ORANG-ORANG OETIMU DAN ETNOHISTORI DALAM SASTRA

Diskusi Buku Bersama Felix K. Nesi (Novelis, Pemenang Pertama Sayembara Novel DKJ 2018) dan FX Domini BB Hera (Peneliti di Pusat Studi Budaya Laman Batas Univ. Brawijaya)

Rabu, 22 Januari 2020 Bentara Budaya Yogyakarta | 19.00 WIB

Novel terbaru karya Felix K. Nesi ini berkisah tentang Oetimu, suatu wilayah kecil di pelosok Nusa Tenggara Timur. Mengambil latar waktu pada paruh kedua 1990an, Felix ingin menuturkan betapa kejadian-kejadian besar di wilayah Indonesia ternyata mau tak mau berdampak kepada kehidupan sosial orang-orang di kampung yang terpencil itu. Mulai dari peristiwa Timor-Timur, warisan kekerasan antara militer Indonesia dan gerilyawan Fretilin, demonstrasi mahasiswa menentang Soeharto, sampai Final Piala Dunia ketika Brazil berhadap-hadapan dengan Prancis.

Diskusi akan mengulas kehadiran Orang-orang Oetimu sebagai fiksi etnografis sekaligus karya sastra dengan muatan sejarah. Bersama Felix K. Nesi, si penulis, dan FX Domini BB Hera sebagai pembahas buku, kita akan menatap Timor Barat secara lebih dekat, termasuk menyelami kepelikannya di mana negara, gereja, dan tentara berperan besar dalam kehidupan sosial. 

Felix K. Nesi (1988) lahir di Nesam-Insana, Nusa Tenggara Timur. Tamat dari SMA Seminari Lalian dan Fakultas Psikologi Universitas Merdeka Malang. Terpilih sebagai “Emerging Writer“ di Makassar International Writers Festival (MIWF) 2015. Buku pertamanya adalah kumpulan cerpen Usaha Membunuh Sepi (2016). Naskah novel Orang-orang Oetimu menjadi pemenang I sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) 2018 dan kemudian diterbitkan oleh Marjin Kiri. 

FX Domini BB Hera adalah peneliti di Pusat Studi Budaya Laman Batas, LPPM, Universitas Brawijaya dan kini menempuh studi magister Ilmu Sejarah UGM. Dia juga menjadi editor buku Urip Iku Urub: Untaian Persembahan 70 Tahun Profesor Peter Carey (2019). 

agenda acara bulan ini
  • NGOBROLIN TJAMBOEK BERDOERI (KWEE THIAM TJING)

    Kwee Thiam Tjing merupakan seorang jurnalis yang berasal dari Jawa Timur. Kwee lebih banyak menulis di Sin Tit Po, sebuah surat kabar terbitan orang – orang Tionghoa di Surabaya. Selain menulis di Sin Tit Po, Kwee juga menulis di berbagai surat kabar seperti Soera Poebliek, Pewarta Soerabaia, dan Pewarta Djember. Kwee sendiri merupakan redaktur Pewarta Djember di jaman pergerakan. Kita akan memperbincangkan Kwee yang merupakan jurnalis dan penulis ini baik dari sisi buku Indonesia Dalem Api dan Bara serta tulisan dia di Indonesia Raya.