SERAT WIRA ISWARA-GANDRUNG ASMARA

Macapat Soedjatmakan

Senin, 16 Desember 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Macapat Soedjatmakan
SERAT WIRA ISWARA-GANDRUNG ASMARA 
Serat Gandrung Turidha 
Karya Pakubuwana IX
Pembabar: 
Drs. Supardjo, M.Hum. (Sastra Jawa  - UNS) 
Darsono, S.Kar, M.Hum (Karawitan – ISI Surakarta)
Senin, 16 Desember  2019 | Pukul 19.30 WIB


Serat Wira Iswara adalah termasuk karya besar ISKS Pakoeboewono IX. Sesuai dengan namanya Wira, wara, warah, yang artinya ajaran, petuah; Iswara artinya raja. Jadi Wira Iswara adalah ajaran atau petuah yang disampaikan oleh raja, dan karena isinya maka serat ini dapat digolongkan sebagai karya sastra tutur atau sastra ajar. Serat Wira Iswara adalah merupakan kompilasi dari berbagai karya beliau, di antaranya Serat Gandrung Asmara, Serat Gandrung Turidha, Serat Wulang Rajaputra, Serat Wulang Putri, dsb.
Khusus Serat Gandrung Turidha yang hanya terdiri dari 4 pupuh (Dhandhanggula, Sinom, Mijil, dan Kinanthi). Isinya sesuai dengan namanya gandrung adalah perasaan jatuh cinta, dan turidha adalah berarti sedih yang sangat mendalam (kesengsem). Serat ini menggambarkan betapa sedihnya Sang Raja ketika ditinggal wafat oleh permaisuri (orang yang sangat dicintai), beliau selalu memuji kesetiaan dan keluhuran budi mendiang isterinya, dan selalu berharap akan dipertemukan kelak di alam surga. Beliau menyadari sudah tua, sudah tidak pantas lagi bila harus menikah lagi, walau sebenarnya maksud hati masih berharap lain.

agenda acara bulan ini
  • ALTIN GUN

    Altin Gün (yang merupakan singkatan dari Golden Morning) kini telah merilis dua (2) album dan beberapa single. Pada 2017 album debut On dirilis, diikuti oleh single Goca Dunya. Album baru, Gece, dirilis pada April 2019. Di Eropa ini dirilis melalui Glitterbeat Records dan di AS dan Kanada melalui ATO Records. Single pertama adalah single Süpürgesi Yoncadan.