RISE OF THE ECO WARRIORS

Diskusi dan Pemutaran Film

Rabu, 27 Juli 2016 18.30 WITA | Bentara Budaya Bali



Rabu, 27 Juli 2016, Pukul 18.30 WITA

Sekelompok anak muda petualang yang penuh semangat meninggalkan dunia mereka sehari-hari untuk menghabiskan 100 hari di belantara Kalimantan. Misi mereka adalah untuk menghadapi salah satu tantangan global besar kita, menyelamatkan hutan hujan tropis dan memberikan harapan kepada orangutan yang terancam punah. Kisah para pejuang lingkungan (Eco Warriors) tersebut dihadirkan dalam sebuah film bertajuk Rise of the Eco Warriors yang akan diputar dan didialogkan di Bentara Budaya Bali.

Film Rise of the Eco Warriors telah diputar di berbagai negara seperti Australia, Singapura, dan Indonesia, serta dalam waktu dekat akan ditayangkan di Swiss serangkaian ‘Filme für die Erde’ (Film for the Earth). Khusus pemutaran film di Bali, program ini didukung oleh Australia Indonesia Arts Alliance dan bekerjasama dengan Udayana Science Club (USC) Universitas Udayana serta Ekspresso 88. Selain pemutaran film, akan diselenggarakan pula sesi diskusi bersama Mark White (produser) mengenai proses kreatif produksi film dan latar belakang di balik pembuatan film.

Film ini secara khusus mengisahkan juga perihal nasib Jojo, bayi orangutan yatim piatu yang dipercayakan dalam perawatan pada Eco Warrior ini, dan mereka berupaya untuk dapat merumahkan kembali si Jojo ke hutan mula asalnya. Idealisme diwujudkan dengan mendirikan pusat rehabilitasi orangutan bekerjasama dengan masyarakat setempat di bawah bimbingan mentor Dr. Willie Smits. Film yang merupakan seruan akan kesadaran dan kecintaan para orangutan serta lingkungannya ini disutradarai oleh Cathy Henkel  produksi tahun 2014.

Mark White merupakan salah satu produser film Rise of the Eco Warriors. Mark telah membangun tim media digital yang inovatif di Queensland dan New South Wales Australia selama 20 tahun. Selama 10 tahun terakhir ia telah menjadi co-founder situs crowdfunding lingkungan pertama di Australia dan bekerja di industri e-Learning sebagai direktur dan penasihat di beberapa lingkungan belajar yang ternama di Australia. Keterlibatan terbaru yang dipimpin oleh Mark mencakup pengembangan kesehatan global, keamanan dan kepemimpinan program lingkungan dan lain sebagainya. Mark dan timnya yang bernama White Crow mengembangkan berbagai terobosan inisiatif pembelajaran digital selama beberapa tahun terakhir, mulai dari permainan pertama di dunia 3D untuk Green Homes, yang dianugerahi sebagai salah satu dari enam interaktif media terbaik yang dicontoh oleh PBB pada tahun 2005.
 
(Catatan:  insert poster film, logo AIA, logo Colors of the World, foto Mark White)

agenda acara bulan ini
  • Naskah Teater, Sebuah Proses Adaptasi

    Dialog Sastra kali ini akan membincangkan perihal adaptasi dalam teater. Selain membahas naskah-naskah drama asing yang kerap dimainkan publik teater di Indonesia, semisal karya-karya Anton Chekov, William Shakespeare, Samuel Beckett, Eugene Eunesco, Kenneth Sawyer, juga proses penyutradaraan terhadap naskah-naskah pilihan tersebut.

  • Pentas Teater Komunitas Teratai Pinangan Karya Anton Chekov

    Pinangan adalah drama satu babak karya Anton Chekov (Rusia) yang kerap dimainkan oleh kelompok-kelompok teater di Indonesia. Naskah komedi ini diadaptasi atau disadur oleh Suyatna Anirun. Jalan ceritanya menarik bernada satir dan ironi, mengisahkan perseteruan yang bermula dari seseorang yang datang melamar, tetapi justru akhirnya terlibat konflik memperebutkan sebidang tanah dan mempermasalahkan hewan peliharaan kesayangan masing-masing.