SESILIRAN

Lantun Musik Bersama Johanes Kristianto

Selasa, 29 Januari 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Bersama: Nandya Abror, Mamenko Wahyono, Kuartet Sesiliran Jogja, Tony Broer
Dibuka penampilan: Jungkat Jungkit 


Silir diambil dari bahasa Jawa yang berarti “Sejuk“. Sifat ini dimiliki oleh angin, angin yang berhembus memberikan nafas untuk siapa saja yang berharap padanya. Tidak dapat dilihat namun bisa dirasakan dampaknya.

Tentu kita masih ingat kenangan masa kecil saat bermain layang-layang. Kita selalu berharap kepada angin yang tidak dapat dilihat secara kasat mata, namun tetap percaya bahwa ia akan membantu menerbangkan layang-layang.

Sesiliran merupakan kata yang diambil untuk merepresentasikan album ini, yang mencoba mengajak pendengarnya untuk berani berharap dan percaya akan diri sendiri.

Tur album ini dilakukan dengan tujuan mengenalkan album Sesiliran. Tangerang, Jakarta, Solo, Jogja, Surabaya, Tulungagung, Serang, adalah tempat yang akan disinggahi. Setiap kotanya Johanes akan berkolaborasi dengan seniman lokal, dengan tujuan agar bisa sama-sama belajar, baik yang berhubungan dengan aspek musikal maupun yang non-musikal.

Johanes Kristianto, lahir di Jakarta ’93. Alumni Seni Musik UNJ dan Pascasarjana ISI Yogyakarta ini adalah seorang penampil, arranger, dan komposer yang memroyeksikan wilayah kerjanya saat ini untuk gitar. Pengalaman estetis dan wawasan akademis yang didapat menjadi bekal utamanya dalam berkarya.
Ia juga sempat mengikuti masterlass dari gitaris klasik dunia, Gabriel Bianco (Perancis). Bekal aransemen dan komposisinya di dapat melalui RM. Aditya, Hery Budiawan, Royke Koapaha, dan Slamet Abdul Sjukur.