Pameran Lukisan Cat Air

INDONESIA, PARADISE ON EARTH

Kamis, 05 Juli 2018 Bentara Budaya Jakarta | 19.30 WIB

Kerjasama dengan International Watercolor Society 

Pembukaan : Kamis, 5 Juli 2018 pukul 19.30 WIB
Diresmikan oleh : Daniel Ginting (pecinta seni)
Pameran berlangsung : 6 – 13 Juli 2018 pukul 10.00 – 18.00 WIB

Karya-karya lukis cat air memang diciptakan dengan tekniknya yang khas. Cat air dengan segala karakter mediumnya juga merekam emosi pelukis saat itu. Emosi, semangat  pada saat penciptaan tidak dapat diulang. Di situ ada faktor ketakterdugaan yang juga tidak dapat diulang. 

Kali ini sejumlah 53 seniman menampilkan karya lukis cat airnya yang merespon tema mengenai Keindonesiaan dalam beragam perspektifnya. Mereka tergabung dalam komunitas International Watercolor Society yang telah lama berkiprah dalam menciptakan karya-karya lukis cat air dan terdiri dari para seniman lintas generasi. 

Menurut salah satu kurator pameran, Eddy Soetriyono, tak hanya mengangkat media watercolour yang kurang diapresiasi di negeri ini, International Watercolour Society (IWS) Indonesia juga berjuang tanpa henti untuk bisa melahirkan seniman-seniman cat-air yang memiliki sikap estetik nan personal dan mandiri. IWS Indonesia tampak tak menginginkan para anggotanya meniru ataupun mengekor sepak terjang estetik pimpinannya, tak mau melahirkan epigon-epigon yang bergerak seumpama zombi tak berjiwa. Di IWS Indonesia, mereka memang dibekali dengan "teknik umum" cat-air, akan tetapi tetap digebrak agar tak semata mandeg-njegegreg di sana. Mereka di-opyak-opyak agar terus mencari teknik-teknik baru yang sesuai dengan apa yang hendak mereka ekspresikan. Mereka dikejar untuk bisa sampai di tapal bahasa-visual yang khas dengan konsep estetik milik mereka sendiri. Mereka selalu dibangunkan untuk selalu terjaga, senantiasa sadar, agar tidak sekadar menjadi "eksemplar dari sebuah jumlah".

Lebih jauh, Efix Mulyadi yang juga menjadi kurator pameran memaparkan bahwa sudah bukan saatnya lagi untuk meragukan kegunaan cat air di luar bidang dua dimensi dan hanya terpajang di dinding. Memang dibutuhkan banyak keberanian untuk terus menerus melakukan eksplorasi di dalam berbagai perkara instrinsik kekaryaan pada bidang dwimatra, tapi zaman mengajak untuk melongok juga ke luar dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan ekspresi yang lainnya.

Apa yang dihadirkan IWS dalam pamerannya kali ini bolehlah dipandang sebagai tawaran lain atas hadirnya ragam karya lukis cat air yang telah berkembang selama ini–tentu sembari memaknai kembali sosok Indonesia secara kreatif. Kehidupan Indonesia yang tertoreh dengan cat air dalam pameran ini hadir lewat dialog, pergumulan rasa, dan spirit ke-saat-itu-an, spirit of the moment  dari para pelukis. Dengan segala ketakterdugaannya.

agenda acara bulan ini
  • KOLEKSI KERAMIK BENTARA BUDAYA

    Keramik koleksi Bentara Budaya Jakarta merupakan hasil perintisan dan pengumpulan yang diawali oleh pendiri Kompas Gramedia, almarhum PK Ojong. Kini jumlahnya lebih dari 1.000 karya seni, meliputi piring, mangkuk, wadah air, serta benda dekoratif seperti patung. Keramik lokal dan benda-benda berbahan dasar tanah liat dari berbagai dinasti juga menjadi andalan koleksi lembaga ini; mulai dari dinasti Sung, Yuan, Tang, Ming dan Ching, juga beragam keramik lokal dari Singkawang, Cirebon, Bali, dan Plered.

    Pameran Galeri Sisi kali ini mencoba menampilkan karya keramik yang tidak dibatasi oleh rentang waktu, jenis bahan dan muasal benda-benda keramik yang dikoleksi sejak tahun 1980an namun lebih spesifik menampilkan keramik-keramik dari sisi bentuk yang menyangkut nilai-nilai estetiknya.

  • OBROLAN SUKAB

    Obrolan Sukab (Penerbit Buku Kompas, 2018) memuat sepilihan esai-esai populer Seno Gumira Ajidarma yang sebagian sempat dipublikasikannya di kolom Udar Rasa - Harian Kompas serta laman media daring PanaJournal.com. Isinya tidak lain adalah obrolan Sukab bersama konco-konconya sesama warga negara kelas bawah: manusia-manusia merdeka yang merasa nyaman dalam keseharian mereka sebab mereka lebih baik memiliki diri sendiri daripada memiliki semuanya, kecuali diri sendiri.

    Adapun sebagai narasumber dalam diskusi buku ini adalah Seno Gumira Ajidarma, JJ Rizal, Zen Hae dan dimoderatori oleh Yahya Andi Saputra. Mereka akan membincangkan bukan hanya seputar buku, tetapi juga berbagai hal yang menyinggung situasi sosial budaya kontemporer di Indonesia, dan Jakarta khususnya, yang memang menjadi bahan obrolan Sukab serta kawan-kawannya itu.

  • PUTAR FILM BENYAMIN S DAN PAMERAN POSTER FILM INDONESIA 1970 - 1990AN

    Siapa yang tidak kenal Benyamin Sueb, aktor multitalenta asal Betawi? Sekaligus untuk memaknai Hari Film Nasional yang dirayakan setiap tanggal 30 Maret, Bentara Budaya Jakarta menggelar pemutaran film retrospektif tentang sinema-sinema yang dibintangi dan disutradarai oleh Benyamin Sueb.

  • SAJAK SELASA

    Sajak Selasa merupakan program apresiasi puisi dan kolaborasinya ke dalam bentuk-bentuk seni pertunjukan lainnya yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya Jakarta bersama Komunitas Bentara Muda. Selain menampilkan pertunjukan lintas bidang antara puisi, musik, rupa, fotografi, multimedia, maupun paduannya dengan seni-seni tradisi seperti tari dan karawitan, acara ini juga terbuka bagi siapa saja untuk membacakan puisi karyanya sendiri.