sendiri.

  • Tulisan Itu “IBU“

    Pada 1928, kaum perempuan bersuara untuk segala pemajuan dan pemenuhan harapan-harapan. Di Jogjakarta, kaum perempuan berpidato dan bercakap mengurusi pelbagai halam mengenai kewajiban-hak perempuan berlatara Indonesia ingin mulia. Mereka memilih menulis teks pidato dengan bahasa Indonesia. Suara mereka di muka umum menandai ada kemauan mengabarkan ide dan perasaan minta tanggapan publik. Pada 1928, kita mengenang mereka gara-gara tulisan dan pidato.

  • MUDA BERBUDAYA

    Di penghujung tahun 2018 ini, Bentara Budaya Jakarta akan menggelar pertunjukan “Muda Berbudaya“ yang menampilkan karya seni dari berbagai macam kegiatan Bentara Muda Jakarta.

    Mengangkat tema “Muda Berbudaya“, komunitas Bentara Muda ingin menampilkan karya seni mereka yang berakar pada kebudayaan nusantara. Semangatnya adalah kolaborasi berbagai bidang seni yang selama ini digeluti oleh Bentara Muda, meliputi tari, karawitan, paduan suara dan seni rupa.

  • LOVE ‘N’ PEACE

    Mengangkat tema Love n peace, Blues On Stage ingin menyampaikan pesan cinta damai kepada masyarakat. Tahun politik dan perkembangan sosmed sering memberi dampak negatif berupa penyebaran hoax,ujaran kebencian, penghinaan dsb.

  • JAIS DARGA NAMAKU

    Bila menyimak buku “Jais Darga Namaku“, seketika kita tergoda, apakah ini sebuah autobiografi, sekadar memoar yang disajikan dengan gaya novel, ataukah sebuah roman, bauran antara fakta dan fiksi yang mengisahkan secara utuh menyeluruh perihal sosok terpilih? Buku ini mengetengahkan latar belakang kehidupan keluarga menak Sunda, dunia anak muda Kota Bandung 1970-an, hingga bisnis seni rupa di Paris, London, Amsterdam, New York, Singapura, dan Hongkong, buku ini mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan Indonesia dengan seluruh ambisinya. Ambisi yang membuatnya dikenal sebagai Jais Darga atau Madam Darga, seorang art dealer internasional di Paris. Ambisi yang membuat Jais terus mengembara ke banyak negeri jauh, sehingga ia tak bisa lagi membedakan apakah ia sedang “pergi“ atau “pulang“.

  • Andong Buku #3

    Masyarakat berkualitas dan cerdas menjadi impian semua bangsa di dunia. Pendidikan adalah pintu utama menuju peningkatan kualitas masyarakat. Buku merupakan wahana dalam menyelenggarakan pendidikan. Pendidikan dan buku seperti sisi mata uang logam, yang tidak bisa dipisahkan. Karena buku merupakan sumber dari sumber ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari siapa saja.