Pameran Foto Karya Chris Morin-Eitner

ONCE UPON A TIME TOMORROW

10 Apr 2018 ~ 16 Apr 2018 Bentara Budaya Jakarta | 19.30 WIB


Pembukaan : Selasa, 10 April 2018 pukul 19.30 WIB
Pameran Belangsung : 11 – 16 April 2018 pukul 10.00 – 18.00 WIB

Bincang Karya bersama Chris Morin-Eitner
Rabu, 11 April 2018 pukul 15.00 WIB
Program ini terselenggara dengan kerjasama Institut Fran├žaise Indonesia


Chris Morin-Eitner akan memamerkan serangkaian foto yang menyentak pikiran dalam sebuah koleksi bertajuk “One Upon a Time Tomorrow.“ Dunia imajiner sang seniman adalah dunia yang kembali pada belantara alam. Kebisingan, keliaran, dan berbagai kesibukan yang dahulu menggurat karakter ibukota-ibukota dunia kini beralih pada sebuah biotope mewah yang dekat dengan bayangan negara-negara panas nan gerah.

Selain menyuguhkan kualitas grafis, publik diajak menerka apa maksud sang seniman, yaitu bahwa tak ada peradaban yang abadi, pun kejayaan ekonomi tidaklah langgeng. Sebuah refleksi yang semestinya disandangkan pada bencana ekologis sebagai akibat dari pengerukan keuntungan yang justru malah menghancurkan. Di Jakarta, Chris Morin akan memanfaatkan waktunya untuk membuat sebuah foto monument simbolik ibukota Indonesua dan akan menjelaskan dengan rinci proses kreatif proyek foto ini dalam sebuah bedah karya di Bentara Budaya Jakarta. 

Lahir pada tahun 1968, Chris Morin-Eitner mengambil foto dan memproduksi film pendek. Dia memiliki gelar Arsitektur. Chris Morin menciptakan alam semesta yang penuh warna, berbunga dan surreal dengan menggabungkan gambar nyata bangunan ikonik di seluruh dunia dan memberi tag, hewan, pohon, dan tumbuhan. Dari arsitektur yang paling mengesankan hingga seberkas rumput terkecil, setiap elemen karyanya difoto oleh seniman. Karyanya mencerminkan gagasan kesombongan manusia, bahwa membangun bangunan dimensi monumental, bukti nyata dominasi manusia atas alam. 

agenda acara bulan ini
  • KOLEKSI KERAMIK BENTARA BUDAYA

    Keramik koleksi Bentara Budaya Jakarta merupakan hasil perintisan dan pengumpulan yang diawali oleh pendiri Kompas Gramedia, almarhum PK Ojong. Kini jumlahnya lebih dari 1.000 karya seni, meliputi piring, mangkuk, wadah air, serta benda dekoratif seperti patung. Keramik lokal dan benda-benda berbahan dasar tanah liat dari berbagai dinasti juga menjadi andalan koleksi lembaga ini; mulai dari dinasti Sung, Yuan, Tang, Ming dan Ching, juga beragam keramik lokal dari Singkawang, Cirebon, Bali, dan Plered.

    Pameran Galeri Sisi kali ini mencoba menampilkan karya keramik yang tidak dibatasi oleh rentang waktu, jenis bahan dan muasal benda-benda keramik yang dikoleksi sejak tahun 1980an namun lebih spesifik menampilkan keramik-keramik dari sisi bentuk yang menyangkut nilai-nilai estetiknya.

  • OBROLAN SUKAB

    Obrolan Sukab (Penerbit Buku Kompas, 2018) memuat sepilihan esai-esai populer Seno Gumira Ajidarma yang sebagian sempat dipublikasikannya di kolom Udar Rasa - Harian Kompas serta laman media daring PanaJournal.com. Isinya tidak lain adalah obrolan Sukab bersama konco-konconya sesama warga negara kelas bawah: manusia-manusia merdeka yang merasa nyaman dalam keseharian mereka sebab mereka lebih baik memiliki diri sendiri daripada memiliki semuanya, kecuali diri sendiri.

    Adapun sebagai narasumber dalam diskusi buku ini adalah Seno Gumira Ajidarma, JJ Rizal, Zen Hae dan dimoderatori oleh Yahya Andi Saputra. Mereka akan membincangkan bukan hanya seputar buku, tetapi juga berbagai hal yang menyinggung situasi sosial budaya kontemporer di Indonesia, dan Jakarta khususnya, yang memang menjadi bahan obrolan Sukab serta kawan-kawannya itu.

  • PUTAR FILM BENYAMIN S DAN PAMERAN POSTER FILM INDONESIA 1970 - 1990AN

    Siapa yang tidak kenal Benyamin Sueb, aktor multitalenta asal Betawi? Sekaligus untuk memaknai Hari Film Nasional yang dirayakan setiap tanggal 30 Maret, Bentara Budaya Jakarta menggelar pemutaran film retrospektif tentang sinema-sinema yang dibintangi dan disutradarai oleh Benyamin Sueb.

  • SAJAK SELASA

    Sajak Selasa merupakan program apresiasi puisi dan kolaborasinya ke dalam bentuk-bentuk seni pertunjukan lainnya yang diselenggarakan oleh Bentara Budaya Jakarta bersama Komunitas Bentara Muda. Selain menampilkan pertunjukan lintas bidang antara puisi, musik, rupa, fotografi, multimedia, maupun paduannya dengan seni-seni tradisi seperti tari dan karawitan, acara ini juga terbuka bagi siapa saja untuk membacakan puisi karyanya sendiri.