TANAH AIR DAN KITA

Sinema Bentara #KhususMisbar

28 Mar 2020 ~ 29 Mar 2020 Bentara Budaya Bali | pukul 18.00 WITA

Sinema Bentara bulan Maret ini akan menayangkan sejumlah film panjang lintas negeri yang berkisah tentang rasa cinta terhadap Tanah Air. Film-film yang diputar tidak hanya menghadirkan tokoh sarat perjuangan, namun juga sosok pribadi yang memiliki semangat kemanusiaan, keindahan seni dan pertiwi berikut mengedepankan hubungan welas asih sesama manusia yang universal. 
Melalui film Darah Garuda (Indonesia, 2010, Sutradara: Yadi Sugandi & Conor Allyn) kita diajak menelusuri semangat perjuangan para pemuda tahun 1947 merebut kembali kemerdekaan dari kesewenang-wenangan penjajah, berikut kisah dinamika intrik politik dan sosial, baik dari dalam dan luar. Di sisi lain, kita dapat menyaksikan keindahan alam Papua serta semangat tolong-menolong masyarakatnya ketika menghadapi Ibu yang akan bersalin lewat kisahan dokter John Manangsang dalam film Boven Digoel (Indonesia, 2017, Sutradara: FX Purnomo).
Kemanusiaan juga diuji pada film La Douleur (Prancis, 2017, Sutradara: Emmanuel Finkiel) ketika seorang penulis muda, Marguerite hendak melakukan apa saja demi menemukan suaminya, meski harus berhadapan dengan agen Gestapo Prancis pada Juni 1944. Film Italia Morte a venezia (1971) karya sutradara Luchino Visconti juga menarik disimak, menceritakan tentang seorang komposer avant-garde Gustave Aschenbach berlibur ke Venesia untuk menemukan inspirasi, namun sekaligus memperoleh kenyaataan pahit akan cita-cita hidupnya. 
Pemutaran film kali ini bekerja sama dengan Bioskop Keliling-Kemendikbud RI, BPNB Provinsi Bali Wilayah Bali, NTB, NTT, Pusat Kebudayaan Prancis IFI Jakarta, Alliance Française de Bali, Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar, dan Udayana Science Club.
Sinema Bentara masih diselenggarakan ala misbar tahun 80-an, nonton bareng di ruang terbuka Bentara Budaya Bali dengan guyub, hangat, dan akrab. Dimaknai pula dengan pasar kreatif misbar dan pertunjukan musik.  
SINOPSIS FILM
DARAH GARUDA
(Indonesia, 2010, Durasi: 100 menit, Sutradara: Yadi Sugandi & Conor Allyn)
Didukung oleh Bioskop Keliling Kemendikbud RI - BPNB Provinsi Bali Wilayah Bali, NTB, NTT

Berlatar tahun 1947, empat lelaki muda bersatu untuk melancarkan sebuah serangan nekat terhadap kamp tawanan milik Belanda. Para kadet ini terhubung dengan kantor pusat Jendral Sudirman dimana mereka diberi sebuah tugas sangat rahasia di belakang garis musuh di Jawa Barat: sebuah serangan yang dapat membalikkan perlawanan para pemberontak melawan kezaliman yang telah dilakukan Jendral Van Mook pada Agustus 1947. Mereka harus bersatu dan saling percaya, berjuang demi mengejar satu tujuan: Kemerdekaan. 

BOVEN DIGOEL
(Indonesia, 2017, Durasi: 93 menit, Sutradara: FX Purnomo)
Didukung oleh Bioskop Keliling Kemendikbud RI - BPNB Provinsi Bali Wilayah Bali, NTB, NTT

Pemuda kelahiran Papua, John Manangsang baru saja lulus sekolah kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 1990. Ia ditugaskan di salah satu puskesmas di Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua. Suatu ketika ia bersama stafnya harus melakukan operasi caesar terhadap Ibu Agustina yang sudah sembilan kali melahirkan. Sayangnya, puskesmas tersebut mempunyai keterbatasan sarana dan tenaga medis untuk melakukan tindakan. Maka berbagai perjuangan dengan segala keterbatasan dan kesulitan pun dilakukan John dan para stafnya untuk menyelamatkan Ibu Agustina.


LA DOULEUR  
(Prancis, 2017, Durasi: 126 menit, Sutradara: Emmanuel Finkiel)
Didukung oleh Institut Français d’Indonésie, Alliance Française Bali

Juni 1944, Prancis masih di bawah pendudukan Jerman. Robert Antelme, tokoh utama dari Perlawanan, ditangkap dan dideportasi. Marguerite, penulis yang masih muda, bertemu dengan agen Prancis Gestapo, Rabier, dan, siap melakukan apa saja untuk menemukan suaminya, menempatkan dirinya untuk menguji hubungan yang ambigu dengan pria yang sebenarnya musuhnya ini, hanya untuk dapat membantu mencapai tujuannya.

Film ini mendapatkan nominasi sebagai Film Terbaik pada Haifa International Film Festival 2017 dan San Sebastián International Film Festival 2017.

MORTE A VENEZIA (DEATH IN VENICE)
(Italia, 1971, Durasi: 130 menit, sutradara: Luchino Visconti)
Didukung oleh Konsulat Kehormatan Italia di Denpasar

Berlatar di Venesia, Gustave Aschenbach, seorang komposer avant-garde melakukan perjalanan ke resor tepi pantai untuk beristirahat dan menghindari tekanan sebagai seniman. Tetapi dia tidak menemukan kedamaian di sana, justru bertemu Tadzio yang sedang berlibur bersama keluarganya. Tadzio mewujudkan cita-cita yang telah lama dicari oleh Aschenbach. Namun, wabah mematikan mengancam mereka dan membahayakan cita-cita.

Film ini mendapat nominasi pada Academy Awards 1972; penghargaan Best Art Direction, Best Cinematography, pada BAFTA Awards 1972; Best European Film pada Bodil Awards 1972, nominasi Palme d'Or dan penghargaan 25th Anniversary Prize pada Cannes Film Festival 1971.