REPUBLIK KRESEK

Pameran Fotografi Pandji Vasco Da Gama

Jumat, 13 Maret 2020 Balai Soedjatmoko Solo | pukul 19.30 WIB

Kurator: Bea Wiharta
Pembukaan Pameran: 
Jumat, 13 Maret 2020 | Pukul 19.30 WIB
Dibuka Pertunjukan:
Wayang Sampah
Pameran Berlangsung:
14-19 Maret 2020 | Pukul 09.30-21.30 WIB


Senyampang aku teringat series foto tas kresek “Colorful Destroyer“ yang dibuat oleh Dhana Kencana dalam majalah DestinAsia Indonesia edisi Juli September 2019. Melihat tenangnya penumpang motor modern membuang sampah berkresek di pantai Nabire, series Dhana ¡tu terlalu manis.  Indah tapi kejam. Ketololan penunggang motor modern ¡tu setingkat dengan imajinasí seniman Solo, Pandji Vasco da Gama yang menggambarkan kejamnya plastik beberapa tahun lagi. Dalam pameran foto Republik Kresek kali ini Pandji Vasco da Gama merekam realitas sosial sekaligus menjadi sutradara melalui imajinasinya.

lmajinasínya berangkat dan realitas Iingkungan bahwa bumi kita makin dipenuhi plastik. Pelaut wanita lnggris Dame Ellen Patricia MacArthur memprediksi, di lautan jumlah plastik akan Iebih banyak dan ¡kan di tahun 2050. Itu tak lama, 30 tahun lagi, saat anak-anak kita menjadi dewasa. Artinya pada tahun 2050 setiap ikan mempunyai setidaknya pasangan satu plastik, plastik itu bisa ada di dalam tubuh, atau bahkan membungkus tubuhnya. Akíbatnya semua ikan di laut akan terpenjara dalam plastik. Setelah memenjarakan tubuh hewan berapa lama lagi plastik bisa memenjarakan tubuh semua manusia?

Apakah kita semua-3O tahun lagi- harus memakai masker dan tabung oksigen untuk bernafas agar bebas dari plastik? Bagaimana rasanya dibekap plastik? Terbunuhkah kita? Melalui karya fotografinya Pandji berimajinasi menunjukkan susahnya kehidupan orang-orang di masa depan. 

Melalui pameran ini, Pandji Vasco da Gama, seorang seniman jebolan Seni Rupa ISI Yogyakarta tahun 1995, mengubah dirinya menjadi aktivis lingkungan. Melalui foto-fotonya Pandji menangkap realitas sosial yang biasa dikerjakan oleh wartawan foto dengan cara yang tidak bisa dilakukan oleh wartawan foto. Menjadi sutradara melalui imajinasinya. 

Seperti kata Shahidul Alam seorang wartawan foto Bangladesh yang menerima “person of the year 2018“ dan majalah TIME, seorang fotografer harus menjadi agen perubahan. Dalam pameran ¡ni Pandji menjadi agen perubahan di masa depan. Seperti musik dan seni, kecintaan terhadap bumi dan alam ini adalah bahasa universal yang dapat melampaui batas politik, sosial, dan genre-genre dalam fotografi. (Beawiharta, wartawan foto independen)