Pameran Trimatra-Camelia Janualita & DH Mahardika

UNDRESSED

Sabtu, 13 Juli 2019 Bentara Budaya Yogyakarta | pukul 19.00 WIB

Camelia Janualita & DH Mahardika
Kurator: Hendra Himawan
Pembukaan Pameran:  Sabtu, 13 Juli 2019 | Pukul 19.00 WIB
Pameran  berlangsung 13 – 21 Juli 2019 | 09.00 – 21.00 WIB

 
Pameran bersama dua pematung perempuan ini, yaitu DH Mahardika dan Camelia Janualita bertema Undress(ed) yang menelisik proses kreatif mereka berhadapan dengan kompleksitas paradigma pemikiran tentang seni, perempuan dan seniman perempuan. Maka Undress(ed) berbicara tentang bagaimana dua seniman perempuan yang ‘menelanjangi’ dan meluruhkan segenap pemikiran, isu, polemik (identitas dan posisi seniman perempuan) yang berpedar di sekitar mereka, untuk kembali pada esensi penciptaan seni itu sendiri.

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Acara Jazz Mben Senen berlangsung di pelataran Bentara Budaya Yogyakarta setiap hari Senin malam. Anak-anak muda pecinta jazz, yang biasa dipanggil dengan sebutan kancaku di Jazz Mben Senen sudah merasa bahwa hari Senin bagi mereka identik dengan Jazz Mben Senen. Meski saat ini banyak acara ngejam bareng jazz di berbagai tempat di Yogyakarta, tidak menyurutkan jumlah penikmat Jazz Mben Senen.

  • OEROEP

    Para perupa yang tergabung dalam Kelompok Oerip adalah Ipong Purnama Sidhi, Tjahyadi Hartono, Ruslan, Katirin, JonI Ramlan, Januri, dan Gus Her. Konsep pameran yang mereka usung adalah sebuah refleksi estetis seni lukis, yang memaknai secara kritis arti kehidupan manusia, dan mencoba melihat ulang realitas sosial kita hari ini berdasarkan ingatan-ingatan sejarah. Melihat dan menghayati kembali arti peristiwa itu melalui isyarat-isyarat simbolis, lalu sambil menakar keterkaitannya dengan konteks kehidupan kita hari ini.

  • ARJUNA MENCARI CINTA

    Arjuna Mencari Cinta merupakan novel karya Yudhistira Massardi yang pernah meledak di Indonesia. Yudhistira memakai tokoh Arjuna untuk melukiskan kisah cinta yang dialami seseorang. Arjuna merupakan tokoh pewayangan.

    Yudhistira menjadikan tokoh Arjuna berkebalikan karakter dengan karakter aslinya. Yudhistira waktu itu sadar kalau masyarakat memiliki ingatan bawah sadar dengan karakter tokoh wayang, kalau karakter itu dibikin terbalik, maka masyarakat pasti akan bereaksi. Gambaran tokoh yang sudah mapan dalam benak mereka tiba-tiba saja hilang, dan itu pasti membuat tokoh wayang yang ada menjadi goyah dalam benak masyarakat.