Pameran Fotografi Djaduk Ferianto

MERETAS BUNYI

Sabtu, 15 Desember 2018 Bentara Budaya Yogyakarta | pukul 19.30 WIB

Pameran berlamgsung: 16 – 23 Desember 2018, pukul 09.00-21.00 WIB
Pembukaan Pameran: Sabtu, 15 Desember 2018 pukul 19.30 WIB

“Meretas bunyi“ artinya membedah bunyi yang muncul, mencari asal mula suara yang tercipta, mendedah bagaimana hal-hal yang sulit dijelaskan bisa menjadi musik. Meretas bunyi juga bisa berarti sebuah upaya untuk menjelaskan bagaimana sesuatu yang semula tidak berwujud menjadi bunyi yang sederhana, serta mudah didengarkan. Djaduk Ferianto sedang berupaya melakukan itu semua dalam pameran ini. Ia mengajak siapapun yang hadir untuk mengalami proses retasan itu. Proses yang pada akhirnya tidak hanya tentang bunyi, tetapi tentang hidup itu sendiri. 

Dalam proses retasan itu ada sebuah titik yang ingin dicapai. Djaduk menyebutnya sebagai “ngeng“.  “Ngeng“ adalah perpaduan antara ‘roso’ dan ‘pikir’. “Ngeng“ ini sejatinya sulit untuk dinarasikan, tetapi bisa dirasakan, dan menurut Djaduk hanya orang-orang yang sudah melewati fase-fase tertentu dalam hidupnya yang benar-benar bisa menyadari akan hadirnya “ngeng“ itu. Bagi Djaduk, proses mencari “ngeng“ adalah sebuah  metode untuk menjalani hidup yang bermakna. Menciptakan apa saja yang bermakna. Bermakna bagi diri sendiri, dan pada akhirnya bagi semesta yang lebih besar dari diri sendiri. Dari “ngeng“ itulah Djaduk menemukan imaji-imaji visualnya. 

Bagi Djaduk semua karya yang ia hasilkan pasti memiliki imaji visualnya masing-masing. Ada cerita dan makna yang amat  personal. Pergulatannnya dengan ranah seni tradisi lah yang membuatnya menjadi terlatih dengan imaji-imaji visual itu. Dari situ pula ia menemukan istilah “ngeng“, dan dari situ pula Djaduk melihat seni yang tidak berbatas. Seni yang berkelindan dengan teknologi dan pada akhirnya mencipta kamera. Lewat kamera, Djaduk mewujudkan imaji-imaji visualnya itu. Imaji-imaji visual itu pada akhirnya bukan sekedar visual yang melulu estetis. Ada hal yang melampaui rupa dan gambar. Dan itulah  “ngeng“. “Ngeng“ itu seperti “punctum“ atau titik luka, atau semacam “klik“, saat dimanna Djaduk merasa harus mulai menekan shutter kamera. 

Lewat pameran ini, Djaduk ingin mengatakan bahwa fotografi hanya menjadi medium.  Medium untuk mengajak para pengunjung pameran mengalami “ngeng“ mereka masing-masing. Lewat gambar-gambar yang terekam dengan kamera ini, Djaduk ingin mengatakan bahwa fotografi hanyalah pintu gerbang untuk mengasah kepekaannya terhadap apapun. Bukan sekedar kepekaan dalam hal karya, baik musik atau teater, tetapi juga bagaimana ia melihat kehidupan secara keseluruhan. Lewat fotografi itulah Djaduk mengasah “ngeng“ nya. 

Fotografi telah menjadi bagian dari proses ulang-alik kekaryaannya. Sebuah bagian utuh kedirian Djaduk yang juga seorang musisi, seniman teater, dan perupa. Fotografi adalah medium yang tidak berbeda dengan gamelan atau kuas. Fotografi adalah bagian keseharian Djaduk yang sudah lebur. Natural saja dan bukan hal yang luar biasa. “Saya merasa kehilangan jika saya tidak menangkap setiap momen yang lewat di depan saya melalui kamera saya,“ kata Djaduk. 

Pada akhirnya, lewat pameran ini, Djaduk ingin mengajak kita semua bertamasya. Tamasya untuk mengalami “ngeng“ kita masing-masing. Karena tiap “ngeng“ adalah personal dan tiap “ngeng“ adalah rekreasi yang seharusnya menyegarkan dan mencerahkan bagi si empunya. 

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Seperti disebutkan dalam akun Jazz Mben Senen yang menyebutkan bahwa “Jazz Mben Senen“ adalah suatu kegiatan yang berfungsi sebagai sarana apresiasi para pecinta kesenian, untuk berkesenian, bercanda, dan berkomunikasi ala jazz,

  • Andong Buku #3

    Masyarakat berkualitas dan cerdas menjadi impian semua bangsa di dunia. Pendidikan adalah pintu utama menuju peningkatan kualitas masyarakat. Buku merupakan wahana dalam menyelenggarakan pendidikan. Pendidikan dan buku seperti sisi mata uang logam, yang tidak bisa dipisahkan. Karena buku merupakan sumber dari sumber ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari siapa saja.