Pameran Foto

TOHOKU THROUGH THE EYES OF JAPANESE PHOTOGRAPHERS

Rabu, 17 Januari 2018 19.30 WIB | Bentara Budaya Jakarta

Peresmian Pameran: Rabu, 17 Januari 2018 pukul 19.30 WIB
Dimeriahkan oleh performance Jakarta Koto Club dan Mirai Taiko Dojo

Pameran Untuk Umum
18 – 30 Januari 2018
Buka setiap hari pukul 10.00 sampai 18.00 WIB

Dongeng Tanggap Bencana
“Message From Aceh and Tohoku“
Sabtu, 20 Januari 2018 | pukul 10.00 – 12.00 WIB
Oleh Yoko Takafuji & PM Toh

Talkshow Bencana Tohoku 
Minggu, 21 Januari 2018 | pukul 15.00 – 17.00 WIB
Oleh Annisa Hara, Filmmaker

Talkshow Program Door 2 Asia
Minggu, 28 Januari 2018 | pukul 10.30 WIB
Oleh Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI)

Tohoku merupakan wilayah yang terletak di sisi timur laut pulau Honshu, Jepang. Di balik kondisi cuaca yang cenderung dingin, Tohoku menyimpan keindahan alam yang begitu banyak seperti gunung, hutan, sungai, dan lautan. Di era Jomon, yang disebut dalam mitologi Jepang sebagai era terbentuknya negara Jepang, Tohoku disebut sebagai wilayah pusat terjadinya aktivitas spiritual. Tercatat juga bahwa kerajinan tangan tembikar sudah berkembang di Tohoku sejak 15.000 tahun yang lalu. Sayangnya, sejak kegiatan politik Jepang dipusatkan di Nara dan Kyoto pada tahun 1800an, Tohoku jadi dianggap sebagai daerah terbelakang.

Pameran ini menampilkan puluhan foto keindahan alam, masyarakat, serta relik peninggalan era Jomon di Tohoku yang diambil oleh 10 fotografer Jepang dalam rentang tahun 1940 hingga 2010. Tidak dipungkiri bahwa masyarakat global lebih mengenal Tohoku dengan bencana alam Tsunami yang menimpanya tahun 2011 silam, sehingga melalui pameran foto ini Japan Foundation berharap masyarakat global dapat mengenal lebih baik Tohoku dan berbagai wajahnya, jauh sebelum mengalami bencana.

Pameran Tohoku Through The Eyes of Japanese Photographers merupakan rangkaian pameran keliling yang diselenggarakan oleh Japan Foundation. Dalam kesempatannya hadir di Indonesia, pameran ini diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta (17 – 30 Januari 2018) dan Orasis Gallery Surabaya (9 – 31 Maret 2018) melalui The Japan Foundation Jakarta dan Kantor Konsulat Jenderal Jepangdi Surabaya. Di Jakarta, rangkaian pameran ini dilengkapi dengan berbagai acara pendamping antara lain pertunjukan dongeng tentang bencana alam, diskusi terbuka tentang bencana alam yang menimpa Tohoku tahun 2011, serta diskusi terbuka tentang program Door 2 Asia, sebuah program yang digagas oleh Japan Foundation dan berpusat di Kesennuma, Tohoku.



agenda acara bulan ini
  • TANDA MATA III & IV

    Pameran koleksi Bentara Budaya di Galeri SISI kali ini menghadirkan untuk ketiga kalinya karya-karya perupa yang pernah berpameran di Bentara Budaya Yogyakarta, bertajuk TANDA MATA.

    Galeri SISI Bentara Budaya Jakarta dengan senang hati berbagi pandangan mata dengan memamerkan sebagian kecil karya-karya yang pernah dipamerkan dalam pameran TANDA MATA di Bentara Budaya Yogyakarta.

    Dalam periode kedua, dihadirkan TANDA MATA IV, menampilkan karya Slamet Riyanto, Pracoyo, I Nengah Wirakesuma, Tisna, Arif Eko Saputro, Gunawan, Y. Eka Suprihadi, Acep Zamzam Noor, Wiwik Sri Wulandari, Yulis Armita, Daru Sukamto, Agus Heru Prasetyo, Bambang Kusdirgonugroho, Agung Hanafi, Dadang Imawan, Wahyu Dwi J, I Made Arya Dwita, Zamrud SN, Ay Tjoe Christin, Kurniasari, Agus Yulianto, Meilina Mirasari, dan Putu Winasa.

  • SULAWESI PA’RASANGANTA

    Bentara Budaya bekerjasama dengan pelukis dan perupa dari Sulawesi Selatan menggelar pameran karya seni lukis yang bertajuk Sulawesi Pa’rasanganta pada tanggal 10 Januari 2019 hingga 19 Januari 2019. Pameran ini diikuti oleh 24 pelukis dan akan memamerkan 28 karya lukis dan 2 karya instalasi.

    Mengambil tajuk “Sulawesi Pa’rasanganta“ yang bermakna kampung halaman, pameran ini akan menampilkan karya lukisan dalam berbagai aliran gaya lukis yang berbeda tetapi tetap berakar pada kearifan lokal Sulawesi Selatan.

  • SESILIRAN

    Musik Kamisan di tahun 2019, program berkala dari Bentara Budaya Jakarta yang mengapresiasi berbagai langgam musikal, diawali dengan pementasan dari gitaris muda Johanes Kristianto.

    Kali ini dia akan menampilkan pertunjukan dengan tajuk “Sesiliran“ yang mengacu dari kata “Silir“ dan bermakna sejuk. Seluruh lagu merupakan buah aransemennya dengan instrumen gitar klasik dan dirangkum dalam album yang berjudul sama, yakni “Sesiliran“.

  • SURPRISE #12 KRIYA BERKELANJUTAN

    Bentara Budaya Jakarta bekerjasama dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Kriya Indonesia (FKMKI) dan Jurusan Kriya Seni Institut Kesenian Jakarta menyelenggarakan pameran Surprise #12.

    Surprise #12 merupakan seri keduabelas dari agenda tahunan FKMKI yang telah diselenggarakan di berbagai lokasi di Indonesia. Masing-masing pameran mengangkat kreasi kriya dari para perupa muda yang masih bergiat di insitusi kesenian dan selalu dihadirkan dengan konsep dan tematik yang berbeda-beda. Adapun kali ini di Bentara Budaya Jakarta pameran mengambil tajuk “Kriya Berkelanjutan.“