SULAWESI PA’RASANGANTA

Pameran Perupa Sulawesi Selatan

10 Jan 2019 ~ 19 Jan 2019 Bentara Budaya Jakarta l 19.30 WIB

Bentara Budaya bekerjasama dengan pelukis dan perupa dari Sulawesi Selatan menggelar pameran karya seni  lukis yang bertajuk Sulawesi Pa’rasanganta pada tanggal 10 Januari 2019 hingga 19 Januari 2019. Pameran ini diikuti oleh 24 pelukis dan akan memamerkan 24 karya lukis dan 3 karya instalasi.

Mengambil tajuk “Sulawesi Pa’rasanganta“ yang bermakna kampung halaman, pameran ini akan menampilkan karya lukisan dalam berbagai aliran gaya lukis yang berbeda tetapi tetap berakar pada kearifan lokal Sulawesi Selatan. 

Perupa-perupa Sulawesi lintas generasi turut serta dalam pameran yang dikuratori oleh Anwar Jimpe Rachman.Mulai dari perupa yang masih muda hingga pelukis Abdul Kahar Wahid yang berusia 81 tahun. Kebersamaan ini dapat menjadi pemicu semangat berkarya seniman-seniman di  Sulawesi Selatan.

Pameran ini digelar sebagai wujud kontribusi seniman-seniman Sulawesi Selatan terhadap perkembangan seni rupa di Indonesia. Diharapkan dengan adanya pameran ini masyarakat akan lebih mengenal tentang dunia seni lukis di Sulawesi Selatan. 

Rangkaian Kegiatan :

Pembukaan Pameran : 10 Januari 2019 I 19.30 WIB

Pameran berlangsung : 11 Januari – 19 Januari 2019 I 10.00 WIB – 18.00 WIB

Workshop : 12 Januari 2019 I 10.00 WIB - 12.00 WIB

Artist Talk : 12 Januari 2019 I 13.00 WIB- 15.00 WIB


Unduh Katalog Pameran


agenda acara bulan ini
  • SUBUR MAKMUR

    Subur Makmur, sebuah jargon yang acapkali terdengar di masyarakat. Subur dapat diartikan sebagai kemampuan untuk hidup, tumbuh, dan berkembang biak secara sempurna. Sedangkan makmur dimaksudkan sebagai hasil yang serba berkecukupan. “Subur Makmur“ menjadi tajuk dalam pameran karya seni rupa seniman Gigih Wiyono yang akan diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta pada bulan Juli 2019.

    Sejumlah karya berupa lukisan dan patung akan ditampilkan di dalam pameran ini. Gigih Wiyono, yang lahir dan tumbuh di daerah pertanian kabupaten Sukoharjo (Jawa Tengah) membuat tema kesuburan dan kemakmuran selalu lekat dalam setiap karyanya. Setelah pada periode sebelumnya ia menggali tema tentang mitos Dewi Sri, pada kali ini ia akan mencoba mengembangkannya lagi dalam konsep kesuburan dan kemakmuran.