PERAHU MAYANG

Pameran Foto Perahu Layar

Sabtu, 12 Oktober 2019 Bentara Budaya Yogyakarta | pukul 19.30 WIB

Pembukaan Pameran:  Sabtu, 12 Oktober 2019 | Pukul 19.30 WIB
Pameran  berlangsung 12 – 20 Oktober  2019 | 09.00 – 21.00 WIB

Perahu Mayang  kami pilih sebagai judul pameran foto kapal layar karena Perahu Mayang ini dapat mewakili kapal layar di masa lalu. Di samping itu,  Perahu Mayang ini ternyata ada di berbagai pelabuhan  di pesisir Pulau Jawa dari Jakarta, Cirebon,Tegal, Rembang sampai Pasuruan dan Probolinggo tentu saja dengan ciri khas masing-masing wilayah. Kapal layar lainnya adalah: Sampan Sero Jakarta, Johoran dari Krawang, Jukung dari Indramayu, Bingkung dari Cirebon, Kolek Pukat Banten, Sekong Pasuruan, dan Prau Kroman.
Dalam pameran kapal layar ini kami akan menampilkan miniatur beberapa kapal layar seperti Pinisi, kapal Eropa dan foto-foto lama dari kapal layar yang pernah mengarungi lautan Indonesia. Foto-foto ini   kami dapatkan dari buku Zeevisscherij karangan Dr P.N. Van Kampen tahun 1909.  Kami juga  mendapat foto dari buku Het Indische Boek der zee tahun 1912. Selain itu, untuk melengkapi  kekurangan  gambaran  tentang kapal layar di masa lalu, kami tampilkan pula foto kapal-kapal layar di masa Belanda. (Hermanu - Kurator Bentara Budaya Yogyakarta)

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Jazz Mben Senen (JMS) yang diselenggarakan secara rutin setiap minggu pada hari Senin malam di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) diniatkan untuk lebih memasyarakatkan jazz sebagai salah satu jenis musik yang cukup populer di Indonesia. Sebagai sebuah pertunjukan musik jazz yang sudah berlangsung selama sepuluh tahun, JMS telah dikenal luas tidak hanya oleh masyarakat Yogyakarta.

  • GRENG

    Pada 100 Tahun Widayat: Ada dua warisan estetis yang ditinggalkan oleh pelukis Widayat (1919-2002) untuk penghayat seni rupa Indonesia--utamanya Yogyakarta, yaitu lukisan “Dekora Magis“ dan “Greng“.
    Yang pertama adalah karya seni rupa, benda budaya, dan obyek artistik yang memampukan Widayat terpandang sebagai salah satu pelukis Indonesia terkemuka pasca generasi Affandi, Hendra Gunawan, dan S. Sudjojono.