Pameran

RETROSPEKTIF GALANG KANGIN

Sabtu, 12 Mei 2018 Bentara Budaya Bali | 18.30 WITA

Pembukaan : Sabtu, 12 Mei 2018, pukul 18.30 WITA
Pameran : 13 – 21 Mei 2018, pukul 10.00 – 18.00 WITA

Memaknai 20 tahun lebih Galang Kangin, diselenggarakan sebentuk pameran retrospektif, menghadirkan karya-karya terpilih yang mencerminkan capaian unggul masing-masing seniman yang tergabung dalam komunitas seni rupa ini. 
Tidak sedikit komunitas seni atau bidang lain yang hadir hanya sehela nafas, atau selintas kilas. Galang Kangin adalah perkecualian. Sepanjang 20 tahun lebih, sedini didirikan tanggal 9 April 1996 dengan sejumlah pameran bersama atau terbatas, kelompok ini terbilang telah teruji waktu. Pertanyaan akan masa depan mereka sesungguhnya menyiratkan pula bahwa keberadaan Galang Kangin yang tidak hanya melulu dapat dikaji dalam perspektif seni rupa tetapi juga satu gejala sosial –cerminan dinamika transformasi masyarakat Bali.
Karya-karya unggul terpilih ini, yang akan dipamerkan bersama di Bentara Budaya Bali, menandai pergulatan estetika, stilistik dan tematik dari Galang Kangin, sekaligus merefleksikan capaian masing-masing seniman. Seturut itu, layak ditimbang, tidakkah ekspresi kekomunalan (kebersamaan yang guyub dan hangat) juga mengalami tahapan transformasi tersendiri, di mana ragam kebersamaan era agraris bersalin rupa seturut hadirnya kemodernan dan bahkan kekontemporeran --mengindikasikan perubahan yang mendasar menyangkut konsep Ruang dan Waktu, berikut tata nilainya. 
Pergulatan dan perubahan tersebut salah satunya tercerminkan melalui pameran bertajuk “Kesadaran Makro-Ekologi: Transformasi Air dalam Karya Visual Atraktif“, pada bulan September  2014 di Bentara Budaya Bali, menandai adanya proses ‘metamorfosis’ dari komunitas kreatif ini –yang menyadari bahwa seni pada era kini tak semata perkara keindahan, di mana para kreator melulu mengeksplorasi capaian estetik belaka. Melalui seni mutakhir atau kontemporer dalam beragam ekspresi dan bentuknya, terbuka kemungkinan seorang kreator untuk meraih bukan saja jati dirinya, melainkan juga panggilan kepedulian sosialnya. 
Dengan kata lain, setelah manifesto Galang Kangin yang heroik belasan tahun lalu, tak terelakkan diperlukan satu pijakan baru bagi komunitas ini. Titik pijak baru itu tentulah bukan semata konsepsi ataupun filosofi, melainkan juga satu ragam praktik penciptaan yang merefleksikan kematangan anggotanya, di mana segala hal ikhwal terkait teknik, stilistik, tematik dan estetik sudah terlampaui; lebur menyatu secara alami dalam diri sang kreator. 
Adapun para seniman yang berpameran antara lain: Made Supena, I Made Gunawan, I Nyoman Diwarupa, Dewa Gede Soma Wijaya, Wayan Setem, Sudarwanto, I Made Galung Wiratmaja, Nyoman Ari Winata, Wayan Naya Swantha, Made Sudana, I Putu Edy Asmara, AA Eka Putra Dela, Ni Komang Atmi Kristyadewi, I Ketut Agus Murdika, I Made Ardika. Bertindak sebagai kurator yaitu Hardiman. 

agenda acara bulan ini
  • SEMESTA KITA

    Kreativitas dalam seni kini semakin melampaui sekat dan aneka batasan yang baku dan kaku. Fenomena kemajuan teknologi informasi, merujuk kehadiran gawai yang memungkinkan sebuah peristiwa secara seketika dan serentak dapat disaksikan di belahan bumi manapun, terbukti turut pula mengubah pandangan masyarakat terkait pemahaman atas nilai-nilai dasar.

  • SEMESTA KITA

    Sinema Bentara kali ini tertaut peristiwa pameran dan program seni “Semesta Kita“ yang mengedepankan sosok-sosok “berkebutuhan khusus“, semisal disleksia, autisme, tuna rungu, dan lain-lain. Sosok-sosok tersebut kerap mengalami perlakuan yang tidak adil dan terpinggirkan sebagai akibat bias pandangan dari masyarakat yang bersifat negatif

  • DISKUSI DAN PEMUTARAN SINEMA 16

    Kelas Kreatif Bentara kali ini akan menghadirkan pengalaman para sineas-sineas muda yang masih menempuh pendidikan di Jurusan Televisi dan Film Angkatan 2016, guna menghasilkan karya-karya yang bukan semata unggul secara bahasa gambar, melainkan juga mengeksplorasi satu tematik tertentu, semisal kali ini “Isu Sosial dalam Lokalitas Budaya Bali".