Informasi yang anda cari tidak ditemukan.

Silahkan periksa kembali alamat URL anda, atau gunakan daftar di bawah kanan untuk melihat agenda acara kami bulan ini.

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Acara Jazz Mben Senen yang berlangsung di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta setia hadir setiap hari Senin malam. Anak-anak muda pecinta jazz, yang biasa dipanggil dengan sebutan kancaku di Jazz Mben Senen sudah merasa bahwa hari Senin bagi mereka identik dengan Jazz Mben Senen.

  • Koentjaraningrat Memorial Lecture XV

    Forum Kajian Antropologi Indonesia (FKAI) bekerjasama dengan Bentara Budaya Jakarta mengadakan Kuliah Umum Antropologi “Koentjaraningrat Memorial Lecture“ sebagai bentuk pemaknaan kembali atas buah pikiran Intelektual Antropologi, Prof. Koentjaraningrat. Khusus untuk acara kali ini, Kuliah Umum mengambil topik “Integrasi Nasional dan Ancaman yang Dihadapi“ dengan pemateri Prof. Dr. Heddy Shri-Ahimsa Putra, MA. (Guru Besar Antropologi Universitas Gadjah Mada).

    Ini merupakan agenda tahunan FKAI dan telah berlangsung sejak tahun 2003. Setiap edisinya, Kuliah Umum Antropologi ini selalu mencoba menarik benang merah antara perkembangan ilmu Antropologi dengan kenyataan aktual yang terjadi di negeri ini.

  • Keroncong Bale

    Orkes Keroncong Pesona Solo berdiri pada tanggal 17 April 2017. Orkes Keroncong pimpinan dari bapak Koesbiantoro ini terdiri dari bapak Indro atau akrab dipanggil Pak Canting pada instrument Biola, bapak Edek pada suling, sedangkan pada posisi melodi ada mas Budi, Celo ada mas Maryono, cuk oleh mas Yono, cak ada pak Trioso, dan bass ada pak Mulyono atau mas Arman.

  • Sinema Bentara #KhususMisbar

    Bukan satu hal kebetulan bila Sinema Bentara kali ini secara khusus mengetengahkan film cerita dan dokumenter terpilih tentang kebencanaan, mitigasi, berikut kisah-kisah kemanusiaan yang menyertainya. Tematik ini dipilih terkait kejadian bencana yang menimpa sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk yang terkini di Sulawesi Tengah, dengan tujuan membangun kesadaran sigap tanggap perihal kebencanaan, berikut upaya transfer of knowledge yang diharapkan dapat mendorong adanya perubahan cara pandang dalam menyikapi fenomena alam tersebut

  • Dokumentasi Bahasa Kaum Muda di Media Sosial

    Kita, kaum muda, sering disalahkan atas merosotnya kecintaan pada bahasa Indonesia di negara tercinta ini. Kamus Besar Bahasa Indonesia yang telah sampai edisi kelima, Tesaurus Bahasa Indonesia, Tesamoko (Eko Endarmoko), "Remah-remah Bahasa" (Eko Endarmoko), dua jilid "Celetuk Bahasa" (Uu Suhardi), dan buku terbaru Ivan Lanin, "Xenoglosofilia: Kenapa Harus Nginggris?", terbit agar kita teguh berbahasa baik dan benar, tidak melenceng dari aturan.

  • Klenengan Selasa Legen

    Paguyuban karawitan Bengawan Laras terbentuk pada saat pembangunan waduk Wonogiri tahun 80’an dalam lembaga Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) yang kegiatannya melestarikan Budaya Tradisi Bangsa, khususnya seni Karawitan Jawa. Dalam kurun waktu 30 tahun atau tiga dasawarsa, kegiatan pelestarian ini tetep dilakukan dan berjalan secara teratur.

  • EMOTION

    “Sekumpulan perasaan yang ada dalam hati manusia. Perasaan gembira, sedih, takut, benci, cinta, marah merupakan bentuk emosi. Hidup berarti merasai, mengalami, bereaksi, dan bertindak. Tanpa emosi apakah dapat disebut hidup?“

  • Pameran Pengetahuan Budaya

    Pameran Pengetahuan Sumba “Rindu Ku Sumba“ meliputi pameran foto, mixmedia, kolaborasi seni, workshop, pertunjukan, screening, dan diskusi. Acara ini diharpkan sebagai media tatap muka mempertemukan bentuk-bentuk keragaman pemikiran, gagasan kreatif dan praktik tindakan dengan cara pandang arah perubahan yang berdiri di atas fondasi kebudayaan yang berakar pada masa lalu, yang bersifat luwes, inklusif, dan kompromis terhadap gerak perubahan zaman sehingga jauh dari adu kekuatan untuk saling menaklukkan dan menyingkirkan system tata kelola hidup dan penghidupan yang sudah berlangsung sebelumnya di tepian bangsa ini.

  • Laring Project: TUBUKA

    Gema Swaratyagita menampilkan karya terbarunya yang berangkat dari mengolah tubuh, bunyi dan kata (TUBUKA) ke dalam suatu komposisi musikal. Konsep tersebut, menurut komposer kelahiran Jakarta 1984 ini, muncul ketika dirinya mencoba memaknai ulang definisi ‘aku’ dan ‘tubuhku’ di mana seringkali kita lupa melihat kekayaan tubuh sendiri dan terpukau dengan tubuh orang lain.

    Gema bermaksud mengajak siapapun yang berkenan berpartisipasi untuk mengirimkan bunyi yang dihasilkan dari masing-masing tubuh, bisa berupa bunyi tepukan telapak tangan, langkah kaki, atau respons lainnya sebagai bentuk “mengenali“ kekayaan bunyi tubuh sendiri, serta adakah pertanyaan atau ungkapan yang ingin disampaikan kepada tubuh kita.

  • OCTOBLUES UNITY

    Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober dimaknai secara berbeda oleh sebagian pemuda. Ada yang melakukan aksi, namun ada pula yang menunjukkan semangat Sumpah Pemuda dengan karya-karya yang inovatif.

  • Pameran Fotografi

    Ini bukan pameran foto bisa, bukan semata menyuguhkan karya hitam putih yang puitik klasik, melainkan mengetengahkan karya seorang fotografer profesional, Sofyan Syamsul, yang terlibat sebagai still photographer dalam berbagai film. Karya-karyanya yang dihadirkan kali ini adalah hasil dari foto-foto yang diambil pada saat produksi film Sekala Niskala (2017), berikut momen-momen dibelakang layar (behind the scene) dari proses cipta film yang terbukti telh memeroleh berbagai penghargaan internasional.

  • Bentara Muda Bali Goes to Campus

    Program Bentara Muda Bali Goes to Campus kali ini bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, mengetengahkan workshop jurnalistik dan bincang film selaras perayaan Bulan Bahasa yang jatuh pada bulan Oktober. Program ini selaras pula upaya alih pengetahuan sebagaimana selama ini diniatkan melalui agenda Kelas Kreatif Bentara.

  • DIALOG SASTRA #61

    Dialog Sastra #61 kali ini menghadirkan dua penulis, yakni M. Aan Mansyur dan Agustinus Wibowo. Keduanya akan berbagi seputar perkembangan terkini budaya literasi di kalangan generasi milenal. Di samping itu, juga kiat-kiat menulis baik karya puisi maupun prosa, termasuk kisah perjalanan.

  • Anjangsana Dapur Sastra Jakarta

    Bukan kali ini saja Bentara Budaya Bali mendapat kunjungan dari sahabat-sahabat seniman lintas bidang, rekan-rekan perguruan tinggi, serta pecinta seni. Datang bersama-sama, berbagi pandangan dan pengalaman serta membincangkan secara guyub dan hangat kehidupan berkesenian di tanah air, tak ketinggalan keberadaan komunitas-komunitas seni yang memang menjadi bagian penting dari kreativitas berkesenian yang sehat.

  • Sajak Selasa

    Sajak Selasa merupakan program apresiasi puisi dan kolaborasinya ke dalam bentuk-bentuk seni pertunjukan lainnya yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya Jakarta bersama Komunitas Bentara Muda. Selain menampilkan pertunjukan lintas bidang antara puisi, musik, rupa, fotografi, multimedia, maupun paduannya dengan seni-seni tradisi seperti tari dan karawitan, acara ini juga terbuka bagi siapa saja untuk membacakan puisi karyanya sendiri.

  • Wokshop

    Serangkaian pameran fotografi “Melihat yang Tak Terlihat“, diadakan pula workshop bersama penulis dan sutradara Kamila Andini. Selain berbagi pengalaman dan pemahaman perihal perjalanan kreatifnya sejak pembuatan film cerita pertamanya “The Mirror Never Lies (2011)“ sampai Sekala Niskala (2017), Kamila Andini juga akan mengungkapkan alasan di balik pemilihan tematik film-filmnyas yang kerap mengeksplorasi sosok perempuan dalam aneka lapis peran dan kepribadian.

  • KOENTJARANINGRAT MEMORIAL LECTURES

    Koentjaraningrat Memorial Lectures (KML) merupakan acara diskusi panel yang diselenggarakan untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Prof. Koentjaraningrat, perintis dan pengembang pertama antropologi di Indonesia. KML merupakan agenda kegiatan tahunan FKAI yang sudah dilaksanakan sejak lembaga nirlaba ini resmi berdiri pada tahun 2004.