Pameran Foto Jelajah Terumbu Karang

“Laut Kita, Ibu Kita“

Senin, 26 Maret 2018 19.30 WIB | Bentara Budaya Yogyakarta

Pembukaan Pameran: Senin 26 Maret 2018 | Pukul 19.30 WIB
Pameran berlangsung:27 Maret – 1 April   2018 | Jam buka 09.00 – 21.00 WIB

Selama akhir Juli hingga akhir Oktober 2017, Harian Kompas melakukan peliputan khusus Jelajah Terumbu Karang di delapan lokasi yaitu Jailolo, Teluk Cenderawasih, Komodo, Selat Lembeh, Wakatobi, Raja Ampat, Selayar, dan Bali. Liputan tersebut telah dituangkan dalam laporan jurnalistik berseri setiap hari Rabu mulai 8 November hingga 27 Desember 2017. 

Dalam penjelajahan di delapan lokasi itu, Harian Kompas menemukan berbagai keindahan surga bawah laut dan membuat Indonesia layak disebut sebagai pusat segitiga terumbu karang dunia, dengan banyak misteri yang juga masih banyak tersimpan. Akan tetapi, cenderung hanya sebagian masyarakat yang memiliki kepedulian dan kearifan lokal dalam menjaga lautnya dari kerusakan akibat bom maupun penangkapan ikan tak ramah lingkungan lain.

Di sisi lain, ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan serta harapan pembaca agar Kompas berperan lebih dengan menyuguhkan keindahan bawah laut. Dengan tujuan agar dapat memberikan penyadaran bagi masyarakat, Harian Kompas dan Bentara Budaya menyelenggarakan Eksibisi Jelajah Terumbu Karang bertema Laut Kita, Ibu Kita yang telah digelar di Bentara Budaya Jakarta 21 – 25 Januari 2018 dan   24 - 31 Maret  2018 di Bentara Budaya Yogyakarta

agenda acara bulan ini
  • Jazz Mben Senen

    Seperti disebutkan dalam akun Jazz Mben Senen yang menyebutkan bahwa “Jazz Mben Senen“ adalah suatu kegiatan yang berfungsi sebagai sarana apresiasi para pecinta kesenian, untuk berkesenian, bercanda, dan berkomunikasi ala jazz,

  • Pameran Fotografi Djaduk Ferianto

    “Meretas bunyi“ artinya membedah bunyi yang muncul, mencari asal mula suara yang tercipta, mendedah bagaimana hal-hal yang sulit dijelaskan bisa menjadi musik. Meretas bunyi juga bisa berarti sebuah upaya untuk menjelaskan bagaimana sesuatu yang semula tidak berwujud menjadi bunyi yang sederhana, serta mudah didengarkan. Djaduk Ferianto sedang berupaya melakukan itu semua dalam pameran ini. Ia mengajak siapapun yang hadir untuk mengalami proses retasan itu. Proses yang pada akhirnya tidak hanya tentang bunyi, tetapi tentang hidup itu sendiri.

  • Andong Buku #3

    Masyarakat berkualitas dan cerdas menjadi impian semua bangsa di dunia. Pendidikan adalah pintu utama menuju peningkatan kualitas masyarakat. Buku merupakan wahana dalam menyelenggarakan pendidikan. Pendidikan dan buku seperti sisi mata uang logam, yang tidak bisa dipisahkan. Karena buku merupakan sumber dari sumber ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari siapa saja.