KARTUN BER(b)ISIK

Pameran Karya

3 Okt 2018 ~ 13 Okt 2018 Bentara Budaya Jakarta | 19.30 WIB

Pameran Kartun Ber(B)isik
Pembukaan  : Rabu, 3 Oktober 2018. Pukul 19.30 WIB
Pameran Berlangsung : 4 – 13 Oktober 2018 pukul 10.00 WIB
Diresmikan oleh  : Ade Rai (public figure dan atlet PORSENI)

Unduh Katalog Pameran Disini

Rangkaian Acara:

Cartoonists Talk!
Jumat, 5 Oktober 2018 pukul 14.00 WIB
Moderator: M Hilmi Faiq (Kompas Minggu)

WORKSHOP: Ayo Ngartun!  
Sabtu, 6 Oktober 2018 pukul 14.00 WIB
Pemateri: Beng Rahadian &  Mice Cartoon
“Belajar Kartun untuk Pemula“ 

WORKSHOP: Kartun Editorial!  
Sabtu, 13 Oktober 2018 pukul 14.00 WIB
Pemateri: Didie SW & Thomdean
“Belajar membuat Kartun Editorial“

Kartunis Beng Rahadian, Didie SW, Ika W. Burhan, Mice Cartoon, Rahardi Handining dan Thomdean memamerkan karya terbarunya dalam pameran Kartun Ber(b)isik di Bentara Budaya Jakarta. Dengan gayanya masing-masing, para kartunis ingin menghadirkan permasalahan aktual di negeri ini dalam sentilan lelucon yang tanpa kehilangan esensi kritiknya. 

Lewat pameran ini, mereka ingin mengingatkan kembali tradisi kritik dalam kartun itu. Mereka berusaha menyajikannya sesuai dengan semangat “zaman now“ dengan segala perubahannya yang begitu cepat. Mereka juga ingin mengajak generasi milenial untuk melakukan kritik secara santun sebagai anggota masyarakat yang beradab. Mereka juga ingin mengajak kita mengingat bahwa kemajuan bangsa memiliki dampak positif-negatif. Untuk itu diperlukan cara menyikapi secara bijak.

Penyampaiannya dalam bahasa kartun mungkin tidak mudah. Kartunis Harian Kompas GM Sudarta (almarhum), dengan sosok Om Pasikom-nya pernah mengatakan, kadang kala kritik kartun atau karikatur kurang tajam. Karikatur yang tajam menurut Mas GM adalah, karikatur  yang bisa membikin tersenyum orang atau siapa pun yang dikritik. Visi kartun lebih pada penyampaian perbaikan lewat cara “berteriak dalam bisikan“ bahwa ada yang perlu diperbaiki. Mungkin yang berbisik itu oleh sebagian telinga terdengar berisik.

Beng Rahadian mendapatkan pendidikan formalnya di Desain Komunikasi Visual, Institut Seni Indonesia di Yogyakarta dan pernah mendapatkan beasiswa Ngo Koko dari Japan International Scholarship (1999) dan Comic Cambodia-Indonesia Exchange (2005). Beng aktif terlibat dalam beragam pameran kelompok sejak 1998 di Yogyakarta dan telah menghasilkan belasan karya komik pendek termasuk menerbitkan dua buku komik: Selamat Pagi Urbaz (2002) dan Lotif versi Pasbook: Mei 2005-Mei 2009 (2009). Dia jua aktif di Akademi Samali, kontributor Komik Strip Koran Tempo Minggu dan editor Komik Cendana Art Media. 

Didie SW dikenal sebagai ilustrator, kartunis dan desainer grafis di berbagai majalah, koran dan agensi periklanan. Sejak 2003 dia bekerja sebagai ilustrator dan kartunis di KOMPAS. Dia juga telah menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional terkait karya-karya kartunnya. 

Ika W. Burhan menamatkan studi Arkeologi di Universitas Indonesia dan kini lebih dikenal sebagai seniman rupa dengan beragam medium ekspresinya, baik dua maupun tiga dimensi. Dia juga telah menerbitkan beberapa buku kartun dan komik, termasuk berpameran di beberapa galeri seperti Ceramic exhibition: The Ceramic Road of South East Asia-Yingge County Ceramic Museum Taipei-Taiwan (2010), Its Fun 2B a Woman di Cemara 6 Gallery (2007) dan lain-lain.

Muhammad “Mice“ Misrad lahir di Jakarta 23 Juli 1970. Ia lulusan Desain Grafis, Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 1993. Dia juga menjadi kartunis tetap di Harian Rakyat Merdeka sejak 2010 hingga sekarang. Rutin mengisi rubrik “Mice cartoon“ di Kompas Minggu sejak 2003-hingga sekarang.

Rahardi Handining adalah perupa yang punya pendidikan arsitektur Universitas Pandanaran Semarang. Ia lahir di Semarang, 27 Februari 1979, pernah menjadi ilustrator dan desainer grafis di harian Kompas 2004-2018. Pernah memperoleh penghargaan Best Cartoon, Daejon International Contest 2012 dan 2013 Korea.

Tommy Thomdean mengisi ilustrasi editorial Harian KOMPAS sejak 2005 dan dikenal sebagai ketua Jokersyndicate.com. Dia cukup intens menggarap kartun untuk publikasi dan kampanye perubahan iklim serta telah memenangkan berbagai penghargaan dari beragam kompetisi kartun, termasuk diundang berpameran di eksibisi internasional.

Unduh Katalog Pameran Disini

agenda acara bulan ini
  • KOLEKSI KERAMIK BENTARA BUDAYA

    Keramik koleksi Bentara Budaya Jakarta merupakan hasil perintisan dan pengumpulan yang diawali oleh pendiri Kompas Gramedia, almarhum PK Ojong. Kini jumlahnya lebih dari 1.000 karya seni, meliputi piring, mangkuk, wadah air, serta benda dekoratif seperti patung. Keramik lokal dan benda-benda berbahan dasar tanah liat dari berbagai dinasti juga menjadi andalan koleksi lembaga ini; mulai dari dinasti Sung, Yuan, Tang, Ming dan Ching, juga beragam keramik lokal dari Singkawang, Cirebon, Bali, dan Plered.

    Pameran Galeri Sisi kali ini mencoba menampilkan karya keramik yang tidak dibatasi oleh rentang waktu, jenis bahan dan muasal benda-benda keramik yang dikoleksi sejak tahun 1980an namun lebih spesifik menampilkan keramik-keramik dari sisi bentuk yang menyangkut nilai-nilai estetiknya.