Pameran, Pertunjukan, Simposium, Workshop

60 TAHUN PERINGATAN HUBUNGAN DIPLOMATIK JEPANG - INDONESIA

Jumat, 26 Januari 2018 17.00 WITA | Bentara Budaya Bali

Pameran, Pertunjukan, Simposium, Workshop
60 TAHUN PERINGATAN HUBUNGAN DIPLOMATIK JEPANG - INDONESIA
Pembukaan : Jumat, 26 Januari 2018, pukul 17.00 WITA
Pameran : 27-28 Januari 2018, pukul 10.00 – 18.00 WITA 

Memaknai 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang dan Indonesia, Konsulat-Jenderal Jepang di Denpasar bekerjasama dengan Yayasan Widya Dharma Santhi-STIKOM Bali dan Bentara Budaya Bali menyelenggarakan berbagai kegiatan seni budaya serangkaian perayaan ini. 

Aneka ragam kesenian tradisi Jepang akan dihadirkan di Bentara Budaya Bali, antara lain Pameran Lukisan karya Keiko Mandera dan Kaligrafi Jepang oleh seniman Bisen Aoyagi, Pertunjukan Shamisen oleh Maestro Baisho Matsumoto, Pertunjukan Tari Yosakoi, hingga demontrasi seni bela diri khas Jepang. 

Tidak hanya pertunjukan kesenian Jepang, secara khusus, tampil pula musisi Bali, Gus Teja, yang nantinya akan berkolaborasi pula dengan Baisho Matsumoto. Selain itu, ditampilkan pula pertunjukan Musik Grantang dan Jegog. 

Masih seturut kegiatan ini, akan ditampilkan pula Demontrasi Seni Minum Teh khas Jepang, Workshop Manga dan Seni Origami, berikut pemutaran film-film terpilih dari Jepang. 

Tak kalah menariknya, Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang akan dibincangkan dalam Simposium Ilmiah, menghadirkan narasumber Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. (Budayawan dan Akademisi), Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc., (Akademisi dan Mantan Ketua Persada Bali), dan Anak Agung Alit Wiraputra, S.H., M.A., (Ketua Kadin Bali). Sebagai keynote speaker yakni Minister Nakamura dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, dan moderator Made Marlowe Bandem. 

Perayaan 60 Tahun Hubungan Diplomatik Jepang Indonesia ini sekaligus juga dihadirkan dalam upaya meningkatkan kolaborasi dan kerjasama yang telah terjalin selama ini. Sebagai catatan, beberapa karya perupa Bali dikoleksi museum-museum terkenal di Jepang, semisal pematung Cokot, perupa Nyoman Gunarsa, I Made Wianta, I Ketut Budiana, Wayan Bendi, dll. Di antara seniman-seniman tersebut sempat pula berpameran di Bentara Budaya, khususnya Bentara Budaya Bali. 

Jadwal & Rangkaian Kegiatan :

Sabtu, 27 Januari 2018          : Demonstrasi Upacara Minum Teh
(Pukul 13.45 – 21.50 WITA)    Workshop Manga 
                             Pertunjukan Musik Grantang oleh Swar Dwi Stri 
                            Pertunjukan Jegog oleh Suar Agung
                             Pertunjukan Shamisen oleh Maestro Baisho Matsumoto 
                            Pertunjukan Musik Gus Teja 
                            Pemutaran Film 


Minggu, 28 Januari 2018     : Demonstrasi Seni Bela Diri Jepang
(14.15 – 21.50 WITA)           Workshop Seni Origami 
                          Pertunjukan Tari Yosakoi
                          Simposium Ilmiah “60 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia dan Jepang“
                                                          Pertunjukan Shamisen dan Shakuhachi oleh Maestro Baisho    
                                                          Matsumoto
                                                          Pemutaran Film 

agenda acara bulan ini
  • Sinema Bentara #KhususMisbar

    Bukan satu hal kebetulan bila Sinema Bentara kali ini secara khusus mengetengahkan film cerita dan dokumenter terpilih tentang kebencanaan, mitigasi, berikut kisah-kisah kemanusiaan yang menyertainya. Tematik ini dipilih terkait kejadian bencana yang menimpa sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk yang terkini di Sulawesi Tengah, dengan tujuan membangun kesadaran sigap tanggap perihal kebencanaan, berikut upaya transfer of knowledge yang diharapkan dapat mendorong adanya perubahan cara pandang dalam menyikapi fenomena alam tersebut

  • Pameran Fotografi

    Ini bukan pameran foto bisa, bukan semata menyuguhkan karya hitam putih yang puitik klasik, melainkan mengetengahkan karya seorang fotografer profesional, Sofyan Syamsul, yang terlibat sebagai still photographer dalam berbagai film. Karya-karyanya yang dihadirkan kali ini adalah hasil dari foto-foto yang diambil pada saat produksi film Sekala Niskala (2017), berikut momen-momen dibelakang layar (behind the scene) dari proses cipta film yang terbukti telh memeroleh berbagai penghargaan internasional.

  • Bentara Muda Bali Goes to Campus

    Program Bentara Muda Bali Goes to Campus kali ini bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana, mengetengahkan workshop jurnalistik dan bincang film selaras perayaan Bulan Bahasa yang jatuh pada bulan Oktober. Program ini selaras pula upaya alih pengetahuan sebagaimana selama ini diniatkan melalui agenda Kelas Kreatif Bentara.

  • DIALOG SASTRA #61

    Dialog Sastra #61 kali ini menghadirkan dua penulis, yakni M. Aan Mansyur dan Agustinus Wibowo. Keduanya akan berbagi seputar perkembangan terkini budaya literasi di kalangan generasi milenal. Di samping itu, juga kiat-kiat menulis baik karya puisi maupun prosa, termasuk kisah perjalanan.

  • Anjangsana Dapur Sastra Jakarta

    Bukan kali ini saja Bentara Budaya Bali mendapat kunjungan dari sahabat-sahabat seniman lintas bidang, rekan-rekan perguruan tinggi, serta pecinta seni. Datang bersama-sama, berbagi pandangan dan pengalaman serta membincangkan secara guyub dan hangat kehidupan berkesenian di tanah air, tak ketinggalan keberadaan komunitas-komunitas seni yang memang menjadi bagian penting dari kreativitas berkesenian yang sehat.

  • Wokshop

    Serangkaian pameran fotografi “Melihat yang Tak Terlihat“, diadakan pula workshop bersama penulis dan sutradara Kamila Andini. Selain berbagi pengalaman dan pemahaman perihal perjalanan kreatifnya sejak pembuatan film cerita pertamanya “The Mirror Never Lies (2011)“ sampai Sekala Niskala (2017), Kamila Andini juga akan mengungkapkan alasan di balik pemilihan tematik film-filmnyas yang kerap mengeksplorasi sosok perempuan dalam aneka lapis peran dan kepribadian.