Pameran Tunggal Seni Rupa Wisnu Ajitama

LENG

Senin, 30 April 2018

Pembukaan Pameran: Sabtu,  24 Mei 2018 | Pukul 19.30 WIB
Pameran berlangsung: 25 – 30 Mei 2018 | Jam buka 09.00 – 21.00 WIB

Wacana yang  diangkat terangkum dalam judul LENG (TELEK OSENG). Dari dua bahasa TELEK yang berarti tembelek/angleng/lantana camara/saliara/wild sage. Serta OSENG yang merupakan teknik memasak dengan cara menggoreng namun tidak terlalu kering serta berkuah sedikit. 
Dalam artian ini, Wisnu Ajitama berupaya memasak tembelek menjadi karya Environmental Art. Di mana tumbuhan yang tadinya tak memiliki daya estetik dapat diberdayakan melalui teknik2 asemblasi/perakitan menjadi wujud  daya estetik. Lain dari pada itu, lokasi yang dipilih memiliki sejarah yang eksotis politis. Sejak dialihfungsikan dari hutan produktif menjadi hutan lindung berakibat pada dampak sosial dan ekonomi masyarakat Desa Turunan. Panggang, Gunungkidul. Yogyakarta. Petani hutan beralih profesi menjadi tukang bangunan, serta warga yang beralih masuk dunia politik partai, perkebunan pun dirusak oleh kawanan kera ekor panjang. (Wisni Ajitama)

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Seperti disebutkan dalam akun Jazz Mben Senen yang menyebutkan bahwa “Jazz Mben Senen“ adalah suatu kegiatan yang berfungsi sebagai sarana apresiasi para pecinta kesenian, untuk berkesenian, bercanda, dan berkomunikasi ala jazz, di Bentara Budaya Yogyakarta, Jalan Suroto No. 2, Kotabaru, membuat sebuah kesenian yang indah. Rasanya, bagi mereka pecinta jazz, “ora ngejazz ora mbois“.

  • RUPA DI BALIK SENI RUPA

    Gatra Puruhita hadir kembali. Dalam edisi #19 ini akan berbicara tentang seni rupa dan bagian-bagian yang penting di wilayah seni rupa.

  • VIGNET & SKETS

    Vignet merupakan goresan untuk mengisi ruang kosong yg ada dalam media. Vignet berasal dari kata Prancis vignette yang berarti batang anggur. Seni ini sering kita jumpai pada majalah atau buletin, kadang untuk melukiskan inti dari sebuah tulisan. Di Indonesia, seni ini sangat populer di era 70 - an sampai dengan 90-an. Seiring dengan munculnya era digital, maka vignet jarang kita temui.