SESILIRAN

Musik Kamisan oleh Johanes Kristianto

Kamis, 24 Januari 2019 Bentara Budaya Jakarta I 19.30 WIB

Musik Kamisan di tahun 2019, program berkala dari Bentara Budaya Jakarta yang mengapresiasi berbagai langgam musikal, diawali dengan pementasan dari gitaris muda Johanes Kristianto.

Kali ini dia akan menampilkan pertunjukan dengan tajuk “Sesiliran“ yang mengacu dari kata “Silir“ dan bermakna sejuk. Seluruh lagu merupakan buah aransemennya dengan instrumen gitar klasik dan dirangkum dalam album yang berjudul sama, yakni “Sesiliran“. 

Johanes menuturkan bahwa musik garapannya ini lebih dilandasi semangat untuk kembali mendekatkan musik gitar klasik kepada khalayak. Menurutnya, selama ini jumlah repertoir gitar klasik tidak terlampau banyak dibandingkan langgam-langgam musikal lainnya. 

Pertunjukannya di Bentara Budaya Jakarta ini akan didukung oleh beberapa kawan musisi lainnya seperti Saryanto (pemain kendang dan Dosen Universitas Negeri Jakarta), Kuartet Gitar 4.13 Jakarta (ansamble gitar), Nadya Abror (pemain cello), hingga kelompok fok-akustik SAPAMALAM. Kolaborasi tari akan ditampilkan oleh Oka Balthazar dan Anita Karlina. 

Johanes Kristianto, kelahiran 1993 di Jakarta. Lulusan Pascasarjana ISI Yogyakarta ini telah beberapa kali menampilkan kebolehkannya sebagai penampil, arranger, dan komposer untuk gitar. Pengalaman estetis dan wawasan akademis yang didapat menjadi bekal utama dalam berkarya. Masuk dalam dunia akademik membuatnya semakin percaya diri untuk membuat album ini. Ia juga sempat mengikuti masterclass dari gitaris klasik dunia, Gabriel Bianco (Perancis). Bekal aransemen dan komposisinya di dapat melalui RM. Aditya, Hery Budiawan, Royke Koapaha, dan Slamet Abdul Sjukur. Dia telah melakukan pentas di berbagai lokasi, dan khusus untuk album Sesiliran, Johanes Kristianto telah tampil di Tangerang, Solo, Yogyakarta, Tulungagung, dan Serang.

agenda acara bulan ini
  • KOLEKSI KERAMIK BENTARA BUDAYA

    Keramik koleksi Bentara Budaya Jakarta merupakan hasil perintisan dan pengumpulan yang diawali oleh pendiri Kompas Gramedia, almarhum PK Ojong. Kini jumlahnya lebih dari 1.000 karya seni, meliputi piring, mangkuk, wadah air, serta benda dekoratif seperti patung. Keramik lokal dan benda-benda berbahan dasar tanah liat dari berbagai dinasti juga menjadi andalan koleksi lembaga ini; mulai dari dinasti Sung, Yuan, Tang, Ming dan Ching, juga beragam keramik lokal dari Singkawang, Cirebon, Bali, dan Plered.

    Pameran Galeri Sisi kali ini mencoba menampilkan karya keramik yang tidak dibatasi oleh rentang waktu, jenis bahan dan muasal benda-benda keramik yang dikoleksi sejak tahun 1980an namun lebih spesifik menampilkan keramik-keramik dari sisi bentuk yang menyangkut nilai-nilai estetiknya.

  • OBROLAN SUKAB

    Obrolan Sukab (Penerbit Buku Kompas, 2018) memuat sepilihan esai-esai populer Seno Gumira Ajidarma yang sebagian sempat dipublikasikannya di kolom Udar Rasa - Harian Kompas serta laman media daring PanaJournal.com. Isinya tidak lain adalah obrolan Sukab bersama konco-konconya sesama warga negara kelas bawah: manusia-manusia merdeka yang merasa nyaman dalam keseharian mereka sebab mereka lebih baik memiliki diri sendiri daripada memiliki semuanya, kecuali diri sendiri.

    Adapun sebagai narasumber dalam diskusi buku ini adalah Seno Gumira Ajidarma, JJ Rizal, Zen Hae dan dimoderatori oleh Yahya Andi Saputra. Mereka akan membincangkan bukan hanya seputar buku, tetapi juga berbagai hal yang menyinggung situasi sosial budaya kontemporer di Indonesia, dan Jakarta khususnya, yang memang menjadi bahan obrolan Sukab serta kawan-kawannya itu.

  • PUTAR FILM BENYAMIN S DAN PAMERAN POSTER FILM INDONESIA 1970 - 1990AN

    Siapa yang tidak kenal Benyamin Sueb, aktor multitalenta asal Betawi? Sekaligus untuk memaknai Hari Film Nasional yang dirayakan setiap tanggal 30 Maret, Bentara Budaya Jakarta menggelar pemutaran film retrospektif tentang sinema-sinema yang dibintangi dan disutradarai oleh Benyamin Sueb.

  • SAJAK SELASA

    Sajak Selasa merupakan program apresiasi puisi dan kolaborasinya ke dalam bentuk-bentuk seni pertunjukan lainnya yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya Jakarta bersama Komunitas Bentara Muda. Selain menampilkan pertunjukan lintas bidang antara puisi, musik, rupa, fotografi, multimedia, maupun paduannya dengan seni-seni tradisi seperti tari dan karawitan, acara ini juga terbuka bagi siapa saja untuk membacakan puisi karyanya sendiri.