Pameran Pengetahuan Budaya

RINDU KU SUMBA

Selasa, 23 Oktober 2018 Bentara Budaya Yogyakarta | 19.30 WIB

Pameran berlangsung 23 – 31 Oktober 2018 | 09.00 – 21.00 WIB

Pameran Pengetahuan Sumba “Rindu Ku Sumba“ meliputi pameran foto, mixmedia, kolaborasi seni, workshop, pertunjukan, screening, dan diskusi. Acara ini diharpkan sebagai media tatap muka mempertemukan bentuk-bentuk keragaman pemikiran, gagasan kreatif dan praktik tindakan dengan cara pandang arah perubahan yang berdiri di atas fondasi kebudayaan yang berakar pada masa lalu, yang bersifat luwes, inklusif, dan kompromis terhadap gerak perubahan zaman sehingga jauh dari adu kekuatan untuk saling menaklukkan dan menyingkirkan system tata kelola hidup dan penghidupan yang sudah berlangsung sebelumnya di tepian bangsa ini. Masa lalu selalu baru. Ruang ini secara interaktif akan mencoba mengajak kreasi-kreasi keragaman gagasan kreatif dan praktik tindakan Sumba dulu, kini, dan mendatang, dalam keniscayaan tantangan zaman baru. Sumba menjadi saksi perjalanan tumbuh kembang kebangsaan Indonesia.

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Seperti disebutkan dalam akun Jazz Mben Senen yang menyebutkan bahwa “Jazz Mben Senen“ adalah suatu kegiatan yang berfungsi sebagai sarana apresiasi para pecinta kesenian, untuk berkesenian, bercanda, dan berkomunikasi ala jazz,

  • Pameran Fotografi Djaduk Ferianto

    “Meretas bunyi“ artinya membedah bunyi yang muncul, mencari asal mula suara yang tercipta, mendedah bagaimana hal-hal yang sulit dijelaskan bisa menjadi musik. Meretas bunyi juga bisa berarti sebuah upaya untuk menjelaskan bagaimana sesuatu yang semula tidak berwujud menjadi bunyi yang sederhana, serta mudah didengarkan. Djaduk Ferianto sedang berupaya melakukan itu semua dalam pameran ini. Ia mengajak siapapun yang hadir untuk mengalami proses retasan itu. Proses yang pada akhirnya tidak hanya tentang bunyi, tetapi tentang hidup itu sendiri.

  • Andong Buku #3

    Masyarakat berkualitas dan cerdas menjadi impian semua bangsa di dunia. Pendidikan adalah pintu utama menuju peningkatan kualitas masyarakat. Buku merupakan wahana dalam menyelenggarakan pendidikan. Pendidikan dan buku seperti sisi mata uang logam, yang tidak bisa dipisahkan. Karena buku merupakan sumber dari sumber ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari siapa saja.