Pameran Tunggal Anton Afganial

“The World Arround Me“

Selasa, 05 Desember 2017 19.30 WIB I Bentara Budaya Yogyakarta


Pameran dibuka oleh Dr. Edi Sunaryo
Pembukaan   : Selasa, 5 Desember  2017 | Pukul 19.30 WIB 
Pameran buka tiap hari jam :  09.00 – 21.00 WIB, berlangsung 5 – 13 Desember 2017

Hampir seluruh karya yang perupa hasilkan dalam pameran ini adalah proses dari dialog di dalam diri perupa terkait dengan segala hal yang pernah dilihat, dialami dan menjadi renungan perupa. Bahwasanya segala hal yang berhasil kita alami dan kita tangkap mengenai dunia sekitar dapat dituangkan dalam bentuk karya seni. Dimulai dari kontemplasi yang terkait hal-hal sangat sensitif seperti hasil penglihatan kepada dunia sekitar. Semuanya bisa sangat berelasi dan digabungkan dalam bentuk karya. Selain itu juga melibatkan hal-hal yang lebih kompleks seperti bentuk adanya aktivitas, adanya hal baik dan hal buruk, konflik batin hingga antar makhluk, terciptanya kebiasaan dan budaya, kerusakan-kerusakan alam, perperangan, hingga kehancuran.

Semua hasil penginderaan di kehidupan sehari-hari akan mesuk ke ingatan lalu pada akhirnya menjadi kontempasi dan gagasan-gagasan sehingga perupa tergerak untuk menuangkannnya pada karya di media karya tanpa filter tanpa banyak konsep-konsep baku, dan secara bebas mengkombinasikannya dengan cara-cara tertentu dalam menyelesaikan karya. Segala hasil dari berkontempelasi pada akhirnya diendapkan di ruang pikir dan digabungkan dengan khayalan dan pandangan internal perupa mengenai bentuk, warna yang gerak. (Anton Afganial)

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Acara Jazz Mben Senen yang berlangsung di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta setia hadir setiap hari Senin malam. Anak-anak muda pecinta jazz, yang biasa dipanggil dengan sebutan kancaku di Jazz Mben Senen sudah merasa bahwa hari Senin bagi mereka identik dengan Jazz Mben Senen.

  • Pameran Pengetahuan Budaya

    Pameran Pengetahuan Sumba “Rindu Ku Sumba“ meliputi pameran foto, mixmedia, kolaborasi seni, workshop, pertunjukan, screening, dan diskusi. Acara ini diharpkan sebagai media tatap muka mempertemukan bentuk-bentuk keragaman pemikiran, gagasan kreatif dan praktik tindakan dengan cara pandang arah perubahan yang berdiri di atas fondasi kebudayaan yang berakar pada masa lalu, yang bersifat luwes, inklusif, dan kompromis terhadap gerak perubahan zaman sehingga jauh dari adu kekuatan untuk saling menaklukkan dan menyingkirkan system tata kelola hidup dan penghidupan yang sudah berlangsung sebelumnya di tepian bangsa ini.

  • KOENTJARANINGRAT MEMORIAL LECTURES

    Koentjaraningrat Memorial Lectures (KML) merupakan acara diskusi panel yang diselenggarakan untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa Prof. Koentjaraningrat, perintis dan pengembang pertama antropologi di Indonesia. KML merupakan agenda kegiatan tahunan FKAI yang sudah dilaksanakan sejak lembaga nirlaba ini resmi berdiri pada tahun 2004.