SERAT WIRA ISWARA-GANDRUNG ASMARA

Macapat Soedjatmakan Karya Pakubuwana IX

Senin, 07 Oktober 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Pembabar: 
Drs. Supardjo, M.Hum. (Sastra Jawa  - UNS) 
Darsono, S.Kar, M.Hum (Karawitan – ISI Surakarta)


Serat Wira Iswara adalah termasuk karya besar ISKS. Pakoeboewono IX. Sesuai dengan namanya wira, wara, warah, yang artinya ajaran, petuah; Iswara artinya raja. Jadi Wira Iswara adalah ajaran atau petuah yang disampaikan oleh raja, dan karena isinya maka serat ini dapat digolongkan sebagai karya sastra tutur atau sastra ajar. Serat Wira Iswara adalah merupakan kompilasi atau kumpulan dari berbagai karya beliau, di antaranya Serat Gandrung Asmara, Serat Gandrung Turidha, Serat Wulang Rajaputra, Serat Wulang putri, dan sebagainya.
Serat Gandrung Asmara ini berbicara tentang  ungkapan  cinta kasih dari seseorang yang sedang kasmaran terhadap wanita pujaan hatinya. Di dalam pengungkapan rasa ini terselip ajaran-ajaran luhur, diantaranya tentang kesetiaan, kejujuran, dsb. Serat ini termasuk karya sastra indah, karena sang raja dalam menyampaikan ajaran, pesan, petuah, banyak sekali menggunakan kata-kata arkhais, busananing basa, dan basa rinengga, sehingga sangat enak dibaca dan mudah dipahami isinya. Pada pertemuan selanjutnya, akan membahas materi Sekar Gambuh dalam Serat Gandrung Asmara.