Partitur dan Pemandangan Alam yang (Tidak) Biasa - Pameran Tunggal Nisan Kristiyanto

Kamis, 18 Mei 2017 Bentara Budaya Jakarta | 19.30 WIB

Pameran Berlangsung : 19 – 28 Mei 2017   |   Pukul 10.00 – 18.00 WIB


Dalam pameran ini, pelukis Nisan Kristiyanto menampilkan sepilihan karya yang merespon alam lingkungan dalam gaya realis yang menawan. Kesetiaannya melukis tema alam dihayatinya dengan melakukan eksplorasi terus-menerus demi menyempurnakan teknik, warna dan komposisi. Sepanjang 42 tahun karirnya sebagai pelukis, ia sudah membuat sangat banyak lukisan pemandangan alam yang indah, harmonis, dan ideal, namun bukan berarti ia menutup mata pada kenyataan. Katanya, “Hidup ini tidak bisa sepenuhnya ideal sesuai dengan keinginan kita, demikian juga dengan alam lingkungan kita yang rusak karena ulah manusia.“

Lukisan-lukisan tersebut mewakili sisi tanggung jawab moral seorang seniman. Ia tengah melakukan unjuk rasa dalam diam, karena risau  atas lingkungan alam yang terus terancam lewat cara yang paling dia akrabi, yaitu melukis. Di dalam tataran simbolik langkah seni tersebut tidak kalah berharga dibanding penyampaian aspirasi di jalanan yang riuh rendah.

Nisan Kristiyanto lahir pada tahun 1953, telah melakukan pameran di berbagai kesempatan, antara lain Pameran tunggal di Galeri Hadiprana Jakarta (1978), Pameran Kaligrafi Nasional 1 di Gedung Rimba Graha Semarang (1978), Pameran Bienalle Pelukis Muda Indonesia di Taman Ismail Marzuki Jakarta (1979), Pameran tunggal di Galeri Mon Decor Jakarta (2001). Pameran Bazaar Art Jakarta (2012), dan lain-lain. 

agenda acara bulan ini
  • Sajak Selasa

    Sajak Selasa merupakan program apresiasi puisi dan kolaborasinya ke dalam bentuk-bentuk seni pertunjukan lainnya yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya Jakarta bersama Komunitas Bentara Muda. Selain menampilkan pertunjukan lintas bidang antara puisi, musik, rupa, fotografi, multimedia, maupun paduannya dengan seni-seni tradisi seperti tari dan karawitan, acara ini juga terbuka bagi siapa saja untuk membacakan puisi karyanya sendiri.

  • Workshop bersama Arswendo Atmowiloto

    Sastrawan Arswendo Atmowiloto akan membagikan pengalaman menulisnya dalam sebuah loka karya yang bertajuk “Mengarang itu Gampang.“ Apa yang disampaikannya ini boleh dikata merupakan refleksi dari buku bertajuk serupa yang pernah ditulisnya 45 tahun lalu. Khusus dalam acara kali ini, paparannya mengenai dunia kepenulisan akan dipadukan dengan pementasan monolog dari para mahasiswa LSPR (London School of Public Relation). Akan tampil delapan aktor yang masing-masing membawakan karya naskahnya sendiri.