Pameran Tunggal Seni Rupa Wisnu Ajitama

LENG

Senin, 30 April 2018

Pembukaan Pameran: Sabtu,  24 Mei 2018 | Pukul 19.30 WIB
Pameran berlangsung: 25 – 30 Mei 2018 | Jam buka 09.00 – 21.00 WIB

Wacana yang  diangkat terangkum dalam judul LENG (TELEK OSENG). Dari dua bahasa TELEK yang berarti tembelek/angleng/lantana camara/saliara/wild sage. Serta OSENG yang merupakan teknik memasak dengan cara menggoreng namun tidak terlalu kering serta berkuah sedikit. 
Dalam artian ini, Wisnu Ajitama berupaya memasak tembelek menjadi karya Environmental Art. Di mana tumbuhan yang tadinya tak memiliki daya estetik dapat diberdayakan melalui teknik2 asemblasi/perakitan menjadi wujud  daya estetik. Lain dari pada itu, lokasi yang dipilih memiliki sejarah yang eksotis politis. Sejak dialihfungsikan dari hutan produktif menjadi hutan lindung berakibat pada dampak sosial dan ekonomi masyarakat Desa Turunan. Panggang, Gunungkidul. Yogyakarta. Petani hutan beralih profesi menjadi tukang bangunan, serta warga yang beralih masuk dunia politik partai, perkebunan pun dirusak oleh kawanan kera ekor panjang. (Wisni Ajitama)