SOSOK ANAK DALAM ANIMASI

Sinema Bentara #KhususMisbar

26 Apr 2019 ~ 27 Apr 2019 Bentara Budaya Bali | pukul 18.00 WITA

Sinema Bentara kali ini mengetengahkan film-film animasi terpilih yang mengangkat sosok anak sebagai fokus utama kisahannya. Bukan semata hal-hal lucu dan jenaka yang mengemuka, namun juga sisi-sisi pilu yang mengharukan serta mengundang pertanyaan mendasar tentang arti kehidupan, kejujuran, hingga kesetiakawanan. 

Film animasi yang menggunakan teknologi dua dimensi atau tiga dimensi kerap diidentikkan sebagai film anak-anak. Bukan saja lantaran temanya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan menggunakan sosok anak sebagai tokohnya, terlebih sang kreator menghadirkan kisah-kisah imajinatif dan heroik yang membuat anak-anak menyukai dan menggemarinya. Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa orang dewasa juga banyak yang menikmati alur cerita dan meresapi kisah dalam film tersebut.

Terlepas dari aneka ragam penikmat film animasi, jenis film ini sudah mulai diproduksi di awal abad ke-20 saat para pembuat film di Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan Rusia. Kemudian Jepang sebagai salah satu negara yang mempopulerkan ‘anime' (kartun jepang), mengawalinya pada tahun 1913 dengan First Experiments in Animation oleh beberapa tokoh seperti Shimokawa Bokoten, Koichi Junichi, dan Kitayama Seitaro. Di Indonesia, film animasi mulai dikembangkan tahun 1963 oleh seniman Dukut Hendronoto (Pak Ook) yang sempat belajar animasi di Walt Disney atas rekomendasi Presdien Soekarno. Ia mengembangkan animasi dalam salah satu program di stasiun TVRI. Ajang penghargaan film Academy Awards memberikan penghargaan kepada kreator film animasi sejak tahun 2002 melalui kategori Best Animated Featured yang meningkatkan apresiasi dan penghargaan masyarakat global terhadap film animasi ini.

Adapun film-film yang akan ditayangkan pada Sinema Bentara diantaranya Panji Semirang (Indonesia, 2015, Durasi: 30 menit, Produksi Pusbang Film RI & Blacksheep Studio), Sahabat Pemberani (Indonesia, 2016, 6 episode, Durasi: 65 menit, Sutradara: Sumanti Adefian), Anima für Kids - Bunt & Wild (Jerman, Durasi 70 menit, 2004 – 2013).

Program ini masih diselenggarakan dengan konsep Misbar, mengedepankan suasana nonton bersama yang hangat, guyub, dan akrab, didukung oleh Pusat Pengembangan Perfilman RI, KPK RI, Goethe Institut Jakarta dan Udayana Science Club. 

agenda acara bulan ini
  • CERITA PEREMPUAN PARUH BAYA

    Sudah menjadi keniscayaan dunia seni, tema tentang perempuan diangkat oleh para seniman lintas bidang. Namun kali ini, Sinema Bentara akan mengangkat cerita tentang perempuan paruh baya, tahapan usia yang mengundang aneka problematik kehidupan tersendiri. Bila masa muda diandaikan sebagai musim semi yang hari-harinya diwarnai keriangan dan pujian, akan tetapi saat seorang perempuan memasuki usia paruh baya, terasa benar berbagai masalah merundung keseharian mereka.