SAPARDI WAKTU ITU

BINCANG BUKU

Sabtu, 28 November 2020 Zoom Bentara Budaya | pukul 15.00 WIB

Memaknai peluncuran bunga rampai esai yang ditujukan sebagai ode bagi Sapardi Djoko Damono, Bentara Budaya menyelenggarakan Bincang Buku “Sapardi Waktu Itu“, Sabtu, 28 November 2020, pukul 15.00 WIB. 

Acara ini sekaligus menutup rangkaian program 30 Tahun Bentara Budaya “Arah Langkah“ Tribute to Jakob Oetama yang telah berlangsung sedari 26 September 2020., demikian diungkapkan Manajer Bentara Budaya Paulina Dinartisti.

Bincang Buku “Sapardi Waktu Itu“ diselenggarakan secara daring (online) melalui platform Zoom Meeting. Adapun sebagai narasumber yakni sastrawan Linda Christanty serta para penulis muda yang esainya terangkum di dalam buku “Sapardi Waktu Itu“. Mereka antara lain Widyanuari Eko Putra (Semarang), Setyaningsih (Solo), Wulan Dewi Saraswati (Bali) dan Dymussaga (Jakarta). 

Adapun bunga rampai esai ini merangkum 22 tulisan karya penulis-penulis muda lintas kota perihal sosok dan karya sastrawan Sapardi Djoko Damono.  Para penulis ini bukan hanya mengisahkan kesan pribadi tentang sosok Sapardi, namun juga bagaimana pertemuan mereka dengan karya-karya sastrawan yang berpulang pada 19 Juli 2020 dalam usia 80 tahun tersebut.

Sapardi Djoko Damono lahir di Solo pada 20 Maret 1940, menulis sejak sekolah menengah di Solo, kemudian berlanjut ketika dirinya pindah ke Yogyakarta untuk kuliah di Sastra Inggris UGM. Tulisan-tulisan Sapardi tidak hanya berupa puisi, tetapi juga cerita pendek, novel serta penelitian. 

Program penulisan dan peluncuran bunga rampai esai ini sesungguhnya sejalan pula dengan semangat serta nilai-nilai yang diwariskan founding father Kompas Gramedia Jakob Oetama, termasuk upaya membangun karakter dan pekerti bangsa (nation and character building). Mengingat bahwa dalam perjalanannya Sapardi juga bertumbuh bersama semangat Kompas mengembangkan apresiasi sastra, dengan menyediakan lembar halaman untuk puisi, cerpen, esai dan tinjaun buku. 

Warih Wisatsana, kurator Bentara Budaya yang juga menulis pengantar untuk buku ini, mengungkapkan bahwa karya-karya Sapardi menyajikan sebuah cermin bening yang tembus pandang. Ketika seseorang membacanya sesungguhnya ia tengah bercermin pada laku pengalaman yang ditemuinya sehari-hari. Demikian pula 22 penulis esai di buku ini, melalui tinjauan pada karya dan sosok Sapardi, hakikatnya tengah berbincang dengan diri sendiri. 

Acara bincang buku ini terbuka bagi umum dengan kuota terbatas dan gratis. Publik yang ingin mengikuti bincang buku dapat mendaftar melalui tautan linktr.ee/BentaraBudaya. Peserta yang mendaftar pada kegiatan bincang buku juga berkesempatan memperoleh harga khusus untuk pra-pesan buku bunga rampai esai “Sapardi Waktu Itu“. (*)

Baca Buku Sapardi Waktu Itu