Sharing the Beauty of Indonesia

Parkiran Jazz

Kamis, 12 September 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Gun and Friends, Mropol Quintet, JB Project



Terlepas dari sejarah penetapannya, World Tourism Day / Hari Wisata Dunia yang diperingati setiap tanggal 27 September juga disambut baik oleh Komunitas Solo Jazz Society. Pembicaraan mengenai kontribusi terhadap pariwisata, Sojazz memilih untuk berkumpul dan bermusik di pelataran Bentara Budaya Solo tanggal 12 September 2019 mendatang.

 "Sharing the beauty of Indonesia", dipilih sebagai tema Parkiran Jazz Edisi September 2019 kali ini. Bernyanyi menceritakan kota, daerah, serta objek yang dapat menciptakan kenangan bagi para pengunjung. Dengan ikut menceritakan keindahan Indonesia, Parkiran Jazz sekaligus menjadi "ruang promosi" untuk menyebar luaskan identitas wisata bangsa demi mewujudkan wisata Indonesia yang maju serta ramah bagi setiap wisatawan. 

Penyebar luasan identitas wisata melibatkan beberapa kelompok musik yang akan membawakan komposisi lagu bercerita tentang keindahan Indonesia. Gun and Friends dari Jogjakarta turut menjadi bagian pada acara ini. Berawal dari Komunitas Jazz Jogja – Etawa Jazz Club, Gun n Friends selalu mencoba merakit format baru baik itu duo, trio, kwartet atau kwintet. “Gun“ yang merupakan singkatan dari Gunawan(gitar) ditemani Marcella Nursalim(vokal), Agung Prasetyo(bass) dan Radityo Darmo(drum) berharap dengan musik yang dibawakanya nanti dapat memberikan nuansa musik yang berbeda tanpa mengurangi esensi dari musik Jazz.

Mropol Quintet, kelompok musik ini juga memeriahkan acara dengan menyuguhkan nuansa Light Jazz Music. Konsep musik Mropol Quintet beranggotakan Talisa Audryn(vokal), Fransiskus Widhanto(piano), Amru Zahry(gitar) dan Laurentius Bob(contrabass).

Tak ketinggalan JB Project yang dipelopori oleh 3 orang: Aby Christian(gitar), Rian Kriswidianto(bass), dan Cipta Herlambang juga(drum) bersedia hadir melengkapi acara. Grup yang terbentuk tahun 2017 lalu ini tercipta karena ketiga anggota sering bermusik bersama. Dengan intensitas itulah akhirnya mereka menamakan grup nya “JB“, yang berarti “Jam Bareng". Konsep yang diusung JB Project adalah musik jazz bernuansa smooth jazz dengan disajikan dalam format ensembel quartet. Adapun personil edisional yang melengkapi format tersebut yaitu Yoyada Eka Papraja(piano). Bagaimana penampilan ketiga kelompok musik tersebut? Kita nantikan esok !

agenda acara bulan ini
  • AIR MATA AIR BENGAWAN

    Sungai, sumber cerita dalam kehidupan manusia. Banyak ingatan terekam yang “mengalir“ di sungai. Dulu, sering kita melihat anak-anak bermain di sungai, berenang, ciblon, mandi dan berbagai macam kebutuhan sehari-hari lainnya. Sungai yang jernih membuat mereka ingin berlama-lama bermain di sungai. Ingatan kita juga ke Bengawan Solo, yang keberadaannya menjadi sumber utama kehidupan masyarakat di sekitarnya. Namun ironisnya, di waktu yang bersamaan perusakan terjadi di mana-mana.

  • PANGGUNG MAESTRO FILM TAN TJENG BOK

    Kehidupan Tan Tjeng Bok yang menarik ini meninggalkan cukup banyak artefak yang unik dan menarik. Berbekal artefak-artefak ini lah kemudian kisah kehidupan Tan Tjeng Bok dibukukan dalam bentuk Biografi oleh Fandi Hutari dan Deddy Otara.