SERAT WIRA ISWARA-GANDRUNG ASMARA

Macapat Soedjatmakan-Karya pakubuwana IX

Senin, 20 Mei 2019 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Serat Wira Iswara adalah termasuk karya besar ISKS. Pakoeboewono IX. Sesuai dengan namanya wira, wara, warah, yang artinya ajaran, petuah; Iswara artinya raja. Jadi Wira Iswara adalah ajaran atau petuah yang disampaikan oleh raja, dan karena isinya maka serat ini dapat digolongkan sebagai karya sastra tutur atau sastra ajar. Serat Wira Iswara adalah merupakan kompilasi atau kumpulan dari berbagai karya beliau, di antaranya Serat Gandrung Asmara, Serat Gandrung Turidha, Serat Wulang Rajaputra, Serat Wulang putri, dan sebagainya.

Khusus Serat Gandrung Asmara yang merupakan bahan waosan dan bahasan sarasehan di Macapatan Balai Soedjatmoko Bulan Mei ini, adalah berbicara tentang  ungkapan  cinta kasih, rasa kasmaran, dari seseorang yang sedang kasmaran terhadap wanita pujaan hatinya. Di dalam pengungkapan rasa ini terselip ajaran-ajaran luhur, di antaranya tentang kesetiaan, kejujuran, dsb. Serat ini termasuk karya sastra indah, karena sang raja dalam menyampaikan ajaran, pesan, petuah, banyak sekali menggunakan kata-kata arkhais, busananing basa, dan basa rinengga, sehingga sangat enak dibaca dan mudah dipahami isinya.