Pameran Fotografi

WORLD PRESS PHOTO

Rabu, 05 September 2018 Bentara Budaya Jakarta | 19.30 WIB

Bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Belanda (Erasmus Huis)
Pembukaan : Rabu, 5 September 2018 pukul 19.30 WIB
Pameran Berlangsung : 6 – 26 September 2018 pukul 10.00 – 18.00 WIB

Erasmus Huis Jakarta berkerjasama dengan Bentara Budaya Jakarta menyelenggarakan Pameran Fotografi bertajuk “World Press Photo“ yang menampilkan karya dari para fotografer seluruh dunia yang terpilih sebagai pemenang kompetisi The 2018 World Press Photo Contest. Ada sejumlah 42 fotografer dari 22 negara yang dipamerkan, antara lain Australia, Bangladesh, Belgium, Canada, China, Colombia, Denmark, Egypt, France, Germany, Ireland, Italy, Norway, Russia, Serbia, South Africa, Spain, Sweden, The Netherlands, UK, USA and Venezuela. Dari seluruh nomine ini, 15 di antaranya telah memenangkan World Press Photo tahun-tahun sebelumnya dan 27 lainnya mendapatkan apresiasi dalam kompetisi ini untuk pertama kalinya. 

World Press Photo memang kompetisi fotografi jurnalistik yang bergengsi. Tahun ini terdapat 4.548 fotografer yang mengirimkan karyanya, dan jumlah gambar yang diterima panitia mencapai 73.044 dari 125 negara. Para juri yang terdiri dari pegiat jurnalisme foto professional dan diketuai oleh Magdalena Herrera telah melangsungkan seleksinya di Amsterdam sehingga terpilih pemenang dari 8 kategori yang dilombakan. 

Karya foto yang memenangkan kompetisi ini direncanakan dipamerkan di 100 lokasi berbeda di 45 negara serta dipublikasikan dalam sebuah buku multi-bahasa. Adapun pameran World Press Photo yang pertama untuk tahun ini telah berlangsung di De Nieuwe Kerk, Amsterdam pada 14 April 2018 lalu. 

Kompetisi World Press Photo diselenggarakan oleh The World Press Photo Foundation yang memiliki misi menghubungkan dunia melalui serangkaian cerita yang terkandung dalam karya fotografi. Lembaga ini dibentuk pada 1955 oleh para fotografer Belanda dan secara berkala menyelenggarakan kompetisi sebagai upaya meluaskan karya fotografi bagi audiens internasional yang menautkan para fotografer professional dengan khalayak umum lewat foto jurnalistik dan tuturan kisahan (storytelling) yang terpercaya. World Press Photo berbasis di Amsterdam, Belanda dan mendapatkan dukungan dari Dutch Postcode Lottery serta sponsor mancanegara oleh Canon. 

agenda acara bulan ini
  • Pameran Batik Peranakan

    Bentara Budaya Jakarta bekerjasama dengan Komunitas Lintas Budaya Indonesia kembali menggelar program apresiasi atas karya budaya peranakan Tionghoa di Nusantara. Kali ini akan dipamerkan sepilihan koleksi Batik Peranakan baik seri lawas maupun terkini dari kolektor Hartono Sumarsono serta Irwan Julianto. Batik-batik ini merupakan buah cipta para pengrajin batik dalam berbagai kurun waktu, mulai dari awal tahun 1900-an, di mana teknik dan coraknya sedikit banyak menunjukan akulturasi antara budaya Tionghoa dan budaya-budaya lainnya di Indonesia.

  • Iskandar Widjaja Plays Partitas and Suites

    Musik Kamisan kali ini menghadirkan Iskandar Widjaja, musisi biola yang sarat talenta. Dia akan membawakan sepilihan repertoir suite dan partita, salah satunya Partita E Major, BWV 1006 karya komponis ternama Johann Sebastian Bach serta suita karya Christian Sinding.

    Ini bukan kali pertama Iskandar Widjaja pentas di Bentara Budaya Jakarta. Dalam pertunjukan sebelumnya, dia telah menampilkan lagu-lagu klasik gubahan berbagai komposer ternama. Dia juga berkolaborasi dengan musisi-musisi Indonesia, salah satunya Ary Sutedja. Kini Iskandar pun mempersembahkan alunan musik biolanya bersama dengan pianis Edith Widayani.

  • CERITA MAKAN NUSANTARA

    Ilustrator sekaligus kartunis Beng Rahadian pada kali ini akan memamerkan karya ilustrasi makanan terbarunya di Bentara Budaya Jakarta pada tanggal 28 November sampai dengan 6 Desember 2018. Makanan selalu memiliki daya tarik visual yang kuat, namun pada kali ini Beng Rahadian tidak hanya sekedar menggambar makanan saja, tapi juga berusaha menangkap efek selera dan cerita di balik makanan tersebut.

    Gambar makanan yang akan dipamerkan adalah makanan yang pernah dimakan oleh Beng Rahadian sebagai illustrator dari sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang. Narasi yang berisikan ingatan personal Beng Rahadian terhadap kapan makanan tersebut disantap akan melengkapi gambar visual yang akan dipamerkan.